Sahabat Tani, sudah tahu belum apa itu kapur dolomit dan kegunaannya? Dan sudah tahu belum macam-macam kapur dolomit yang beredar di pasaran? Maka di postingan kali ini saya akan menjelaskan kepada anda apa itu kapur dolomit beserta manfaatnya dan juga macam-macam kapur dolomit yang beredar di pasaran.

Kapur dolomit pastinya sudah nggak asing lagi bagi para petani. Kapur dolomit bahkan mungkin sudah jadi teman anda dalam berusaha tani. Tetapi saya yakin mungkin saja diantara Anda ada yang masih belum tahu apa itu kapur dolomit, untuk itu mari kita bahas secara detail.

Bahan Baku Kapur Dolomit

Bahan Baku Kapur Dolomit

Bahan Baku Kapur Dolomit

Kapur dolomit adalah kapur yang dihasilkan dengan menggunakan bahan baku berupa batuan kapur gunung atau lime stone dan kulit kerang yang dihaluskan tanpa proses pemanasan. Kapur dolomit berbentuk halus atau powder yang bersifat homogen dan berwarna putih kecoklatan. Ketika diencerkan kapur dolomit ini tidak mudah larut dalam air dan butuh waktu pengadukan dalam waktu yang cukup lama.

Kandungan Kapur Dolomit

Kandungan Kapur Dolomit

Kandungan Kapur Dolomit

Kapur dolomit memiliki kandungan kalsium atau Cao dan CaCO3 dan magnesium atau MgO dan MgCO3. Jenis kapur dolomit termasuk kategori kapur pertanian. Dan ada lagi produk kapur pertanian yaitu kalsit dengan kandungan tertera pada kemasan nya yaitu CaCO3 dan kapur kalsium sulfat atau CAS yang berisikan kalsium dan sulfat dengan rumus kimia CaSO4 dan 2H2O.

Manfaat Kapur Dolomit

Manfaat penggunaan kapur dolomit dalam bidang pertanian yaitu :

  1. Meningkatkan pH tanah serta menetralkan kadar keasamannya. Tingkat keasaman tanah perlu disesuaikan dengan habitat alami dari tanaman yang ingin kita pelihara agar mampu beradaptasi dengan baik.
  2. Memperbanyak unsur hara di dalam tanah karena kapur dolomit memiliki kandungan kalsium dan magnesium yang merupakan hara makro sekunder yang sangat dibutuhkan oleh tanaman kita.
  3. Menetralisir tanah dari senyawa-senyawa tertentu yang bersifat merugikan bagi tanaman kita.
  4. Memungkinkan penambahan populasi mikroorganisme pada tanah pertanian kita.
  5. Dapat membantu dalam memicu pertumbuhan tanaman kita.
  6. Ikut membantu menghijaukan tanaman kita.
  7. Ikut membantu dalam masa penyembuhan tanaman kita yang sedang terserang penyakit.
  8. Memungkinkan terjadinya kenaikan produktivitas dan kualitas hasil panen kita.

Apa itu PH Tanah?

PH tanah atau disingkat Power of hidrogen / Potential of Hidrogen pada tanah kita adalah indikator untuk mengetahui tingkat keasaman tanah kita.

PH tanah ideal itu berada di angka 6,5 hingga 7 karena pada pH ini maka hampir semua unsur hara itu bisa terserap pada tanaman kita. Makanya memastikan tanaman kita berada di PH ini akan membuat tanaman kita bakalan dapat tumbuh dengan lebih baik. Secara umum memang hampir semua jenis tanaman itu butuh PH ini, kecuali memang tanaman-tanaman tertentu. Berikut ini adalah tabel tanaman beserta PH nya yang dibutuhkan agar tumbuh ideal:

Tabel PH Tanah untuk Tanaman

Tabel PH Tanah untuk Tanaman

Pengaplikasian Kapur Dolomit

Ada tiga metode yang dapat dilakukan untuk pengaplikasian kapur ini kepada lahan pertanian kita.

Pertama, untuk memperbaiki kondisi tanah kapur dolomit disebarkan ke seluruh bagian lahan kita secara merata dan proses ini biasanya dikerjakan pada saat tahap pengolahan lahan dan sebelum proses penanaman bibit tanaman kita di lahan.

Kedua, kapur dolomit bisa dimanfaatkan sebagai pupuk dasar. Dolomit bisa dicampur kan dengan dosis secukupnya ke dalam lubang tanam. Setelah itu tutupi lapisan kapur tersebut menggunakan campuran tanah dan campuran pupuk kandang kemudian biarin lubang tanamnya itu dalam waktu 2 sampai 3 minggu sebelum digunakan.

Ketiga, sebagai penyedia hara makro bagi tanaman. Kapur dolomit dapat disebarkan bersama dengan pupuk Amonium Sulfat atau ZA. Campuran ini berguna untuk menyediakan unsur hara bagi tanaman kita berupa kalsium dan magnesium beserta zulfur dan nitrogen.

Campuran kapur dolomit dan pupuk ZA ini dapat kita sebarkan secara merata untuk tanaman seperti tanaman padi. Kemudian dalam larikan juga seperti tanaman hortikultura dan di sekeliling tanaman atau dimasukkan ke dalam lubang tanam untuk tanaman perkebunan. Tetapi bagi anda yang hanya punya pupuk urea, bisa disebarkan pupuk urea nya barengan dengan kapur dolomit.

Sekarang ini juga sedang langka-langkanya pupuk subsidi untuk tanaman padi maka saya rekomendasikan pengaplikasiannya barengan pupuk urea saja dengan dosis rendah aja kira-kira 10 kg dolomit barengan dengan 10 kg urea atau ZA ditebar untuk 1000 M2.

Pengaruh Kapur Dolomit

Buat anda yang penasaran bagaimana pengaruh pemberian kapur dolomit pada tanah, maka saya akan jelaskan pemberian kapur dolomit pada tanah dengan metode kocor.

Pertama, masukkan 200 gram kapur dolomit atau 2 genggam kecil kapur dolomit ke air 4 setengah liter. Kemudian kita aduk campuran air dengan kapur dolomit. Pada pengadukan pertama dengan waktu pengadukan selama 1 menit aja tidak terlalu bisa menaikkan PH air nya. Kemudian pengadukan selama 2 menit ternyata ada perubahan lagi. Dan ternyata pengadukan selama 5 menit lumayan bisa menaikkan PH air. Seperti yang kita ketahui bahwa dolomit itu sifatnya nggak mudah larut dalam air. Makanya kita harus selalu mengaduk lebih lama ketika ingin mengaplikasikan dengan metode kocor agar bahannya dapat tercampur rata.

Dan dari sini juga maka ketika anda ingin aplikasi kocor, maka anda harus secara periodik mengaduk larutan tersebut agar campurannya itu bisa merata.

Ini adalah solusi untuk anda yang sudah terlanjur menanam tetapi belum melakukan pengapuran. Maka metode kocor atau sebar secara merata dengan dosis rendah aja kisaran 10 kg untuk 1000 M2 ternyata bisa memberikan pengaruh baik pada pertumbuhan tanaman kita terutama pada tanaman padi.

Tetapi seandainya Anda bisa memberikan dolomit sebelum tanam barengan dengan pengolahan tanah dengan dosis yang tinggi pastinya ini investasi yang baik yang bisa bakalan Anda rasakan dari segi perbaikan sifat fisik, sifat kimia dan biologi tanah hingga beberapa tahun ke depan.

Baca Juga : Cara Pengapuran Tanah Pertanian