Salam pecinta tanaman dan petani Indonesia, dalam artikel kali ini, TanamanBuah akan memberikan tips bagaimana cara memperbanyak hasil buah timun dengan sistem lanjaran ardo. Dengan teknik ini kita dapat meningkatkan hasil timun sampai 20 – 30 %. Tanaman timun ini tidak asing lagi bagi kita karena biasa digunakan untuk lalapan atau makanan seperti gado-gado atau tahu acar. Jadi buah timun ini mempunyai kandungan air hingga 90 %, oleh karenanya sangat bermanfaat sekali untuk dijadikan olahan makanan khas Indonesia.

Tanaman timun masih satu keluarga dengan tanaman sejenis labu-labuan yang mana proses penanaman ini harus menggunakan lanjaran karena sifat tumbuhnya merambat. Baik langsung saja berikut beberapa model rambatan yang bisa diaplikasikan.

Tipe Model Lanjaran Menanam Timun

Lanjaran Model Silang

Lanjaran Tanaman Timun Model Silang

Lanjaran Model Pagar

Lanjaran Tanaman Timun Model Pagar

Lanjaran Model Segitiga

Lanjaran Tanaman Timun Model Segitiga

Lanjaran Tipe Ardo

Lanjaran Tanaman Timun Model Ardo

Lanjaran tipe ardo ini berbentuk kerucut, sehingga bisa menghemat lahan untuk digunakan tumpang sari dengan tanaman lain. Tipe ardo ini bisa meningkatkan hasil panen sampai 30 %. Kita lihat pada gambar buahnya hampir memenuhi tiap ruas pada tanaman timun ini. Dan tanaman timun ini sudah panen beberapa kali. Buah nya juga lebih panjang dan besar serta rasa buahnya tidak pahit.

Baca Juga : Cara Menyiram Tanaman Tabulampot

Keuntungan Menggunakan Lanjran Ardo

Berikut skema pembuatan lanjaran ardo/lanjaran yang berbentuk kerucut. Jadi dengan lanjaran ini kita dapat menghemat lanjaran penyangga dari bambu dan keuntungan lainnya kita bisa menanami sekitar area bedengan dengan beberapa jenis sayuran jangka pendek seperti kangkung atau sawi sampai beberapa baris. Nah, dengan model lanjaran ardo proses pemanenan lebih mudah dan buah bisa panjang karena tidak terpapar langsung oleh sinar matahari. Jadi kualitas buah timun bisa bagus dibandingkan dengan lanjaran yang lain.

Keuntungan yang lain yaitu mengenai perawatan yang lebih mudah dalam pemangkasan dan pengendalian hama. Sehingga dalam pengendalian hama bisa menghemat pestisida. Kemudian juga memberikan nilai seni, karena kita diapit oleh buah-buah timun disekeliling kita ketika memasuki lanjaran ini.

Hasil Panen Buah Timun Dengan Lanjaran Ardo

Berikut keuntungan menanam buah timun hasil dari teknik lanjaran ardo. Buah timun tidak cepat tua karena tidak tersentuh langsung oleh sinar matahari. Ketika timun dibuka, kita bisa lihat biji timun tidak kering yang artinya kelembapan selama proses pertumbuhan terjaga karena tidak terkena paparan langsung sinar matahari.

Cara Membuat Lanjaran Ardo

Untuk pembuatannya sangat simpel sekali. Bahan yang dibutuhkan adalah bambu dan tali rafia. Siapkan bambu dengan ukuran 2 – 2,5 meter. Kemudian kita tancapkan dengan kemiringan kira-kira 45 derajat. Langkah selanjutnya, setiap tanaman kita berikan lanjaran dari bambu / kayu kemudian untuk samping bambu kita bisa pakai tali rafia sebagai tahanan. Pemberian tali ini untuk mengaitkan antar bambu yang sudah kita tancapkan. Selain itu, fungsi tali ini juga sebagai penahan cabang-cabang tanaman timun agar tidak masuk ke dalam area lanjaran ini.

Pembuatan Lanjaran Timun Ardo

Setiap bedeng kita bisa tanami sekitar 30 tanaman dan disampingnya juga 30 tanaman dengan jarak tanam sekitar 30 cm. Jadi kalau kita lihat dari luar, kita tidak bias melihat buah timun, tetapi kalau kita masuk ke lanjaran ardo kita bisa lihat buah timun bergelantungan.

Jarak Tanam 30 cm.

Baik demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan bagaimana teknik menanam timun dengan sistem lanjaran ardo. Silakan bagi yang ingin mencoba teknik lain pun tidak masalah, yang penting tergantung dengan keatifitas dan kecocokan masing-masing. Semoga memberi informasi dan salam semangat, maju terus pertanian Indonesia.