Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Hai sobat dan sahabat pecinta tanaman buah, bonsai dan tanaman lainnya, kembali lagi bersama TanamanBuah.com blog yang mengulas seputar seni bercocok tanam, perawatan dan peternakan baik secara organik maupun non organik. Pada postingan kemarin kita telah mengulas secara rinci bagaimana cara membuat MOL sederhana dari nasi basi. Nah, untuk lanjutannya kita akan membahas mengenai cara aplikasi atau penerapan MOL nasi tersebut sebagai dekomposer sampah organik menjadi pupuk Kompos.

Baca Juga : Membuat MOL Nasi

Tujuan dari dekomposer ini yaitu memanfaatkan sesuatu yang ada disekitar kita menjadi sesuatu yang bernilai lebih berguna dan bermanfaat terutama bagi kita yang hobi bercocok tanam dengan biaya yang murah dan dengan bahan-bahan yang mudah. Sekaligus bisa mengurangi sampah agar tidak mencemari lingkungan. Bagaimanakah cara aplikasi mol atau mikroorganisme lokal dari nasi sisa tersebut sebagai dekomposer, bahan-bahan apa saja yang bisa kita gunakan dan bagaimana hasilnya? yuk mari kita simak selengkapnya berikut ini.

Persiapan Dekomposer Sampah Organik

Persiapan Dekomposer Sampah Organik

Adapun bahan-bahan organik yang bisa kita urai menjadi kompos ataupun bokashi menggunakan MOL nasi sisa tersebut sebenarnya cukup banyak dan mudah didapatkan. Antara lain limbah-limbah rumah tangga yang berasal dari sampah dapur misalnya: sisa sayur, kulit telur, kulit buah, tisu dan sebagainya. Daun-daun kering, rumput atau gulma yang berasal dari pot ataupun pekarangan rumah kita dan beberapa bahan organik lainnya juga bisa kita gunakan. Namun perlu ditambahkan, jika kita ingin menggunakan bahan-bahan yang berasal dari sampah-sampah dapur hindari bahan yang mengandung minyak, daging ataupun tulang karena selain bisa memperlambat proses pengomposan juga akan sulit terurai sekaligus mol nasi sisa tersebut bisa kita gunakan untuk mendaur ulang media tanam bekas sehingga bisa kita gunakan kembali untuk masa tanam berikutnya.

Mencacah Bahan

Mencacah Bahan

Sebelum kita proses, bahan-bahan organik yang telah kita kumpulkan kita potong ataupun cacah sehingga berukuran lebih kecil dengan tujuan agar lebih cepat terurai dan untuk mempercepat proses pengomposan. Seperti disebutkan pada postingan sebelumnya, untuk perbandingan antara MOL nasi sisa dengan air bersih sebagai dekomposer yaitu 1 banding 5 artinya satu bagian mol nasi sisa tersebut kita campuran air bersih sebanyak 5 bagian dan tambahkan molase sebanyak 5% agar mikroba yang ada bekerja lebih giat sehingga proses pengomposan bisa berjalan lebih cepat. Aduk larutan tersebut hingga merata dan siap untuk kita gunakan.

Campurkan semua bahan organik yang kita kumpulkan. Misalnya rumput atau gulma kering yang berasal dari pot / polybag. Atau bisa juga daun bambu dan daun-daun kering lainnya.

Proses Pencampuran Sampah Organik

Proses Pencampuran Sampah Organik

Tambahkan kotoran hewan agar nutrisi lebih lengkap.

Penambahan Kotoran Hewan

Penambahan Kotoran Hewan

Siram dengan larutan MOL dan aduk hingga merata.

Tambahkan MOL Nasi

Tambahkan MOL Nasi

Untuk bahan organik yang digunakan opsional dan banyak sedikitnya disesuaikan. Jika ingin hasil lebih maksimal gunakan alat spray agar lebih merata. Sebaiknya mol nasi tersebut disaring dulu agar tidak menyumbat alat spray.

