Assalamu’alaikum.. Halo sobat planters, dalam bercocok tanam baik di lahan luas khususnya menggunakan wadah, misalnya pot, polybag, planterbag atau semacamnya, tentunya kita tak lepas dari tanaman lain yang dianggap mengganggu yaitu gulma. Maka di postingan kali ini kita akan membahas seluk beluk tentang gulma tersebut meliputi definisi tentang gulma, ada berapa tanaman yang termasuk dalam jenis gulma, dari mana sumber gulma tersebut, apakah efek negatif yang ditimbulkannya dan apakah ada manfaat dari keberadaan gulma tersebut. Mari kita ulas secara detail ya sobat planters.

Gulma Rumput Teki

Gulma Rumput Teki

Gulma yaitu tanaman-tanaman yang tumbuh liar tanpa kita kehendaki di area sekitar tanaman pokok yang dianggap mengganggu. Sekarang jika ada pertanyaan mengapa dianggap mengganggu tetapi bukan tanaman pengganggu ? Alasannya yaitu, karena untuk jenis-jenis tanaman yang dianggap gulma / mengganggu tentunya masing-masing pribadi berbeda pendapat tergantung tanaman apa yang kita tanam dan oleh siapa. Sebagai contoh, misalnya kita penghobi adenimu, bonsa ataupun tanaman hias lainnya, rumput-rumput liar yang tumbuh di pot ataupun di polybag tentunya dianggap gulma atau pengganggu. Akan tetapi tak jarang ditemui pada pot/polybag tersebut tumbuh misalnya bayam atau pohon pepaya. Dan tentunya kita sebagai penghobi adenium , bonsai ataupun tanaman hias lainnya, keberadaan tanaman tersebut kita anggap sebagai gulma atau tanaman pengganggu. Dan karena pada pot/polibag tersebut akan terjadi kompetisi ataupun perebutan nutrisi. Dan untuk mengantisipasi hal-hal buruk lain yang ditimbulkannya, dan tentunya kita sebagai penghobi adenium, bonsai ataupun tanamna hias lainnya, tentu kita akan mencabut dan membuaang pohon pepaya tersebut bukan ? Akan tetapi, bagi para petani sayuran, bayam dan pohon pepaya tersebut tentu tidak akan dianggap gulma. Mereka akan menganggap rumput-rumput liar yang ada di sekitar sayurannya dianggap gulma, dan akan melakukan hal yang sama seperti kita sebagai penghobi adenium, bonsa dan tanaman hias lainnya yaitu dengan mencabut atau membuang rumput-rumput liar tersebut. Dan berbeda kasus dengan sahabat kita seorang peternak, tentunya menganggap rumput-rumput liar tersebut merupakan sesuatu yang sangat berharga yaitu untuk pakan ternaknya.

Baca Juga : Cara Membasi Rumput Ilalang

Jadi, dari ulasan tersebut bisa ditarik keseimpulan bahwa untuk definisi atau pengertian tentang gulma dan jenis-jenis tanaman apa sajakah yang tergolong dalam tanaman gulma, mengganggu ataupun pengganggu, tentunya tergantung dari jenis tanaman apa yang kita peliharakan dan oleh siapa. Apakah anda setuju ?

Sumber Bibit Gulma

Bibit gulma bisa bersumber dari bahan-bahan media tanam ataupun pupuk organik yang kita gunakan tidak steril/terkontaminasi, atau bibit-bibit gulma tersebut tercampur bersamanya baik secara langsung ataupun tidak lansung. Sebagai contoh, penggunaan media tanam yang masih mentah / pupuk kandang misalnya kotoran kambing. Sebelum digunakan sebaiknya pupuk kandang tersebut kita olah dengan cara difermentasi selama beberapa waktu sehingga bibit gulma akan mati selama proses tersebut.

Gulma di Media Tanam

Gulma di Media Tanam

Pasir malang atau pasir kali maupun pasir bangunan, bisa juga menjadi sumber bibit gulma tersebut berasal. Sebelum digunakan jika
diperlukan kita bisa rendam pasir tersebut beberapa saat, cuci hingga benar-benar bersih dan jemur hingga kering dan siap untuk kita gunakan. Bibit gulma juga bisa berasal dari tanaman-tanaman yang ada disekitarnya yang penyebarannya ikut terbawa dari hembusan tiupan angin dan air hujan.

