Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Halo sobat pecinta tanaman buah, bonsai dan tanaman lainnya, pada kali ini tanamanbuah.com akan mengulas bagaimana cara membuat mol atau mikroorganisme lokal berbahan dasar nasi basi atau sisa yang berfungsi sebagai dekomposer untuk mengurai bahan-bahan organik menjadi pupuk kompos dan sebagai bahan dasar pembuatan POC (Pupuk Organik Cair) bagi tanaman kesayangan kita.

Bahan-Bahan Yang Dibutuhkan :

Bahan Pembuatan MOL Nasi

Bahan Pembuatan MOL Nasi

Bahan dasar pembuatan MOL ini adalah nasi sisa. Masukkan nasi tersebut ke dalam wadah. Usahakan wadah tersebut sedikit agak lebar. Ratakan dan agak tipis atau bisa kita kepal-kepal nasi tersebut sebesar bola pingpong lalu tutup nasi tersebut menggunakan kain agar tidak ada lalat ataupun binatang lain yang masuk ke dalam wadah.

Bagaimanakah proses selanjutnya, cara aplikasi dan bagaimana hasil setelahnya, yuk mari kita simak selengkapnya berikut ini.

Proses Pembuatan MOL Nasi :

Setelah kita simpan nasi tersebut dengan keadaan tertutup pada tempat yang sejuk dan tanpa terkena sinar matahari secara langsung selama empat hingga tujuh hari, maka nasi tersebut akan menarik mikroba-mikroba yang ada di sekitarnya dan akan ditumbuhi jamur dominan berwarna orange dan beberapa jamur dengan warna lainnya.

Jamur Pada Nasi

Jamur Pada Nasi

Untuk tips mendapatkan nasi dengan jamur dominan berwarna oranye seperti ini yaitu dengan cara pemurnian. Jadi sebelum kita akan membuat mol dari nasi sisa maka pada minggu sebelumnya kita pancing jamur tersebut menggunakan nasi yang berbeda namun dengan cara yang sama. Pada minggu pertama, setelah nasi tersebut ditumbuhi jamur dengan beraneka warna, kita ambil jamur yang berwarna oranye tersebut menggunakan sendok ataupun alat bantu lainnya. Kita pindahkan dan letakkan pada nasi sisa berikutnya sehingga pada minggu kedua yang kita dapatkan adalah nasi sisa yang benar-benar terdominasi jamur berwarna orange tanpa adanya jamur berwarna lain sebagai bahan dasar pembuatan mol nasi sisa ini.

Untuk proses pembuatan MOL atau mikroorganisme lokal pada dasarnya terdiri dari tiga bahan utama. Yang pertama yaitu karbohidrat, disini menggunakan air Leri atau air cucian beras sebanyak 2 liter. Yang kedua adalah sumber bakteri dan jamur yang terdapat pada nasi sisa tersebut air. Dan yang terakhir adalah glukosa atau molase sebagai sumber makanan dan energi bagi bakteri-bakteri tersebut. Untuk molase / glukosa, disini menggunakan gula merah sebanyak satu setengah butir dengan perbandingan ketiga bahan tersebut yaitu 30:10:3 30 bagian untuk karbohidrat, 10 bagian untuk sumber bakteri dan 3 bagian untuk glukosa.

Cara Pencampuran Bahan MOL :

Untuk mengawalinya kita campurkan air Leri atau air cucian beras sebagai sumber karbohidrat dengan gula merah yang terlebih dahulu kita potong-potong agar mudah larut, lalu aduk hingga merata.

Bahan Pembuatan MOL Nasi Sisa

Bahan Pembuatan MOL Nasi Sisa

Setelah keduanya tercampur secara merata kita masukkan bahan ketiga yaitu nasi sisa yang sudah berjamur tersebut kedalamnya sebanyak kurang lebih 3 sendok atau tiga kepal. Hancurkan dengan cara diremas-remas dan aduk kembali hingga benar-benar merata.

 

Pencampuran Jamur Nasi

Pencampuran Jamur Nasi

Setelah nasi tersebut berbentuk sedikit halus dan setelah semua bahan diaduk merata, langkah selanjutnya yaitu kita masukkan cairan tersebut ke dalam wadah. Misalnya menggunakan bekas botol air mineral ataupun dengan wadah lainnya.

Masukkan Cairan Ke Dalam Wadah

Masukkan Cairan Ke Dalam Wadah

Isilah wadah atau botol bekas air mineral tersebut tidak terlalu penuh dengan tujuan untuk menampung gas yang akan timbul selama proses fermentasi tersebut berlangsung. Atau gas tersebut bisa kita keluarkan dengan cara memasang selang kecil untuk menghubungkan dua buah botol dengan ukuran yang berbeda dimana salah satu ujung selang tersebut kita celupkan di dalam air. Sehingga dengan cara seperti ini kita tidak perlu membuka atau menutup botol tersebut selama proses fermentasi tersebut berlangsung, namun tetap kita kocok botol tersebut setiap 2 hari sekali untuk mempercepat prosesnya. Selama proses fermentasi tersebut berlangsung tempatkan botol tersebut pada tempat yang teduh tanpa terkena sinar matahari secara langsung dengan alasan bahwa bakteri dan jamur tersebut tidak mampu bertahan pada kondisi yang panas dan sengatan matahari. Dikarenakan bisa menyebabkan kematian pada bakteri dan jamur tersebut.

