Pemupukan menurut pengertiannya adalah proses pemberian pupuk yang dimaksudkan untuk menyediakan hara atau makanan bagi tanaman. Hara atau makanan bagi tanaman terbagi menjadi dua, salah satunya adalah hara makro atau hara yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar. Pada postingan kali ini, kita akan belajar bersama-sama mengenai unsur hara makro penyempurna tanaman yaitu kalium.

Apa itu Kalium?

Kalium adalah salah satu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang K dan nomor atomnya adalah 19. Kalium berbentuk logam lunak berwarna putih keperakan dan termasuk golongan alkali tanah. Kalium teroksidasi dengan sangat cepat dengan udara. Bagi yang belum tahu, Oksidasi adalah proses reaksi terhadap oksigen.

Kalium

Kalium

Kalium juga sangat reaktif terutama dalam air dan secara kimiawi memiliki sifat yang mirip dengan natrium. Kalium dalam bahasa Inggris disebut dengan Potassium. Dalam proses pertumbuhan tanaman, unsur K atau kalium merupakan salah satu unsur hara makro primer yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak. Unsur kalium diserap oleh tanaman dari dalam tanah dalam bentuk ion K plus.

Fungsi Unsur Hara Kalium

Fungsi dari kalium banyak sekali yaitu:

  1. Mempengaruhi susunan dan mengedarkan karbohidrat di dalam tanaman.
  2. Mempercepat proses metabolisme unsur nitrogen.
  3. Mencegah bunga dan buah agar tidak gugur.
  4. Sebagai aktivator enzim. Sahabat tani harus tahu, ada sekitar 80 jenis enzim yang ada pada tanaman dan memerlukan yang namanya unsur kalium untuk proses aktivitasnya.
  5. Membantu penyerapan air dan unsur hara dari tanah oleh tanaman.
  6. Membantu transportasi hasil fotosintesis dari daun ke jaringan tanaman. Fotosintesis adalah proses penyerapan energi matahari oleh tanaman yang kemudian diubah menjadi energi.
  7. Membantu pembentukan pati dan protein.
  8. Mengatur pernapasan dan penguapan pada stomata atau mulut daun.
  9. Mempertinggi daya tahan terhadap kekeringan dan penyakit. Selain itu juga berperan dalam perkembangan akar.
  10. Membantu mekanisme pengaturan osmotik atau tekanan tertentu yang terjadi di dalam sel tanaman.
  11. Mengeraskan jerami dan bagian kayu dari tanaman dan meningkatkan resistensi atau ketahanan terhadap penyakit.
  12. Meningkatkan kualitas buah-buahan.

Itulah mengapa hara kalium ini termasuk dalam kandungan makro karena memang fungsinya begitu besar bagi tanaman. Dan sekarang kita bahas bagaimana gejala jika tanaman mengalami kekurangan kalium.

Gejala Tanaman Kekurangan Kalium

Ketika tanaman mengalami kekurangan Kalium, gejala yang dapat terdeteksi adalah:

  1. Menunjukkan gejala yang mirip dengan kekurangan nitrogen yaitu daun berwarna pucat kekuningan. Dan bedanya dengan gejala kekurangan unsur nitrogen adlaah gejala kekurangan unsur kalium dimulai dari pinggir helai daun sehingga terlihat seperti membentuk huruf V Terbalik.

    Kekurangan Kalium

    Kekurangan Kalium

  2. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan batang tanaman lemah.
  3. Buahnya kecil, mutunya jelek, hasilnya rendah dan tidak tahan disimpan.
  4. Buah muda kerap kali mudah gugur.
  5. Rentan terhadap resiko serangan penyakit.

Sedangkan jika tanaman mengalami kelebihan unsur hara kalium maka tanaman akan mengalami keracunan klor. Dan berikut ini penampakannya:

Keracunan Klor

Keracunan Klor

Kemudian bentuk dari kalium buatan biasanya berbentuk granul atau butiran yang larut dalam air dan warnanya cenderung lebih merah jika dibandingkan dengan urea. Pemupukan dengan kalium dapat dilakukan dengan cara pengecoran, penebaran atau ditaburkan langsung pada tanaman mengingat kalium ini sifatnya mudah larut maka pemberian kalium dapat dilakukan bersamaan dengan nitrogen.

Dosis Pemberian Pupuk Kalium Buatan

Untuk serealia seperti padi, jagung manis, gandum dan sebagainya, pemberian dilakukan sebanyak 3 kali. Dimana sepertiga bagian K2O diberikan berturut-turut pada saat penanaman awal, pertengahan dan fase primordia atau pembentukan malai.