Kerugian / Efek Negatif Gulma

Gulma yang tumbuh liar disekitar tanaman pokok ataupun tanaman induk bisa mengakibatkan terjadinya kompetisi yaitu perebutan tempat sekaligus perebutan unsur-unsur hara pada media tanam. Sehingga bisa mengganggu pertumbuhan tanaman pokok tidak subur, stagnan dan kerdil. Efek negatif yang lain adanya gulma yaitu bisa membuat tanaman pokok lebih rawan dan rentan terhadap serangan hama dan penyakit karena keberadaan gulma tersebut bisa menghalangi sinar matahari langsung yang mengarah pada tanaman pokok dan media tanamn. Ketika hal tersebut terjadi, maka proses fotosintesis bisa terganggu atau tidak maksimal, sehingga tentunya akan berpengaruh pada proses pertumbuhan. Dan pada media tanam cenderung memiliki kelembapan lebih tinggi dari sebelumnya sehingga rawan terjadi serangan jamur ataupun cendawan, belum lagi hama dan penyakit lainnya. Bahkan untuk jenis-jenis gulma tertentu memiliki kemampuan yang unik yaitu mampu menghambat atau membunuh tanaman di sekitarnya misalnya rumput teki dan alang-alang dengan sifat alelopati nya.

Dampak negatif adanya gulma pada lahan luas atau lahan pertanian yaitu mampu menurunkan jumlah produksi baik kualitas ataupun kuantitasnya. Waktu mengolah lahan lebih sedikit lebih panjang dari biasanya serta besar biaya yang harus dikeluarkan untuk membasi gulma tersebut. Serta tentunya boros air karena gulma tersebut juga menyerap air dan melepaskan melalui penguapan yang berlebih.

Manfaat / Dampak Positif Gulma

Selain dampak negatif adanya gulma pada pot atau polyback, ternyata rumput-rumput liar dengan jenis tertentu bisa diolah dan dimanfaatkan untuk kesehatan yaitu sebagai berikut :

  1. Suket / Rumput Teki (Cyperus Rotundus)
    Banyak diolah dan dimanfaatkan terutama pada umbi dan akar karena pada bagian tersebut mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid. Dan umbi yang berwarna coklat tersebut bisa diolah sebagai bahan makanan seperti emping. Tepung umbi teki bisa diolah sebagai bedak dingin, pengusir nyamuk dan bisa juga digunakan sebagai obat herbal antara lain : mengurangi nyeri haid, mengurangi kejang perut, pelancar air seni bahkan bisa digunakan obat kencing batu. Bahkan umbi rumput teki bisa diolah sebagai bahan dasar obat keperkasaan pria.

    Umbi Rumput Teki

    Umbi Rumput Teki

    Dan ternyata bonggol dan akar rumput teki bisa diolah menjadi PGPR (plant growth-promoting rhizobacteria) yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan tanaman. Ternyata ketika rumput teki masih hidup, zat alelopati yang dimilikinya dapat menjadi racun bagi tanaman di sekitarnya. Dan ketika rumput teki itu mati atau menjadi kompos, ternyata zat tersebut bisa menjadi racun bagi dirinya sendiri dan gulma lain yang ada disekitarnya pula.

  2. Patikan Kebo / Daun Biji Kacang
    Adalah jenis tanaman gulma dengan ciri-ciri berdaun hijau cenderung sedikit coklat agak kemerahan dan ketika di petik akan mengeluarkan getah putih berwarna putih susu. Selain dianggap tanaman gulma ternyata patikan kebo kaya akan manfaat untuk kesehatan antara lain untuk mengurangi gejala gangguan pernapasan seperti asma. Karena pada tanaman ini memiliki kandungan mirip obat anti astatik yang memberi efek rileks terhadap saluran udara. Bisa juga untuk obat sakit tenggorokan, batuk kronis dan bronkitis, menyehatkan kulit karena mengandung antioksidan yang berfungsi untuk mempercepat proses penyembuhan dengan mempercepat aliran darah ke kulit dengan mengolahnya menjadi salep / krim sekaligus dapat memperlambat penuaan kulit.

    Daun Patikan Kebo

    Daun Patikan Kebo

    Akar patika kebo ternyata bermanfaat untuk mengurangi nyeri pada perut. Dan daun patikan kebo juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tumbuh. Dan ternyata daun tumbuhan ini digunakan untuk meningkatkan libido atau gairah pada pria serta untuk meningkatkan fertilitas atau kesuburan namun hindari kontak secara langsung dengan getah tanaman tersebut karena bisa menimbulkan alergi dan iritasi kulit.

