Masih tentang kompos, karena kompos merupakan bahan organik utama yang mendukung kesuburan tanaman, tanah dalam berkebun atau bertani secara organik. Kompos merupakan bahan organik hasil penguraian parsial / tidak sempurna yang dilakukan oleh mikroorganisme baik jamur atau bakteri dalam kondisi lembab, hangat dan aerob / anaerob. sumber : wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Kompos

pupuk kompos

pupuk kompos

Dalam hal ini kita akan menggunakan sistem aerob. Masih banyak pertanyaan dari teman yang menyampaikan bahwa kompos yang mereka buat tidak menimbulkan suhu yabg naik sehingga mereka meyampaikan bahwa telah gagal. Jadi dalam pembuatan kompos ini tidak ada istilah gagal, adanya prosesnya berjalan dengan baik atau lambat. Kalau dibiarkan terus nanti juga lama-lama akan terkompos dengna sendirinya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kompos:

Sebelumnya kita harus memahami dulu apa itu kompos hbungannya dengan pupuk. Dalam dunia pertanian orang tidak asing lagi dengan istilah pupuk. Pupuk adalah suatu benda atau zat yang digunakan untuk menyuburkan tanaman. Jadi istilah itu sudah biasa didenganr secara umum. Namun dalam bertani secara organik, kalau menurut pemahaman kami tidak ada pupuk. Kenapa ? Bahwa kompos adalah bukan pupuk. Kompos adalah bahan pupuk atau istilahnya bahan organik setengah jadi karena tidak bisa langusng diserap oleh tanaman. Bagaimana supaya diserap oleh tanaman ? yaitu butuh bantuan mikroorganisme, jamur, bakteri pengurai dll. Nah setelah diolah nanti kompos ini akan mengeluarkan zat atau enzim yang akan diserap oleh tanaman. Jadi kompos ini adalah makanan mikroorganisme baik bakteri atau jamur. Jadi tidak langsung mengefek ke tanaman sebelum melalui proses yang dikerjakan oleh mikroorganisme baik bakteri atau jamur.

Proses Pembuatan Kompos

Masih banyak teman-teman yang mengeluhkan bahwa proses pembuatan komposnya itu gagal. Tetapi bukan gagal melainkan lambat atau berhenti. Sebenernya sangat mudah sebagai contoh ini kita siapkan ember yang sudah dilubangi bawahnya. Kita gunakan ember ini untuk menampung limbah organik dari dapur, sampah kering dll. Ketika sampah atau bahan organik yang ditampung dalam ember tersebut dibiarkan lama, maka akan berekasi panas jika tangan kita masukkan. Hal tersebut menandakan proses pengkomposan sudah dan sedang berjalan. Ada dua hal yang terjadi ketika suhu tidak naik. Bahan baku terlalu basah, atau kebalikannya terlalu kering. Sehingga mikro organisme tidak bekerja. Ada tips sederhana agar proses fermentasi berjalan dengan cepat yaitu dengan memadukan daun daunan kering berwarna coklat dengan sayuran, daun dan buah berwarna hijau. Sehingga ada perpaduan antara bahan kering dan basah.

Pengolahan Kompos Limbah Dapur

Pengolahan Kompos Limbah Dapur

Jadi intinya, baik terjadi kenaikan suhu panas / hangat / dingin, sudahlah tdak usah dihiraukan. yang penting setiap dapat bahan organik kita masukkan baik yang hijau maupun yang coklat. Usahakan ada keduanya. Kemudian wadah nya usahakan banyak lobang untuk memasukkan udara / oksigen. Kalau bahanya belum kering, maka bisa diberikan air sedikit saja. Tetapi kalau bahannya limbah dapur seperti potongan sayur dan buah, tidak usah disiram juga bisa. Kalau wadah atau ember sudah penuh maka bisa kita pindahkan ke tempat penampungan yang lebih besar. Kemudian seminggu sekali dibalik atau diaduk supaya oksigen bisa masuk. Kemudian ketika diaduk kita tahu bahwa media nya itu basah atau kering sehingga kita bisa memperlakukannya kalau basah diaduk, kalau kering bisa ditambah air.

Jangan menyerah tetap semangat untuk membuat kompos organik. Pokoknya pembuatan kompos itu tidak ada aturan yang baku sama sekali. Tumpuk terus bahan limbah dapur dan sampah nanti lama-lama juga akan menjadi kompos. Hal ini kami sampaikan mengingat banyak sekali pertanyaan yang masuk bahwa mereka ingin sekali membaut kompos di rumah akan tetapi tidak sedikit menyerah karena mengira gagal.

Baik terimakasih semoga ada manfaatnya kita kembali di ulasan mengenai tanaman organik di postingan berikutnya.