Assalamualaikum Wr. Wb. Bagaimana kabarnya sobat pecinta bonsa khususnya adenium dan tanaman hias lainnya? Semoga diberi kesehatan jasmani dan rohani. Setelah pada postingan sebelumnya kita membahas mengenai cara membuat pupuk kompos dari bahan-bahan yang ada disekitar kita, misalnya menggunakan bonggol atau batang pisang, daun bambu dan lain-lain, berikut hasilnya dan menyebutkan ciri-ciri hasil pengomposan yang baik serta perlakuan sebelum digunakan, maka pada postingan kali ini kita akan membahas bagaimana cara aplikasi dari hasil pengelompokan tersebut. Yaitu untuk repotting atau pemindahan wadah bibit adenium secara praktis dari jenis arabicum series.

Repotting Adenium

Repotting Adenium

Tujuan Repotting

Repotting pada bibit Adenium atau Adenium pada umumnya bertujuan untuk menunjang pertumbuhannya agar lebih maksimal. Salah satunya agar lebih cepat besar dan hal ini tidak berlaku pada Adenium dari jenis arabicum series atau Adenium dari jenis karakter saja, tetapi bisa kita aplikasikan pada Adenium dari jenis Obesum bahkan dari jenis-jenis yang lain. Bagaimana prosesnya ? yuk mari kita simak selengkapnya berikut.

Proses Pemindahan/Repotting Adenium

Untuk mengawalinya kita siapkan botol bekas air mineral atau dengan wadah yang lain. Diisi dengan air bersih kemudian kita campurkan dengan vitamin B1 yang banyak tersedia di toko-toko pertanian terdekat, toko bunga atau bisa kita dapatkan secara online.

Vit B1 Yang Dilarutkan

Vit B1 Yang Dilarutkan

Campurkan kedua bahan tersebut hingga merata. Untuk dosis takaran kita lihat pada tabel kemasan atau cukup 1 mili atau 2 hingga 3 tetes per liter air bersih.

Untuk penggunaan larutan vitamin B1 pada repotting kali ini lebih difungsikan untuk mengurangi terjadinya stress yang berkepanjangan pada bibit adenium tersebut. Sekaligus untuk memacu pertumbuhannya.

Untuk wadah atau pot yang digunakan hendaknya tidak terlalu besar atau tidak terlalu kecil. Beri nama pada masing-masing wadah tersebut sesuai dengan identitas dari bibit-bibit adenium yang akan kita pindahkan. Perhatikan lubang drainase karena biasanya untuk pot yang baru, lubang drainase masih tertutup oleh sisa-sisa cetakan atau jika perlu ditambahkan beberapa lubang di bagian bawah ataupun samping.

Cek Lubang Pot Bagian Bawah

Cek Lubang Pot Bagian Bawah

Untuk media repotting pada bibit adenium kali ini menggunakan hasil dari pengomposan dari postingan sebelumnya sebanyak 100%. Dengan alasan salah satu bahan yang digunakan dalam pembuatan kompos tersebut menggunakan media tanam bekas. Dimana media tanam bekas tersusun dari beberapa bahan media tanam, misalnya pasir malang, kohe, dan sekam bakar kasar. Namun jika dalam pembuatan kompos yang anda lakukan tidak menggunakan media tanam bekas maka penggunaannya cukup 10 hingga 20% dari total media tanam yang digunakan. Sehingga harus dicampur kan dengan bahan-bahan media tanam yang baru.

Untuk perlakuan repotting semacam ini bisa langsung diperlakukan seperti biasa yaitu langsung full panas karena minimnya akar yang rusak ataupun patah mengingat media awal tetap utuh atau tidak berantakan. Namun yang perlu kita perhatikan jika media awal tersebut terdapat hama atau penyakit, maka sebaiknya kita ganti media tanam awal tersebut secara total.

Hasil Proses Repotting Adenium

Hasil Proses Repotting Adenium

Perlu ditambahkan mengingat kompos pada dasarnya bersifat asam, maka sebelum digunakan sebaiknya kita tambahkan kapur dolomit atau kapur pertanian bahkan abu dapur. Dan jika ingin hasil yang lebih maksimal taburkan pupuk slow release dan fungisida di atas media dasar.

Baik cukup sekian postingan kali ini mengenai cara repotting Adenium dan perlakuannya. Semoga bermanfaat dan jangan jadikan alasan untuk tidak berkreasi.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga : Tips Agar Bonggol Adenium Besar