  3. Meniran / Phyllantus Urinaria
    Selain dianggap sebagai tanaman pengganggu atau gulma ternyata banyak digunakan sebagai bahan dasar obat tradisional yang bermanfaat bagi kesehatan antara lain bisa mencegah batu ginjal karena ekstrak daun meniran tinggi kandungan zat yang dapat batu ureter dan empedu dan kaya akan flavanoid yang sangat penting untuk memperlancar air seni. Meniran juga memiliki sifat anti kanker karena mampu memperlambat proses pertumbuhan sel tumor. Rebusan daun meniran juga bisa digunakan untuk mencegah diare maupun diabetes dan menangkal radikal bebas karena daun menniran bertindak sebagai antioksidan.

    Daun Meniran

    Daun Meniran

    Meniran juga dianggap mampu meredakan peradangan, memiliki sifat anti mikroba, mengendalikan gula darah dan mengatasi hipertensi / darah tinggi karena mengandung kalium yang tinggi, mencegah penyakit kulit dengan cara menekan pertumbuhan jamur dan bakteri dan masih banyak manfaat lainnya yang dibutuhkan oleh kesehatan.

  4. Krokot Bunga Kuning
    Selain dianggap sebagai tanaman pengganggu, ternyata tanaman krokot juga mengandung senyawa yang berkhasiat untuk kesehatan antara lain untuk melancarkan sirkulasi darah karena mengandung zat besi sehingga mampu merangsang produksi sel darah merah dan mengingkatkan kadar oksigen. Kandungan asam omega tiga yang lebih banyak dari ikan laut juga berfungsi meningkatkan fungsi sistem kardiovaskuler dan menurunkan kolesterol jahat, penangkal kanker, penangkal radikal bebas dan mampu menguatkan tulang dan gigi sekaligus menjaga berat badan tetap ideal karena daun krokot juga kaya serat namun rendah kalori dengan mengolahnya menjadi lalapan atau kita masak terlebih dahulu dengan cara ditumis.

    Krokot Bunga Kuning

    Krokot Bunga Kuning

    Tanaman krokot juga sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair (POC) karena kaya akan kandungan kalium yang sangat bagus untuk tanaman.

Selain manfaat gulma dengan jenis-jenis tertentu untuk kesehatan, keberadaan gulma-gulma tersebut secara umum membuat kita lebih perhatian terhadap tanaman peliharaan kita. Dan ketika kita cabut atau buang gulma-gulma tersebut secara tak langsung kita memberi ruang pada media tanam atau lahan sehingga memiliki sirkulasi udara yang baik dan memberi ruang pada akar untuk tumbuh. Semakin subur gulma yang tumbuh, maka menandakan unsur-unsur hara pada media tanam atau lahan juga mencukupi. Dan semakin panjang dan banyak akar gulma yang tumbuh, menandakan bahwa media tanam yang kita gunakan memiliki tingkat keporosan yang baik.

Layunya gulma atau tanaman pengganggu dengan jenis-jenis tertentu juga bisa kita gunakan sebagai indikasi atau tanda bahwa tanaman kesayangan kita membutuhkan penyiraman atau air. Gulma juga bisa mengurangi efek buruk pada saat kita melakukan kesalahan dalam pemupukan atau pemberian pestisida dalam dosis yang berlebih / overdosis.

Manfaat lain tanaman gulma yaitu sebagai bahan dasar pembuatan pupuk kompos dengan cara kita fermentasi selama beberapa waktu. Dan tanaman gulma juga bisa kita gunakan sebagai bahan dasar pupuk organik cair (POC) bisa juga kita olah sebagai pestisida nabati yang tentunya bermanfaat untuk tanaman. Atau bisa juga kita gunakan sebagai mulsa.

Jadi, selain efek negatif adanya gulma misalnya serangan hama ataupun penyakit, ternyata ada nilai positif yang bisa kita ambil dari keberadaan gulma tersebut baik pada lahan ataupun pot/polybag tergantung kita menyikapinya dan mampukan kita mengolah dan memanfaatkannya.

Baik sobat planters, cukup sekian pembahasan kali ini dan semoga bermanfaat. Jangan jadikan keterbatasan untuk tidak berkreasi.

Wassalamu’alaikum…