Assalamualaikum Wr. Wb. Pada postingan kali ini kita akan masuk kedalam sebuah penjelasan berkaitan dengan curhatan banyak para pembaca di tanamanbuah.com mengenai penyakit karat daun atau yang dikenal namanya cephaleuros virescens.

Tanaman kelapa sawit pada saat ini di beberapa tempat memang mengalami gejala karat daun yang cukup mumpuni dan cukup banyak sehingga meresahkan bagi para petani kelapa sawit kita. Namun dengan adanya penyakit karat daun / cephaleuros virescens ini tidak perlu bingung atau tidak terlalu galau karena karat daun ini jika penyebarannya belum sampai pelepah, maka belum begitu berpengaruh terhadap produksi.

Karat Daun

Karat Daun

Faktor Pemicu Karat Daun

Karat daun yang terjadi pada saat ini banyak terjadi di tepi jalan kemudian menyerang dimulai dari pelepah yang paling bawah bahkan sampai ke atas. Karat daun ini sangat dipengaruhi oleh beberapa hal:

  1. Hal yang pertama adalah memang iklim itu sendiri. ketika dia panas, hujan, panas, hujan maka karat daun akan muncul.
  2. Kemudian yang kedua adalah berkaitan dengan sanitasi atau kebersihan lahan itu sendiri. Lahan sudah bersih, namun cuaca dalam kondisi panas, hujan, panas, hujan juga akan muncul karat daun.

Karat daun dimulai dari pelepah paling bawah sampai naik keatas. Pada pelepah yang paling bawah mungkin belum banyak berpengaruh terhadap produksi karena bahwa karat daun ini tidak mematikan tanaman kelapa sawit. Namun pada prinsipnya karat daun ini jika berada dalam posisi permukaan / daun atas, maka dia akan menghambat fotosintesis.

Karat Daun Menghambat Fotosintesis

Karat Daun Menghambat Fotosintesis

Padahal karat daun akan ada pada kondisi level tinggi dimana dia akan menyerang bagian bawah daun juga. Ketika dia sudah menutup daun dan kondisinya banyak maka jelas akan mengurangi laju fotosintesis pada tanaman kelapa sawit. Dengan laju fotosintesis yang berkurang maka produksi pasti akan drop.

Penanganan Penyakit Karat Daun

Kemudian seperti apa penanganan karat daun ini? Perlu kita ketahui bahwa karat daun ini akan menyerang dimulai dari kelopak paling bawah kemudian lama-lama dia akan naik sampai ke atas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika dia sudah mencapai pelepah yang ke-17 itu baru menjadi fatal.
Akibatnya terjadi penurunan yang cukup drastis. Tapi kalau misalnya pada pelepah bawah, misalnya pada pelepah-pelepah bawah satu songgol saja mungkin belum begitu banyak berpengaruh.

Karena di perusahaan sendiri sampai dengan saat ini belum ada penanggulangan karat daun ini karena dianggap masih tidak berpengaruh terhadap produksi yang anda. Ketika petani, planter atau masyarakat semua sudah mulai galau bagaimana cara penanggulangannya, ternyata karat daun ini bisa ditanggulangi dengan menggunakan fungisida ataupun anti jamur.

Maka anti jamur yang digunakan atau fungisida nya berbeda dengan fungisida yang biasa di pembibitan. Kalau biasanya kita memakai propineb atau mancozeb tapi kali ini bahan aktifnya adalah berbahan tembaga yaitu tembaga hidroksida ataupun oxysulfat.

Fungisida Bahan Tembaga

Fungisida Bahan Tembaga

Jadi intinya cari fungisida berbahan aktif tembaga yang nanti kita semprotkan secara berkala. Untuk pengendalian secara berkala biasanya kita semprotkan dengan menggunakan takaran 0,2% untuk menanggulangi daun bawah agar karat daun tidak menyebar sampai ke atas.

Untuk rotasinya sebaiknya dilakukan sekitar seminggu sekali. Sebelum kita melakukan pengendalian fungisida ini, yang harus kita lakukan adalah pengecekan sanitasi itu sendiri.

Jamur akan tumbuh dengan bagus pada kondisi dimana kelembaban tinggi. Seperti yang ktia bahas tadi jika cuaca hujan, panas, hujan, panas maka kelembaban cukup mumpuni dan kondisi di daerah piringan kita juga cukup lembab dengan gulma yang tidak terpelihara, maka sangat dimungkinkan akan munculnya karat daun.

Secara estetika memang karat daun ini sangat berpengaruh pada psikologis para petani. Bagaimana tidak, ketika petani melihat daun di lahan hijau, maka akan semangat sekali begitu juga sebaliknya.

jadi untuk para petani tidak usah galau dan cemas, mari kita tanggulangi karat daun ini menggunakan fungisida yang berbahan aktif tembaga. Terutama tembaga hidroksida yang bisa dipilih dari beberapa merek seperti contohnya Nordox.

Mungkin itu saja yang bisa kami sampaikan pada postingan kali ini, intinya para petani tidak perlu risau dan galau namun juga waspada dan perlu ditanggulangi. Karena karat daun ini walaupun tidak berbahaya namun akan mempengaruhi produktifitas kelapa sawit ketika sudah mencapai pelepah yang paling atas. Tapi kalau masih dibawah, mari ktia tanggulangi dengan fungisida berbahan aktif tembaga. Semoga bermanfaat, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga : Penyakit Chimera Kelapa Sawit