Banyak yang belum tahu bagaimana tepatnya pemupukan tanaman pada saat musim hujan. Jadi seharusnya pada bulan Juli 2021 sudah masuk kemarau tapi tahun ini masih sering hujan. Hal ini berdampak pada perlakuan pemupukan yang berbeda. Dan bagaimana sih tepatnya pemupukan yang direkomendasikan pada saat musim hujan?

Tanaman pada Musim Hujan

Tanaman pada Musim Hujan

Sahabat Tani, sebelum kita membahas bagaimana pemupukan yang tepat anda perlu tahu dulu fakta tentang hujan. Hujan itu merupakan salah satu dari siklus hidrologi yang merupakan suatu siklus perputaran air dari bumi kemudian naik ke atmosfer dan kemudian kembali lagi ke bumi yang berlangsung secara terus-menerus. Di dalam air hujan, menurut penelitian ternyata bukan hanya berisikan air aja tetapi ada kandungan-kandungan unsur hara tertentu juga. Dan untuk membuktikan hal ini anda bisa lihat rerumputan yang semula gersang setelah diguyur hujan dia bakalan tumbuh dengan lebih subur.

Di dalam Al-Qur’an surat Qaaf ayat 9, Allah SWT Berfirman:

Al Qaaf 9

Al Qaaf 9

“Dan kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan, lalu kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang di ketam.”

Ada kalimat “lalu kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji biji tanaman yang di ketam” Artinya: memang air hujan itu sudah memiliki nutrisi tersendiri yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman.

Apakah sobat tahu, unsur hara apa saja yang dominan berperan pada saat tanaman masuk masa pertumbuhan yang memberi warna hijau pada daun tanaman ? Jawabannya adalah Nitrogen. Artinya ketika turun hujan maka unsur hara nitrogen sudah tersedia dan itu berarti unsur hara ini harus kita kurangi pemberiannya pada tanaman kita.

Lalu kalau begitu unsur hara apalagi yang dapat kita berikan pada tanaman kita ? maka jawabannya selain unsur hara fosfor maka berikanlah lebih sering unsur hara kalsium juga. Pertanyaannya mengapa harus kalsium? karena menurut referensi dari BMKG disebutkan bahwa di kebanyakan daerah di Indonesia air hujan itu bersifat asam atau ber PH rendah. Untuk itulah setelah terjadi hujan maka lakukan pemberian unsur hara berkalsium. Karena kalsium merupakan unsur hara yang bersifat alkali sehingga dapat menetralkan efek asam pada air hujan sehingga tanaman kita lebih aman terhadap yang namanya resiko. Dan lakukan ini dengan cara penyemprotan secara rutin 3 sampai 4 hari sekali.

Pemicu Penyakit Tanaman Musim Hujan

patogen-tanaman

patogen-tanaman

Pada saat musim kemarau resiko terbesarnya adalah serangan hama, sedangkan pada saat musim hujan, maka resiko terbesarnya adalah penyakit. Dan penyakit akibat patogen biasanya terpacu karena:

  1. Kelembaban yang tinggi
  2. Lemahnya daya tahan tubuh tanaman kita
  3. Permasalahan kondisi lingkungan yang asam.

Dari sini kita dapatkan informasi bahwa pemicu patogen adalah pertama, soal kelembaban yang tinggi. Artinya ketika musim hujan maka kita harus seminimal mungkin memasukkan air dan berbeda dengan musim kemarau di mana pada saat musim kemarau kita harus sesering mungkin memasukkan air.

Nah itu berarti untuk musim hujan maka metode aplikasinya jika itu dilarutkan kedalam air maka lebih mending saya rekomendasikan menggunakan metode semprot aja. Sedangkan pada saat musim kemarau maka anda bisa menggunakan metode yaitu kocor. Dan ingat ya sahabat tani jangan sampai kebalik.

Kemudian yang kedua soal melemahnya daya tahan tubuh tanaman kita. Coba bayangkan kalau misalnya kita nyebur ke kolam selama 2 sampai 3 jam baru naik. Apa yang terjadi? Maka daya tahan tubuh kita pasti ngedrop dan bakalan sakit. Hal ini sama juga dengan tanaman kita apalagi penyakit yang lebih berkembang pada saat lingkungannya lembab, pasti bakalan mudah terserang penyakit. Untuk itu solusinya adalah pertama yaitu perhatikan drainase pada sekitaran tanaman anda.

