Salam planter indonesia, kali ini kita akan membahas tips dan trik bagaimana pembelian kecambah agar kita tidak tertipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab berkaitan dengan atas nama legalitas dan sertifikat ataupun DO yang sebenarnya adalah bohong tapi mengatasnamakan dari produsen kecambah atau bibit yang bersertifikat.

Pertama yang harus kita bahas adalah legalitasnya. Bahwa kecambah yang diperjualbelikan sudah harus diperiksa oleh dinas perkebunan propinsi sehinga bahwa sudah ada pemeriksaan yang dituangkan dalam surat dengan mencantumkan berapa jumlah bibit yang akan diedarkan dan dia harus mendapatkan label biru.

Maka tidak sembarangan dalam penjual belian kecambah yang mungkin masyarakat pengen buat kamudian dijualbelikan. Tidak semudah itu karena bahwa dari pemeriksaan ini juga ada hal yang paling pasti yaitu ada pemeriksaan kedatangan dari mereka bagaimana sumber mendapatkannya itu semua sudah diatur di dalam surat rekomendasi atau surat pemeriksaan kecambah kelapa sawit oleh dinas provinsi.

Kecambah Kelapa Sawit

Kecambah Kelapa Sawit

Yang kedua, kenapa banyak penipu di dalam perjualbelian kecambah kelapa sawit ? Karena memang angka ekonomisnya di dalam jual-beli kecambah sangat tinggi sekali. Rata-rata angkanya adalah sekitar Rp.6000 sampai Rp.16000 per seed atau perkecambahan nya. Maka menarik banyak orang untuk membuat atau memalsukan kecambah itu atas nama legalitas yang sah padahal tidak sah. Oleh sebab itu kita akan bahas satu persatu.

Baca Juga : Sistem Pengelolaan Lahan Gambut

Tips Membeli Kecambah Kelapa Sawit Asli Bersertifikat

Bagaimana caranya pembelian kecambah sudah sesuai dengan sertifikat ataupun legalitas yang benar. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

  1. Pertama, Belilah kecambah kelapa sawit melalui outlet produsen resmi Misal Outlet DP SAIN, PPKS atau yang lain. Jangan pernah membicarakan kecambah kelapa sawit katanya bagus dari a dari B dari C dan sebagainya. Sehingga banyak orang mengatasnamakan legalitas ini seolah-olah bagus tapi surat suratnya nggak jelas. Ataupun bener-bener mereknya PPKS atau SOCFIN atau SAIN itu sendiri tapi kenyataan adalah dari pihak orang-orang tertentu / oknum. Karena setiap outlet itu memiliki bagian pemasaran yang sudah jelas alurnya. Maka jangan tertipu oleh sertifikat palsu. Maka untuk menghindari hal-hal tersebut belilah di agen atau web ataupun pemasaran yang resmi / outlet resmi.

    Contoh DO Kelapa Sawit Resmi

    Contoh DO Kelapa Sawit Resmi

  2. Ciri yang kedua untuk mendapatkan kecambah kelapa sawit asli yaitu transaksi tidak dilakukan oleh pribadi per pribadi. Ketika kita membeli di sebuah outlet maka transaksinya adalah tidak menggunakan rekening pribadi tapi menggunakan rekening perusahaan.

    Misalnya pembelian bibit dari DP SAIN nanti transfer duitnya ke rekening PT Salim ivomas Pratama Tbk. Begitu juga dengan PPKS, dan yang lainnya. Apakah ada sistem pembelian atau transfer rekening ini dengan menggunakan pribadi ? Ada, kecuali sistemnya adalah untuk kelapa sawit rakyat di mana prowitra ini dari program PPKS itu langsung kepada outlet-outlet yang sudah ditunjuk ataupun orang. Maka sistem pembeliannya adalah bagaimana kita mengirimkan permintaan dulu baru prowitra datang untuk bertransaksi. Selain itu maka transaksi harus menggunakan rekening perusahaan dan jangan pernah menggunakan rekening pribadi.

  3. Kalau pembelian kecambah menggunakan mekanisme seperti itu, bagaimana mekanisme pembelian bibit yang sudah siap tanam ? Pembelian bibit siap tanam akan jauh lebih bagus dengan menggunakan bibit yang dari perusahaan atau CV yang resmi dan dilengkapi dengan surat-surat resmi. Namun kepada para planter semua dan para petani yang menginginkan pembelian bibit yang asli, maka para petani atau para planter semuanya wajib memeriksa dokumentasinya. Dokumentasi keaslian atau legalitas ini bisa didapatkan dalam bentuk DO (delivery order) apakah surat serah terima kecambah, ataupun dalam bentuk certificate of seed nya.

    Namun keaslian dari dokumentasi itu harus kita lihat dan periksa satu persatu. Di dalam salah satu surat keterangan atau serah terima kecambah itu ada jumlahnya. Kalau misalnya kita melihat ke dalam sebuah pembibitan milik perseorangan ataupun perusahaan itu sendiri, maka dilihat jumlahnya dulu. DO nya berapa dan jumlahnya berapa. Jangan asal kita beli saja tetapi tidak membandingkan antara DO nya dengan jumlahnya.

    Dan saran yang selanjutnya bagi para petani ataupun para planter ketika membelikan kecambah kita belajar dulu pertumbuhan kelapa sawit berdasarkan umurnya. Kapan dia DO nya, dan berapa pertumbuhannya. Jangan asal kita sikat saja tetapi kita tidak tahu pertumbuhannya. Misalnya pembelian kecambah bulan Februari. Ketika dilihat di bulan Maret, April, Mei dan Juni ternyata sudah seumuran 6 bulan atau 8 bulan itu jelas salah karena itu adalah bibit yang sudah dipalsukan yang dianggap legal saja.

  4. Terakhir, kecambah asli atau tidak jangan pernah katanya. Datangi dan lihat dengan seksama, DO nya serta sertifikatnya, surat ijinnya apalagi perseorangan. Maka jangan sampai kita tertipu sertifikatnya asli tapi abal-abal, tanda tangannya fotokopian dan sebagainya. Kita harus pastikan dokumentasi resmi dari pihak produsen kelapa sawit. Termasuk bagi penangkar bibit yang sudah besar pun seharusnya ada dokumentasinya.

Kalau kita teruskan maka akan terlalu lama, maka akan kita sambung di postingan selanjutnya tentang bagaimana menilai secara jeli kecambah yang bersertifikat. Apakah tandanya cukup seperti itu saja, atau labelnya cukup seperti itu saja ? maka kita akan bahas lebih detail di postingan selanjutnya.

Cukup sekian, maju selalu kelapa sawit Indonesia, salam plater…