Setelah kita semprot dan bahan-bahan yang ada sudah tercampur secara merata dengan kadar kelembaban 30% hingga 40% dengan ciri-ciri ketika kita genggam sedikit menggumpal atau ketika kita peras air tidak menetes maka sudah siap untuk kita masukkan ke dalam karung atau dengan wadah lainnya yang sudah anda siapkan.

Sampah Organik Sudah DIsemprot MOL

Sampah Organik Sudah DIsemprot MOL

Isilah karung tidak terlalu penuh, kurang lebih cukup setengah hingga tiga perempat dari kapasitasnya dengan tujuan untuk memudahkan mengaduk dan membolak-balik selama proses pengomposan berlangsung. Hal tersebut juga bertujuan untuk menambahkan bahan-bahan organik berikutnya misalnya seperti yang sudah disebutkan yaitu sampah-sampah dapur seperti potongan sayur, tisu, kulit telur, ataupun bahan-bahan organik lainnya.

Pengisian Sampah dan MOL ke Dalam Karung

Pengisian Sampah dan MOL ke Dalam Karung

Dan sebaiknya juga kita potong atau cacah sebelumnya sehingga berukuran lebih kecil. Masukkanlah bahan-bahan organik yang telah kita kumpulkan ke dalam karung lalu aduk kembali atau cukup kita ambil media di bawahnya untuk menutupinya. Kemudian semprot kembali dengan mol nasi dengan takaran yang sama. Ikat dengan kuat dan hal ini bisa dilakukan setiap hari hingga karung tersebut terisi dengan penuh.

Tempatkanlah karung-karung tersebut di tempat yang teduh tanpa terkena sinar matahari secara langsung ataupun guyuran air hujan. Dan selama proses penguraian tersebut berlangsung setiap 2 minggu sekali kita buka tali pengikatnya lalu aduk kembali dengan cara cukup kita bolak-balik karung tersebut. Dengan tujuan untuk aerasi atau sirkulasi udara untuk menghindari terjadinya suhu yang berlebih di dalam karung.

Hal tersebut juga untuk mengetahui keadaan di dalam karung sekaligus untuk mengetahui kelembabannya. Jika sedikit mengering maka perlu kita semprot kembali dengan mol nasi dan setelah bahan organik terakhir kita masukkan ke dalam karung, kurang lebih 1 bulan berikutnya hasilnya sudah siap untuk kita gunakan.

Hasil kurang lebih satu bulan setelah bahan organik terakhir di masukkan ke dalam karung :

Hasil Dekomposer Sampah Organik Setelah 1 Bulan

Hasil Dekomposer Sampah Organik Setelah 1 Bulan

Untuk ciri-ciri pengomposan yang berhasil yaitu bahan-bahan awal yang kita gunakan sudah tidak tampak kembali. Lebih halus dan suhu telah menurun atau tidak panas. Dan sebelum kita gunakan sebaiknya hasil tersebut kita jemur di bawah sinar matahari secara langsung dengan tujuan untuk mengurangi kadar airnya sekaligus untuk mengusir binatang binatang kecil yang kemungkinan ada di dalamnya.

Kita jemur kompos tersebut setipis mungkin sehingga proses pengeringan bisa berjalan lebih cepat dan tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi binatang-binatang kecil yang kemungkinan masih ada dan tersisa.

Proses Penjemuran Kompos

Proses Penjemuran Kompos

Sedangkan untuk cepat atau lambatnya proses penguraian tersebut tergantung bahan apa yang kita gunakan, ukurannya serta banyak dan sedikitnya. Semakin lama proses yang kita gunakan, maka hasilnya juga akan semakin bagus. Untuk cara aplikasi hasil penguraian tersebut, cukup kita campurkan dengan bahan-bahan media tanam lainnya dengan komposisi disesuaikan.

Nah, mudah bukan untuk membuat dekomposer kompos menggunakan mol nasi tersebut ? Dengan biaya yang murah, bahan yang mudah didapat dan hal yang paling penting bisa mengurangi sampah organik yang kita hasilkan setiap hari menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat terutama untuk kegiatan bercocok tanam dan lingkungan sekitar. Semoga bermanfaat jangan lupa untuk selalu berkreasi dan tetap lestarikan ragam hayati Indonesia.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh..