Tantangan utama di dalam proses budidaya tanaman salah satunya adalah mikroorganisme pembawa penyakit dan pada umumnya masuk dalam golongan jamur dan juga bakteri. Kebanyakan dari kita lebih banyak menggunakan pestisida sebagai langkah pengendalian, padahal kita semua tahu bahwa yang namanya mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Maka pada artikel kali ini kita akan membahas tentang fitopatologi atau disebut juga dengan ilmu tentang penyakit pada tanaman.

mikroorganisme pembawa penyakit

mikroorganisme pembawa penyakit

Memahami Kondisi Tanaman

Tahukah anda bahwa tanaman disebut mengalami kondisi sakit ketika fungsi fisiologisnya tidak bisa berjalan dengan baik. Fungsi fisiologis disini seperti terganggunya proses pembelahan, diferensiasi dan juga perkembangan sel tanaman, terhambatnya proses penyerapan air dan juga translokasi unsur hara pada tanaman kemudian terganggunya proses metabolisme sampai terganggunya proses reproduksi tanaman yang akan berakibat cacat fisik sampai pada hasil produksi yang kurang maksimal.

Penurunan Fungsi Fisiologis

Penurunan fungsi fisiologis disini merupakan akibat dari keberadaan mikroorganisme penyebab penyakit dan berikut adalah beberapa penyebab tanaman bisa terserang penyakit dan juga solusinya.

Faktor Benih

faktor benih

faktor benih

Penggunaan benih yang tidak tahan terhadap penyakit tertentu akan meningkatkan resiko pada tanaman kita terhadap serangan penyakit dan kita pasti sering mendengar istilah seperti “kalau orang tuanya punya riwayat jantung, maka anaknya juga berpotensi kena serangan jantung. Itulah yang disebut dengan faktor bawaan. Maka solusinya adalah pertama, pastikan benih yang digunakan bertuliskan tahan terhadap penyakit. Kedua, pastikan benih yang digunakan adalah benih yang berkemasan dan juga bersertifikat dan juga jelas siapa produsennya. Ketiga kalau anda tidak membibit sendiri atau anda melakukan pembelian bibit maka pastikan benih yang dipakai oleh si pembibit tersebut adalah benih yang berkualitas. Dan keempat, jika anda beli bibit yang sudah jadi, maka belilah pada penjual yang sudah punya reputasi yang baik. Tips cara mengetahui reputasi dari penjual adalah cek dulu siapa yang sudah menggunakan bibit darinya dan bagaimana pertumbuhan dan juga produksinya. Kalau memang beneran bagus artinya bibit layak untuk dibeli.

Faktor Tanah

faktor tanah

faktor tanah

Selain PH yang menentukan keoptimalan penyerapan unsur hara, ternyata PH juga berhubungan dengan keberadaan penyakit. Tahukah anda bahwa penyakit bisa bertahan dan juga berkembang pada kondisi pH yang rendah. Maka solusinya adalah dengan memastikan tanah kita berada pada rentang pH yang tidak rendah yaitu kisaran 6,5 sampai 7,5. Menurut penelitiannya ternyata patogen penyakit bisa bertahan cukup lama dalam tanah dan faktor tanaman sebelumnya sangat berperan pada tanaman selanjutnya.

Misalnya anda tanam cabe, ternyata tanaman sebelumnya sudah banyak yang kena fusarium. Maka kalau anda tanam cabe pada lubang tanam yang sama maka kemungkinan akan terserang lagi jauh lebih tinggi. Maka solusinya adalah dengan melakukan yang namanya rotasi tanaman atau solusi kedua yaitu dengan memperbanyak keberadaan mikroorganisme probiotik atau yang bisa melawan penyakit di dalam tanah.

