Halo sahabat pecinta bonsai, adenium dan tanaman lainnya, pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai cara mudah mengatasi bercak daun yang biasa menyerang saat terjadinya pergantian musim. Di wilayah yang beriklim tropis seperti negara kita tercinta Indonesia, saat terjadinya pergantian musim terutama saat memasuki musim penghujan, terjadi perbedaan suhu dan kelembapan yang drastis. Hal ini menyebabkan tanaman khususnya pada Adenium memerlukan proses adaptasi, salah satunya yaitu merontokkan sebagian atau seluruh daun akibat dari proses transpirasi yang tidak berjalan lancar.

Daun Adenium Menguning

Daun Adenium Menguning

Penyebab Daun Adenium Menguning

Namun bakteri, virus dan jamur juga berkembang biak dengan baik sebagai salah satu efek dari perubahan suhu dan kelembapan tersebut. Dan tak jarang saat pergantian musim, terutama memasuki musim penghujan, adenium kita tak luput dari serangan hama dan penyakit. Salah satunya yaitu bercak pada daun. Bercak daun pada Adenium pada umumnya disebabkan oleh serangan jamur yaitu salah satunya jamur Phomopsis. Sekilas tentang jamur, jamur termasuk golongan organisme yang tidak memiliki daun, bunga, akar dan zat hijau daun. Oleh karena itu, jamur mengambil energi / makanan dari makhluk lain, baik makhluk hidup ataupun yang sudah mati. Jamur berkembang biak dengan spora, dan spora bisa mengalami fase istirahat atau dorman sehingga bisa bertahan dalam waktu lama. Untuk tumbuh, Spora tersebut butuh air atau kelembapan. Dan inilah alasannya kenapa jamur berkembang biak dan menyerang saat terjadi peralihan musim menuju musim penghujan.

Bercak Pada Daun Adenium

Bercak Pada Daun Adenium

Gejala Daun Adenium Menguning dan Rontok

Gejala serangan awal yaitu terdapat bintik-bintik berwarna coklat pada daun, dan lama kelamaan melebar sehingga menyebabkan daun menguning lalu rontok. Jadi perlu diwaspadai kuning dan rontok nya daun adenium pada saat peralihan musim, apalagi terdapat gejala tersebut. Akibat serangan jamur tersebut, adenium mengalami masa stres, sehingga pertumbuhan terganggu dan terhambat. Belum lagi serangan hama dan penyakit lainnya sehingga bisa menyebabkan pembusukkan pada area atau seluruh bagian dari adenium tersebut sehingga bisa berujung pada kematian.

Baca Juga : Cara Memberantas Hama Kutu Putih

Tindakan Pencegahan Awal

Sebagai tindakan pencegahan awal, yaitu segera lakukan karantina pada adenium apabila terdapat gejala tersebut dengan cara segera pisahkan dari adenium yang masih sehat. Untuk menghambat dan memutus siklus pertumbuhan dan perkembang-biakan jamur, serta hama dan penyakit, sebagai tindakan pencegahan lanjutan, kita segera lakukan pruning atau pemangkasan pada daun. Karantina atau pemisahan harus segera dilakukan mengingat pertumbuhan dan penyebaran jamur ini sangat cepat. Sehingga apabila tidak segera dilakukan, dikhawatirkan adenium yang masih sehat ikut tertular. Untuk pruning atau pemangkasan pada daun, bisa dilakukan dengan cara cukup memangkas atau membuang daun yang terdapat gejala tersebut atau bercak kecoklatan atau bisa dilakukan pemengkasan pada seluruh daun yang ada.

Tujuan Pruning / Pemangkasan

Pemangkasan ini selain bertujuan untuk menghambat dan memutus siklus pertumbuhan jamur. Dengan tidak adanya daun pada batang atau cabang, sinar matahari diharapkan langsung menuju pada seluruh bagian adenium dan media tanam. Sehingga perkembangan jamur bisa ditekan tanpa terhalang oleh daun-daun tersebut. Untuk daun sisa potongan pruning, hendaknya kita kumpulkan dalam satu wadah kemudian kita musnahkan dengan cara kita buang di tempat sampah atau dibakar.

Pruning Daun Adenium

Pruning Daun Adenium

Dalam melakukan pruning atau pemangkasan pada daun sebaiknya saat cuaca cerah, atau pagi hari agar luka bekas potongan segera mengering. Namun apabila hal tersebut harus dilakukan pada saat cuaca tidak bersahabat, misalkan saat turun hujan, teduhkan dahulu supaya air mengering baru kita lakukan pemangkasan. Untuk perlakuan pada pruning, sebaiknya langsung dijemur dibawah sinar matahari langsung. Setelah kering siap menuju pada tahap selanjutnya.

