Ketika kita menanam tanaman pada musim kemarau pasti tantangan terberatnya adalah soal air. Dimana ketika tanaman kita kekurangan air maka bisa berujung pada pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. Kemudian bisa saja berakhir dengan kegagalan atau bahkan kematian tanaman kita. Mungkin sebagian orang menyiasatinya dengan membuatkan sumur galian sebagai tempat penyediaan air dan juga menyediakan pompa air sebagai media dalam menyalurkan airnya ke pertanaman kita.

Tetapi ada nggak ya kira-kira cara yang lebih efisien lagi? Jawabannya ternyata ada. Yaitu dengan memanfaatkan mikroorganisme yang namanya mikoriza. So, pada postingan kali ini kita akan membahas secara detail tentang apa itu mikoriza.

Jamur Mikoriza

Jamur Mikoriza

Pernah nggak anda lihat ada sebuah tanaman yang dapat tumbuh subur meskipun kondisinya tersebut sedang musim kemarau atau bahkan bisa dibilang sedang kekurangan air? Jika memang anda pernah melihat yang demikian maka bisa saja ada peran tertentu di dalamnya. Dan bisa saja itu disebabkan karena jamur mikoriza.

Apa itu jamur mikoriza?

Menurut referensinya mikoriza adalah sejenis jamur yang dalam kehidupannya dapat bersimbiosis dengan perakaran tanaman kita. Bersimbiosis di sini maksudnya adalah jamur mikoriza dalam mendaur ulang kehidupannya itu menginfeksi perakaran tanaman kita. Dan sebagai timbal baliknya maka akar tanaman kita yang sudah terinfeksi mikoriza tersebut dapat menjadi lebih efisien kehidupannya karena proses penyerapan air dan hara yang dibantu oleh mikoriza.

Manfaat Mikoriza Pada Tanaman

Benang Benang Jamur Mikoriza

Benang Benang Jamur Mikoriza

Pada prosesnya mikoriza bakalan membentuk yang namanya hifa atau benang-benang jamur. Dan benang-benang ini memiliki kemampuan untuk menjangkau dan menemukan berbagai nutrisi serta air pada areal tersebut. Kemudian ada beberapa penelitian terkait dengan jamur mikoriza ternyata menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

  1. Mikoriza dapat membuat tanaman kita menjadi lebih subur. Karena mikoriza ini dapat secara efektif meningkatkan serapan unsur hara makro dan mikro yang diambil pada daerah-daerah yang mungkin tidak bisa dijangkau oleh perakaran tanaman kita.
  2. Dapat meningkatkan ketahanan tanaman kita terhadap kondisi kekeringan. Cara kerja dari mikoriza ini adalah dengan cara benang-benang nya itu memiliki kemampuan untuk mencari air dan melakukan eksplorasi terutama pada daerah-daerah yang mungkin tidak bisa kejangkau oleh perakaran tanaman kita.
  3. Dapat meningkatkan ketahanan tanaman kita terhadap serangan jamur patogen (jamur jahat). Mikoriza juga dapat berfungsi pakai agensia hayati bagi jamur patogen tadi.
  4. Mikoriza dapat menghasilkan beberapa zat pengatur tumbuh (ZPT). Menurut sebuah penelitian ternyata mikoriza dapat menghasilkan hormon auxin, giberelin dan sitokinin dan juga vitamin yang pastinya bakal sangat bermanfaat buat tanaman kita. Dan fungsi dari ketiga hormon ini yaitu hormon auksin, hormon giberelin dan hormon sitokin itu sudah saya bahas di postingan kemarin.

Untuk mendapatkan jamur mikoriza, ada beberapa cara misalnya dengan cara mengisolasi jamur mikoriza itu sendiri, bisa juga membeli yang udah jadi mulai dari harga yang belasan ribu sampai Rp20.000 bahkan ada juga yang jual 40.000-an. Maka silahkan sesuaikan dengan budget anda.

Cara Aplikasi dan Penggunaan Mikoriza

  1. Kalau kita aplikasikan buat benih, maka 1 kg benih, kemudian kita basahin sedikit sampai agak lembab. Kemudian kita tuangkan mikoriza sebanyak 5 sampai 10 sendok. Aduk merata dan semai pada media semai.
  2. Buat yang sudah ada tanamannya, maka bisa berikan dengan cara melakukan penggalian sedikit tanah atau media tanamnya. Kemudian kita tuangkan sebanyak 1 sampai 2 sendok makan. Kemudian kita tutup kembali.
  3. Buat tanaman perkebunan yang sudah agak besar, maka anda bisa berikan dengan porsi secukupnya. Kita bisa aplikasikan dengan membuat beberapa lubang pada ujung tajuk tanaman.

Demikian pembahasan mengenai jamur Mikoriza beserta cara pengaplikasiannya. Semoga bermanfaat bagi anda semua dan bisa untuk dipraktekkan. Sampai jumpa lagi di postingan selanjutnya.

Baca Juga : Cara Aplikasi Jamur Trichoderma