Anda tahu nggak kira-kira apa itu drainase? Drainase adalah saluran atau jalan keluarnya air supaya dia turun dan gak menggenang di lahan pertanian anda. Maka perhatikanlah saluran drainasenya.

Ada jurnal penelitian yang menyebutkan bahwa pemberian unsur hara mikro setiap satu sampai dua minggu sekali itu dapat meningkatkan kekebalan tubuh dari tanaman kita. Artinya jangan sampai ketinggalan pengaplikasian unsur hara mikro nya juga.

Kemudian pemicu ketiga yaitu lingkungan yang asam. Menurut BMKG bahwa sebagian besar hujan di Indonesia itu berkondisi atau ber PH asam. Untuk itulah pemberian kalsium harus lebih dibanyakin lagi atau diseringin lagi sebagai langkah buat penyeimbangan dari air hujan itu sendiri.

Dan pengaplikasian kalsium ini bisa dengan penyemprotan kalsium yang terlarut di dalam air, atau penaburan kapur dolomit di sekitaran tanaman kita. Dan ingat untuk kapur dolomit caranya ditabur aja jangan disemprot ataupun dikocor.

Pemupukan Tanaman Pada Musim Hujan

Sekarang kita bahas bagaimana pemupukan tanaman pada masa generatif pada saat musim hujan. Ketika tanaman masuk pada masa generatif atau masa berproduksi pastinya tanaman membutuhkan asupan unsur hara makro seperti fosfor dan kalium dalam jumlah yang lebih banyak. Serta unsur hara makro sekunder juga seperti kalsium dan unsur hara mikro lainnya juga. Sedangkan asupan nitrogen sebisa mungkin kita kurangin karena ketika musim hujan maka tanaman sudah mendapatkan suplai nitrogen dari alam.

Artinya pemupukan yang ada di nitrogennya harus benar-benar dikurangin atau bahkan ditiadakan. Pernah tidak tanaman sahabat mengalami gagal buah? malah sebaliknya muncul pucuk-pucuk tunas baru. Kenapa demikian? Karena ketika tanaman diguyur hujan artinya tanaman sudah disuplai dengan unsur hara yang mendukung pada pertumbuhan vegetatif. Dan ketika itu terjadi artinya dia masuk ke fase vegetatif lagi.

Perlakuan Tanaman Pada Musim Penghujan

Makanya bukan buah yang tambah banyak justru cabang-cabang baru atau pucuk-pucuk baru yang muncul. Hal ini terjadi karena disuplai unsur hara yang mendukung pertumbuhan lebih banyak makanya itu harus kita kurangi pada saat kita melakukan pemupukan. Sebagian orang yang memang sudah tahu akan hal ini menyiasatinya dengan:

  1. Ketika sudah terjadi hujan maka dia langsung spray dengan menggunakan air biasa tanpa campuran apa-apa dengan harapan air hujan bisa berkurang konsentrasinya.
  2. Cara kedua yaitu penyemprotan pupuk berkalsium biar sekalian membuat PH larutannya naik.
  3. Dan selain itu juga pemberian pupuk akar yang mengandung unsur hara kalium dan juga fosfor yang tinggi bisa kita berikan dengan cara penugalan atau pembenaman di dalam tanah.

Dan ingat hindari pemberian dengan cara ditabur pada permukaan tanah karena bisa mengakibatkan ketika pupuk itu ditetesi air hujan mengakibatkan unsur haranya jadi terhanyut atau terlarut dibawa oleh air hujan. Dan hindari juga menggunakan metode kocor karena seperti yang sudah kita jelasin di awal metode kocor itu paling pas nya kita berikan pada saat musim kemarau aja. Jadi metode pemupukan nya itu ditugal aja atau dibenamkan di dalam tanah supaya lebih efektif.

Demikian sahabat tani tips mengenai pemupukan pada musim penghujan dan musim kemarau. Semoga bermanfaat dan bisa diaplikasikan di lahan pertanian masing-masing.

Baca Juga : Pemupukan KCL Kelapa Sawit