Langkah Penyemprotan Pestisida dan Fungisida

Setelah mengering, kurang lebih selama 24 jam, langkah selanjutnya yaitu kita semprotkan pestisida. Kita siapkan wadah berisi satu liter air bersih. Untuk pestisida bisa menggunakan dua macam untuk mengnedalikan atau membasmi jamur dan serangga yang kemungkinan ikut menyerang. Sedangkan untuk merek pestisida yang digunakan adalah FUNGISIDA-DYTHANE dgn takaran 1gr/liter, INSEKTISIDA-DECIS dgn takaran 1 ml (cc)/ liter.

Untuk mengendalikan dan membasmi jamur yang kemungkinan masih tersisa pada batang maupun media tanam, kita gunakan fungisida dengan takaran 1 gr / liter air atau kurang lebih seperempat sendok. Lalu kita masukkan ke dalam wadah yang sudah berisi air bersih. Untuk serangga dan sejenisnya kita gunakan insektisida, dengan takaran 1 ml / liter air atau dua hingga empat tetes. Setelah semua bahan dimasukkan kita kocok agar tercampur rata, dan sudah siap untuk kita gunakan.

Sebelum penyemprotan pestisida dilakukan, pastikan luka bekas potongan dan getah sudah benar-benar mengering. Pada saat melakukan penyemprotan pestisida ini, hendaknya dilakukan pada ruangan terbuka dengan sirkulai udara yang lancar. Dan perhatikan posisi kita saat melakukan penyemprotan. Semprotkan pestisida pada seluruh bagian dari adenium dan semprot pula media tanam. Untuk hasil yang lebih merata, semprotkan dari segala arah dengan cara memutarnya supaya tidak ada bagian yang terlewat.

Penyemprotan Adenium

Penyemprotan Adenium

Usai penyemprotan segera tempatkan adenium pada tempat yang terkena sinar matahari langsung, namun tetap kita pisahkan dari adenium yang masih sehat. Dan seperti perlakuan saat pruning, apabila penyemprotan pestisida ini harus dilakukan pada saat cuaca sedang tidak bersahabat misalnya pada saat hujan turun, kita teduhkan dahulu dan hindari terkena guyuran air hujan secara langsung. Ulangi penyemprotan setelah dua hingga tiga hari setelah penyemprotan pertama. Dan untuk penyemprotan berikutnya lakukan hal yang sama, yaitu dengan jarak dua hingga tiga hari tiap kali semprot. Selalu amati adakah perubahan yang terjadi pada adenium kita, dengan cara kita cek secara periodik. Tambah atau kurangi dosis pestisida yang digunakan jika hal tersebut diperlukan.

Tindakan Pencegahan Agar Adenium Tidak Terserang Jamur

Dan sekali lagi, saat memasuki musim penghujan adalah saat kita membiarkan adenium untuk tumbuh subur. Artinya tanpa mengutak atik adenium tersebut. Apabila harus dilakukan maka harus memperhatikan kondisi yang ada. Sebagai tindakan pencegahan pada adenium yang masih sehat bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Pasang naungan atau paranet agar adenium tidak terkena guyuran air hujan secara langsung.
  2. Jaga jarak tanam dengan memperhatikan jarak pot yang satu dengan pot yang lain. Dan usahakan tidak ada daun yang saling bersentuhan.
  3. Tempatkan adenium dengan ketinggian minimal 30 hingga 50 cm dari permukaan tanah untuk menghindari kelembapan yang tinggi.
  4. Siram atau semprot kembali jika adenium terkena hujan dengan intensitas kecil atau gerimis agar sisa-sisa media tanam tidak menempel pada batang maupun daun.
  5. Jaga kebersihan dimana adenium tersebut ditempatkan. Jangan biarkan daun dan bunga yang rontok melapuk disekitar adenium. Karena bisa menjadi sarana bagi jamur untuk berkembang biak.
  6. Semprotkan pestisida minimal dua minggu sekali terutama saat memasuki musim penghujan untuk mengendalikan dan mencegah serangan jamur.

Oke, cukup sekian postingan mengenai cara mengatasi bercak kuning atau rontok pada daun yang disebabkan oleh jamur dan serangga. Semoga bermanfaat dan nantikan terus postingan lainnya hanya di website www.tanamanbuah.com .