Halo sobat planter semuanya, pada postingan kali ini kita akan sedikit membahas mengenai tanaman kelapa sawit yang secara lahiriyah/fisik cantik, akan tetapi kecantikannya tersebut merupakan sebuah penyimpangan, atau istilah nya penyimpangan genetik. Pada gambar dibawah ini merupakan ciri-ciri tanaman kelapa sawit yang mengalami penyimpangan vegetatif yang dikenal dengan istilah chimera.

Chimera Pada Helai Daun Kelapa Sawit

Chimera Pada Helai Daun Kelapa Sawit

Jenis-jenis Chimera dan Ciri Fisiknya

Chimera ini adalah salah satu kelainan pada tanaman kelapa sawit yang mengalami ketidak sempuranaan dalam pembentukan warna daun nya. Tidak seperti tanaman kelapa sawit normal lainnya yang memiliki warna lebih hijau secara keseluruhan baik helaianya, maupun seluruh helaian dalam satu pelepah ataupun seluruh pelepah nya hijau. Penyakit chimera ini juga ada banyak jenisnya. Ada jenis yang chimera yang berdampak pada helai daun, dimana dalam satu helai itu ada warna kuning separuh dan lainnya hijau. Ada juga dalam satu pelepah, separuh helaiannya hijau dan separuh yang lain kuning seperti gambar dibawah ini.

Chimera Tanaman Kelapa Sawit

Chimera Tanaman Kelapa Sawit

Dan ada juga jenis chimera yang tidak beraturan warnanya / acak. Sebenarnya Chimera ini termasuk dalam kategori afkir dalam pembibitan. Penyakit Chimera ini juga bisa terdeteksi waktu masih dalam pre nurseri maupun di main nursery, yang mana ciri fisiknya yaitu timbulnya belang-belang pada helai daun pembibitan. Apabila sudah terdeteksi di Pre Nursery maupun di Main Nursery, maka langkah yang kita ambil adalah kita afkirkan / musnahkan.

Baca Juga : Jenis Tanah di Perkebunan Kelapa Sawit

Selain itu, ada juga Chimera yang sudah lolos di Pre Nursery, Main Nursery tapi timbul pada waktu kelapa sawit itu sudah dewasa. Biasanya pada awal tiga tahun pertama, sudah muncul gejala Chimera ini. Chimera pada masa tua ini kebanyakan jenis chimera yang sebelah kuning, dan sebelahnya lagi masih hijau. Chimera yang menyerang kelapa sawit dewasa juga berdampak pada pelepah nya. Biasanya pelepahnya berwarna belang-belang.

Chimera Pada Tanaman Hias

Chimera ini tidak sepenuhnya merugikan, karena belakangan ini, banyak dicari untuk tanaman hias. Tentunya chimera yang menyerang pada tanaman hias seperti rumput gajah. Kemudian dinamakan dengan istilah varigata. Contoh lainnya adalah lidah mertua / sansevieria. Lidah mertua yang mengalami kelainan pigmen warna disebut dengan sansevieria variegata.

sansevieria variegata

sansevieria variegata

Tapi untuk kelapa sawit, chimera ini wajib untuk di singkirkan. Karena hal ini akan berdampak pada produktifitas tanaman tersebut. Karena fotosintesis yang dihasilkan oleh daun tidak maksimal, hasilnya buah sawit ini cenderung mempunyai pertumbuhan yang lambat dibanding kelapa sawit normal. Lalu, kalau chimera tersebut menyerang kelapa sawit tua bagaimana ? satu-satu nya cara yaitu di tumbangkan.

Mungkin itu saja yang dapat saya bagikan dalam postingan hari ini, sekali lagi kita harus jeli dalam penanaman kelapa sawit terutama beberapa penyimpangan genentik berkaitan dengan Chimera ini. Karena penyimpangan genetik pada kelapa sawit tidak bisa dirubah kondisinya. Artinya, sampai kapanpun kalau sudah terkena chimera, maka selamanya tetap dalam kondisi chimera tersebut. Walaupun sudah di treatment dengan segala macam seperti dikasih borax dan lainnya, tetap saja kalau sudah terkena chimera ini karena sudah bawaan dari faktor genetik pada tanaman tersebut.

Semoga menambah wawasan kita semua, terimakasih dan salam planter Indonesia..