Setelah kita fermentasi selama kurang lebih 7 Hingga 14 hari, maka mol nasi sisa sudah siap untuk kita gunakan dengan ciri-ciri yaitu: berbau wangi layaknya tape, tak ada gas yang keluar ataupun gas yang ada tinggal sedikit dan berwarna kurang lebih seperti gambar ini tergantung molase yang kita gunakan.

Sedangkan untuk ciri-ciri pembuatan mol nasi yang gagal yaitu: berbau tidak sedap, warna cenderung agak gelap disebabkan karena ada salah satu bahan yang kekurangan atau kelebihan jumlahnya bisa juga terkontaminasi oleh udara dari luar dan bahan-bahan lain di sekitarnya. Dan jika terdapat belatung ataupun binatang lainnya di dalam wadah ataupun botol bisa disebabkan oleh tutup botol tidak terlalu rapat ataupun terlalu longgar sehingga tidak perlu kita aplikasikan jika hal tersebut yang terjadi.

Baca Juga : Cara Buat EM4 Sendiri

Cara Aplikasi MOL :

Berikut ini adalah cara aplikasi mol nasi tersebut. Untuk contoh aplikasi mol nasi tersebut sebagai dekomposer yang berfungsi untuk mengurai bahan-bahan organik yang ada di sekitar kita misalnya sampah dapur, daun dan rumput-rumput kering atau untuk mendaur ulang media tanam bekas menjadi kompos ataupun bokashi, kita campurkan 1 bagian mol nasi tersebut dengan 5 bagian air bersih dan 5% molase. Sebagai contoh misalnya untuk 1 liter mol nasi tersebut kita campurkan air bersih sebanyak 5 liter dan 5 persen molase. Untuk penerapan selengkapnya akan kita jelaskan di postingan selanjutnya.

MOL untuk Dekomposer Bahan Organik

MOL untuk Dekomposer Bahan Organik

Sedangkan untuk aplikasi Mol nasi tersebut langsung pada tanaman bisa kita terapkan dengan cara kita kocok terlebih dahulu agar merata dengan dosis normal yaitu satu banding sepuluh. Sebagai contoh misalnya 1 liter mol nasi tersebut kita campur kan dengan air bersih sebanyak 10 liter kemudian kita aduk hingga tercampur merata dan siap untuk kita gunakan.

Pengenceran MOL untuk Aplikasi Langsung

Pengenceran MOL untuk Aplikasi Langsung

Siram atau kocorkan MOL yang sudah kita encerkan tersebut di sekitar area media tanam tanpa mengenai batang utama dengan jumlah disesuaikan tergantung ukuran, usia dan jenis tanaman setiap satu hingga dua minggu sekali. Sebagai catatan untuk pemakaian awal sebaiknya menggunakan dosis yang lebih rendah yaitu 1 banding 20 artinya satu bagian mol nasi tersebut kita campuran air bersih sebanyak 20 bagian. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi terhadap laju pertumbuhan setelah aplikasi dan sekaligus untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan misalnya terjadinya overdosis.

Sebelum Aplikasi MOL

Sebelum Aplikasi MOL

Sesudah Aplikasi MOL

Sesudah Aplikasi MOL

Jika dalam beberapa kali aplikasi ada kemajuan dan tingkat perkembangan tanaman menunjukkan respon yang positif maka kita naikkan secara bertahap dan sebaliknya jika mengarah ke hal yang lebih buruk sebaiknya kurangi dosis yang kita gunakan atau hentikan sama sekali pemakaian MOL nasi tersebut. Perlu ditambahkan bahwa mol nasi pada umumnya juga bersifat asam sehingga bisa mempengaruhi PH media sehingga pemakaiannya pun hendaknya tidak terlalu sering dan tidak terlalu banyak, yaitu cukup satu hingga dua minggu sekali sesuai dosis yang sudah dianjurkan.

Mol nasi sisa sebenarnya bukanlah pupuk walaupun mengandung nutrisi namun dengan jumlah yang sangat kecil. MOL nasi adalah kumpulan mikroba yang berasal dari bakteri dan jamur pada nasi tersebut. Jadi ketika kita aplikasikan pada tanaman, mikroba tersebut mengurai bahan-bahan organik yang berada pada media tanam sehingga mudah terurai dan mudah terserap oleh akar. Sehingga menjadikan tanaman tersebut menjadi subur. Dengan kata lain saat kita gunakan MOL nasi tersebut langsung ke tanaman maka artinya kita memberikan mikroba langsung pada media tanam sehingga untuk memaksimalkan kerjanya maka perbanyaklah bahan organik pada media tanam tersebut dan tambahkan molase setiap aplikasinya sehingga mikroba tersebut lebih giat dalam bekerja.

Cukup sekian tips cara membuat MOL Nasi kali ini, jika anda suka dengan postingan-postingan yang disajikan dan bermanfaat jangan lupa untuk bookmark/simpan alamat blog ini. Nantikan postingan berikutnya, dan jangan jadikan keterbatasan untuk tidak berkreasi. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh …

Baca Juga : Cara Membuat MOL Nasi Basi