Salam Planter Indonesia, kali kita akan mereview pestisida yang digunakan untuk mengendalikan jamur (fungisida). Pada budidaya kelapa sawit, fungisida banyak digunakan dalam volume yang sangat besar pada fase pembibitan kelapa sawit. Dimana pada fase pembibitan kelapa sawit ini sering terjadi serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur itu sendiri. Misalnya : Karat Daun, Antracnose, Bercak Ungu, Blast dsb. Semua itu bisa menimbulkan fase kematian pada bibit kita.

Bahan Aktif Fungisida

Fungisida dalam pembibitan itu biasanya menggunakan dua bahan aktif yaitu :

  1. Propinep 70% merek Antracol
  2. Mankozeb 80% merek Dithane
Fungisida Antracol

Fungisida Antracol

Kedua fungisida ini adalah dua contoh saja dari ribuan merek dagang yang beredar. Inti dari pengendalian penyakit di pembibitan sendiri yang berkaitan dengan serangan jamur ini adalah langkah Preventif. Artinya dilakukan berulang dan terjadwal walaupun belum ada serangan. Jangan sampai bibit itu sudah terserang dulu baru dikendalikan. Yang mana apabila sudah terkena jamur misalnya bercak atau blast, maka penangananya luar biasa.

Karakteristik Jamur

Salah satu keunggulan dari jamur yang menyebabkan penyakit di pembibitan adalah kecepatan merambatnya itu luar biasa cepat. Terlebih lagi bahwa jumlah air yang masuk ke dalam pembibitan setiap hari itu jumlahnya banyak, apalagi kita menggunakan selang otomatis. Kita tahu bahwa media air adalah sebuah media yang paling bagus untuk penyebaran jamur ini.

Para petani Indonesia, kita harus mengendalikan jamur ini menggunakan cara preventif. Ada serangan atau tidak, tetep kita berikian fungisida ini. Namun bedanya ketika kita punya program preventif, maka penggunaan fungisida ini bisa kita tekan. Misalnya, apabila sudah terkena bercak daun atau blast, maka penggunaan konsentrasi larutan mankozeb itu bisa 0.2 % – 0,3 % yang artinya adalah 30 gram per cap sampai 40 gram per cap nya. Jumlah tersebut merupakan angka yang besar dan itu rutinitas frekuensinya lebih cepat. Namun jangan sampai sudah terserang baru dikendalikan. Kalau seandainya belum terserang tapi sudah preventif dulu, maka penggunaan mankozeb atau propinep sebagai bahan aktif fungisida ini bisa kita tekan dan hanya menggunakan 10 – 15 gram saja per cap nya. Misalkan rotasinya adalah seminggu sekali di Pre Nursery ataupun 2 minggu sekali di Main Nursery dengan menggunakan 0.1 – 0.15 % bahan aktif fungisida ini.

Baca Juga : Penyakit Chimera Kelapa Sawit

Bentuk dan Karakteristik Fungisida

Kedua fungisida baik bahan aktif nya propinep (merek dagang : antracol) maupun mankozeb (merek dagang : dithane) itu keduanya memiliki bentuk bubuk sehingga harus diperhatikan cara pelarutanya. Sebagai contoh, Dithane 80 WP artinya Wet Powder atau Serbuk / Tepung Kering, rata-rata berwarna kuning. Kemudian kalau Propinep rata-rata berwarna putih kekuningan seperti gambar dibawah ini.

Kendala nya adalah jangan sampai kita menggunakan wet powder ini disamaratakan dengan yang berbentuk cair. Misalkan penggunaan Lamda Sihalotrin untuk pengendalian hama di pembibitan maka aplikasinya relatif gampang karena bentuknya emulsi. Tetapi wet powder ini bentuknya tepung. Oleh karena itu, fungisida powder ini harus dilarutkan terlebih dahulu dengan sedikit cairan agar menjadi larutan induk, kemudian baru diencerkan sampai dengan satu cap.

Pengenceran Powder Fungisida

Pengenceran Powder Fungisida

Untuk penggunaanya ketika dilapangan, kita harus kalibrasi menggunakan botol atau bekas air mineral. Sehingga kalau penggunaanya 30 gram tinggal ambil menggunakan botol tersebut kemudian di encerkan.

Larutan Fungisida Siap Semprot

Larutan Fungisida Siap Semprot

Sekali lagi fungisida lebih bagus dilakukan secara preventif, artinya jangan nunggu diserang dulu baru di laksanakan. Memang secara biaya dan hitung-hitungannya preventif ini jauh lebih murahs selain bibit kita menjadi lebih prima. Karena begitu kena serangan bercak ungu, blast, maka bibitnya tidak bisa kembali lagi seperti semula. Oleh sebab itu, jaga secara rutin dikendalikan walaupun dengan dosis yang lebih rendah daripada penanganan ketika sudah terserang.

Terimakasih, Semoga bermanfaat, jangan lupa untuk simak terus materi baru di www.tanamanbuah.com, Salam Planter Indonesia, dan Bahagia selalu.