Faktor Penggunaan Pestisida Yang Tidak Bijak

faktor penggunaan pestisida tidak bijak

faktor penggunaan pestisida tidak bijak

Secara definisinya pestisida adalah suatu zat yang kita gunakan buat mencegah, mengendalikan serta membunuh organisme pengganggu tanaman baik itu gulma, hama dan juga penyakit. Dan pestisida itu sendiri terdiri dari herbisida, insektisida, fungisida, nematisida, akarisida dan lainnya. Kenapa penggunaan pestisida bisa menyebabkan tanaman terserang penyakit ? Herbisida berbahan aktif glifosat ternyata dapat mematikan probiotik dan itu artinya kalau anda menggunakan secara terus-menerus maka lambat laun mikroorganisme pada lahan pertanian anda menjadi semakin berkurang dan kalau tidak ada penambahan maka patogen penyebab penyakit bakalan berkembang lebih baik di sana dan itulah yang membuat tanaman anda menjadi rentan terhadap serangan penyakit.

Dalam penggunaan pestisida juga waktu itu sangat sangat berperan. Maka usahakan menyemprot pestisida terutama jenis insektisida dan juga fungisida itu tidak saat lagi panas terik. Karena bisa saja membuat tanaman menjadi tidak tahan dan ketika tanaman mengalami kondisi fisik yang tidak baik maka pastinya rentan juga terhadap serangan penyakit. Buat anda yang suka campur mencampur pestisida, misalnya anda mau semprot fungisida protektif bisanya buat memproteksi tanaman Anda kemudian Anda mencampurkan beberapa pestisida sekaligus, kemudian terjadi yang namanya incompatible dimana terjadi tiga hal yaitu menggumpal, mengapung dan juga mengendap. Pertama soal menggumpal, pestisida yang ada gumpalan maka bisa saja menyumbat dari nozzle sprayer anda. Jika terjadi apungan maka bahan aktif mengambang dan yang tersedot oleh sprayer adalah air biasa. Jika mengendap, maka pada bagian bawah air akan terjadi endapan bahan aktif berkonsentrasi tinggi sehingga tanaman akan mati dan berkurang daya tahannya.

Faktor Perubahan Cuaca Ekstrim

faktor cuaca ekstrim

faktor cuaca ekstrim

Perubahan cuaca yang ekstrem begitu cepat akan membuat daya tahan tubuh menjadi terganggu dan begitu juga yang terjadi pada tanaman. Tahukah anda bahwa satu pohon itu bisa menyerap karbondioksida sebanyak 22 kg per tahunnya dan juga melepas sebanyak 118 kg oksigen per tahunnya. Faktanya kalau kita naik motor dengan asumsi perjalanan adalah 10.000 km/tahunnya maka satu motor aja bisa menghasilkan sebanyak 1,5 ton gas karbon maka untuk memulihkannya maka kita itu membutuhkan sebanyak 68 buah pohon besar. Maka solusinya adalah sering-seringlah melakukan penghijauan di sekitar anda. Jika ada lahan kosong lebih baik ditanami tanaman yang sekiranya bisa bermanfaat buat kita dan lingkungan sekitar.

Faktor Hujan Deras Luar Biasa

faktor hujan deras

faktor hujan deras

Akibat hujan yang deras luar biasa maka debit air yang mau masuk ke lahan kita semakin besar. Dan penyakit itu mudah banget berkembang pada kondisi kelembaban yang tinggi maka solusinya adalah melakukan pembumbunan pada tanaman anda. Karena selain berfungsi untuk memperkokoh tanaman juga bisa membentuk yang namanya segitiga piramida pada tanaman anda. Tujuan dari segitiga piramida di sini yaitu untuk mempermudah air jatuh ke samping tanaman sehingga kelembaban pada area perakaran tanaman menjadi lebih stabil karena air tidak langsung masuk ke daerah perakaran utama. Apalagi di samping tanaman ada parit maka lebih efektif lagi.

Demikian 5 faktor penyebab terjadinya penurunan fungsi fisiologis pada tanaman kita beserta solusinya. Semoga bisa bermanfaat.

Baca Juga : 10 Usaha Pertanian Yang Menjanjikan