Dan berbeda halnya jika kalium berasal dari pupuk organik cair. Pupuk kalium yang berasal dari POC, dapat diberikan pada saat pertumbuhan vegetatif dan generatif sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Jenis Pupuk Kalium Buatan

Sekarang kita ulas mengenai pupuk buatan apa saja yang beredar di pasaran yang mengandung unsur hara kalium.

  1. KCL atau kalium klorida. Pupuk KCL memiliki grade fertilizer tunggal, artinya dia hanya memiliki satu arah saja yaitu Kalium sebesar 60%.

    Pupuk KCL

    Pupuk KCL

  2. ZK atau Kallium Sulfat. Pupuk ZK memiliki sifat tidak tidak higroskopis sehingga dia dapat disimpan dalam waktu yang lama dan memiliki kandungan yaitu sebesar 50% kalium dan 17% sulfur atau belerang. Jika sahabat tani menanam tanaman yang sensitif terhadap keracunan klor seperti wortel dan kentang, maka pupuk ZK bisa jadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan kalium di tanaman anda.

    Pupuk ZK

    Pupuk ZK

  3. KNO3 atau Kalium Nitrat. Pupuk ini mengandung 2 unsur hara utama yaitu pertama nitrogen dan yang kedua adalah kalium. Dimana nitrogen sebesar 13% dan kalium yaitu 45% sampai 48%. Kelebihan KNO3 yaitu nitrogen pada KNO3 tidak higroskopis atau tidak mudah menguap karena nitrogen pada pupuk KNO3 ini berbentuk nitrat. KNO3 ini juga tidak mengandung klor, artinya pupuk jenis ini tidak akan meracuni tanaman anda. Maka tanaman apa saja cocok untuk diaplikasikan dengan KNO3 ini. Dan lagi KNO3 ini juga memiliki sifat mudah larut dalam air sehingga cocok untuk pengaplikasian daun dengan metode semprot atau kocor. Tetapi kekurangan KNO3 ini harganya biasanya lebih mahal.

    Pupuk KNO3

    Pupuk KNO3

  4. Kalium Magnesium Sulfat. Dari namanya saja kita sudah tahu kandungan apa saja kira-kira yang ada di pupuk tersebut, yaitu dengan porsi masing-masing sebanyak 30% Kalium, 17% Sulfur dan 10% Magnesium.

    Pupuk Kalium Magnesium Sulfat

    Pupuk Kalium Magnesium Sulfat

Jenis Pupuk Kalium Organik/Alami

Selain dalam pupuk buatan, secara alami unsur kalium juga bisa diperoleh dari bahan organik seperti sabut kelapa. Sabut kelapa mempunyai kandungan kalium yang cukup tinggi namun untuk memperolehnya harus melakukan proses fermentasi dulu agar terbentuk mol sabut kelapa.

Dan menurut referensi yang saya temukan ada beberapa bahan lain yang dapat menjadi alternatif dalam sumber kalium organik. Apa saja?

  1. Pupuk Kandang. Semua pupuk berasal dari kotoran ternak atau pupuk kandang pada dasarnya mengandung unsur kalium meskipun tidak terlalu banyak atau relatif rendah.

    Pupuk Kandang

    Pupuk Kandang

  2. Pupuk Burung seperti kelelawar atau guano.

    Pupuk Burung Kelelawar

    Pupuk Burung Kelelawar

  3. Pupuk Kompos. Kandungan kaliumnya bergantung dari tinggi rendahnya kandungan bahan baku yang dipakai.

    Pupuk Kompos

    Pupuk Kompos

  4. Kotoran Cacing/Kascing.

    Pupuk Kotoran Cacing

    Pupuk Kotoran Cacing

  5. Arang Sekam atau hasil pembakaran sekam secara tidak sempurna yang biasanya masih berwarna kehitaman seperti arang kayu, arang serbuk gergaji dan arang batok kelapa.

    Arang Sekam

    Arang Sekam

  6. Kulit dan bonggol pisang.

    Kulit dan Bonggol Pisang

    Kulit dan Bonggol Pisang

Jadi, selain menggunakan pupuk buatan yang sudah dijelaskan diatas, anda bisa memperoleh kalium dari bahan-bahan organik lainnya yang tentunya dapat menekan budget atau anggaran dan pasti lebih ramah lingkungan. Semoga membantu dan dapat diaplikasikan.

Baca Juga : Manfaat Abu Sekam Untuk Tanaman