Assalamu’alaikum Wr. Wb. Pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai penggunaan herbisida pada tanaman kelapa sawit. Secara umum masyarakat dan para petani masih takut menggunakan herbisida bahan aktif Gliphosat atau yang dikenal dengan racun kuning dan Paraquat atau yang dikenal dengan racun hijau.

Kedua bahan tersebut masih ditakuti oleh para petani khususnya kelapa sawit karena ditakutkan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan kelapa sawit itu sendiri.

Herbisida Sistemik Elang

Herbisida Sistemik Elang

Perlu diketahui bahwa Gliphosat mempunyai sifat sistemik, sedangkan Paraquat bersifat kontak. Ketika kita mengendalikan gulma, maka otomatis fokus kita adalah bagaimana gulma yang ada dipiringan atau di gawangan akan kita kendalikan. Secara otomatis lapisan tanah kita sudah tertutup oleh gulma itu sendiri.

Jadi, ketika kita menggunakan dosis / takaran yang sesuai, maka kedua bahan ini tidak berpengaruh negatif dengan tanaman kelapa sawit. Yang sering terjadi adalah ketika kita tidak puas dengan konsentrasi yang diberikan. Karena kita tahu bahwa sistemik butuh waktu yang lama. Secara umum, takaran yang digunakan adalah 60-90cc per 15 liter air.

Banyak para petani yang khawatir ketika menggunakan kedua bahan tersebut akan meresap ke akar kelapa sawit sehingga berpengaruh pada produktifitas nya. Untuk hal ini tidaklah benar, kalau menggunakan takaran yang tepat. Kecuali digunakan untuk tanaman lain yang digunakan sebagai bahan pangan seperti teh dan sayuran maka ini akan berpengaruh karena rotasi pemanenannya berkaitan dengan serapan dari herbisida itu sendiri.

Jadi ketika kita menggunakan gliphosat yang bersifat sistemik di piringan kelapa sawit, maka yang berpengaruh adalah daun gulma itu sendiri. Oleh sebab itu herbisida tersebut boleh dilakukan untuk kelapa sawit yang dewasa dan siap panen.

Kemudian ada pertanyaan, ketika kita menyemprotkan herbisida sistemik ke piringan kelapa sawit apakah tidak membakar bulu-bulu akar? Jawabannya adalah tidak, karena bulu-bulu akar yang paling banyak berada di daerah lembab terutama di bawah piringan. Ketika kita menyemprotkan herbisida di piringan otomatis akan langsung mengenai daun gulma itu sendiri dan tidak terserap oleh akar kelapa sawit.

Kemudian untuk residu di dalam tanah akibat penggunaan racun kuning / gliphosat sampai dengan saat ini tidak begitu berpengaruh terhadap yang akan diserap kelapa sawit. Untuk itu para petani kelapa sawit diharapkan tidak takut untuk menggunakan herbisida sistemik saat gulma mulai bermunculan.

Mungkin itu saja dulu yang bisa kami sampaikan berkaitan dengan penggunaan herbisida sistemik seperti Gliphosat atau yang dikenal dengan istilah racun kuning pada tanaman kelapa sawit. Karena untuk menekan biaya yang tinggi dalam pemberantasan gulma pada kelapa sawit dibutuhkan herbisida tersebut. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan sukses selalu pertanian Indonesia. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga : Cara Membasi Rumput Ilalang