Sobat planter Indonesia, pada postingan kali ini saya akan membahas mengenai faktor penentu dalam produksi budidaya perkebunan kelapa sawit yaitu faktor jenis tanahnya. Kita ketahui bahwa jenis tanah ini sangat dipengaruhi pembentukannya oleh 5 faktor pembentuk tanah. Yang pertama adalah bahan induknya, kemudian organisme, waktu, iklim dan relief. Jadi ke lima faktor tadi tergantung bentuk permukaan tanahnya.

Lahan Kelapa Sawit dilihat dari Atas

Lahan Kelapa Sawit dilihat dari Atas

Syarat Lahan Kelapa Sawit Yang Bagus

Sering tidak dipahami oleh kita semuanya bahwa salah satu syarat penentuan kesesuaian lahan untuk pertanian kelapa sawit adalah kedalaman tanah yang akan bisa kita gunakan di dalam budidayanya. Sehingga yang harus dipahami pada hari ini bahwa kedalaman minimal yang harus dipenuhi oleh petani kelapa sawit untuk budidaya adalah 90 cm dengan 120 cm. Terkadang banyak para petani kita masih berharap membeli sebuah tanaman kelapa sawit dari pihak lain untuk kita beli, kemudian pada usia 1 tahun bagus, 2 tahun bagus, 3 tahun bagus begitu produksi di tahun kelima kok mulai turun menerus, dan tahun keenam juga semakin turun, kenapa itu terjadi ? Perlu kita ketahui bahwa semakin lama, maka perakaran kelapa sawit semakin dalam.

Jenis Struktur / Tekstur Tanah

Tanah Berpasir di Kelapa Sawit

Tanah Berpasir di Kelapa Sawit

Apabila tanaman kelapa sawit kita bagus pada awal mudanya dan tua nya kurang bagus, maka yang harus dilakukan oleh para petani kita adalah mengetahui jenis tanah dari lahan yang kita miliki. Dalam membicarakan tanah, maka kita berbicara tentang struktur dan tekstur tanahnya. Ada tiga jenis tekstur tanah, yaitu :

  1. Tanah Pasir
  2. Tanah Debu
  3. Tanah Liat

Maka kita harus memahami karakter dari masing-masing tekstur ini. Misalnya jika kita punya tanah berpasir, lalu bagaimana tindakan kita untuk produksi dengan tanah berpasir nya? Yaitu perlu diketahui bahwa tanah pasir itu tidak memiliki kemampuan untuk menjerat ion ataupun unsur hara nya. Sehingga ketika tanah kita berpasir, maka daya dukung keharaan tanah itu sangat rendah. Sehingga jika kita memiliki tanah berpasir maka yang harus dilakukan oleh para plater semuanya adalah bagaimana cara meningkatkan kapasitas unsur hara itu. Salah satu solusinya adalah ditambah dengan penambahan bahan organik. Sehingga jangan sampai kita memiliki tanah berpasir kemudian kita biarkan saja. Maka sama dengan kita tidak memberikan minum dan tidak memberikan makan kepada kelapa sawit kita. Maka biasanya tanah berpasir apalagi di daerah pantai, dengan terpengaruh tanah salin ( tanah yang mempunyai kandungan garam tinggi), maka dia relatif cenderung lebih kurus.

Pengaruh Tanah Liat Dalam Pertanian Kelapa Sawit

Tanah Liat pada Kelapa Sawit

Tanah Liat pada Kelapa Sawit

Selanjutnya kita akan berbicara tentang tanah liat. Dimana tanah liat ini memiliki jerapan unsur-unsur yang sangat kuat. Karena kita ketahui bahwa tanah liat itu bermuatan negatif sehingga dia KTK atau Kapasitas Tukar Kation nya juga akan sangat baik. Akan tetapi dengan daya dukung kation yang tinggi, dan dengan daya dukung tanah liat yang tinggi, biasanya dia tidak memiliki kemampuan untuk meloloskan air nya. Hal itu akan menjadi masalah juga terhadap tanaman kelapa sawit kita.

Langkah Yang Harus Diperhatikan Ketika Membeli Lahan Kelapa Sawit Murah

Sehingga bagaimana solusinya untuk mensiasati pembelian lahan ketika mendapatkan tawaran lahan murah dan sebagainya ? Mungkin kalau kita membeli lahan di daerah orang-orang yang lagi butuh, mungkin tidak ada masalah. Tapi satu syarat yang harus dilakukan oleh para petani dan para plater Indonesia, yaitu lakukan pengeboran dulu dengan menggunakan bor tanah yang sangat sederhana. Kita bor dan lihat berapakah kedalaman tanah yang bisa dijangkau akar kita. Ada sebuah kasus, orang beli sebidang lahan kelapa sawit dengan harga yang sangat murah. Kemudian cerita kepada saya kenapa kok tanaman sawit ini dulunya bagus tapi sekarang produktifitas nya rendah? Begitu saya bor di kedalaman 75 senti sudah ketemu pasir kuarsa. Sehingga daya dukung nya sangat rendah. Ada juga beberapa kasus ketika di bor tanah nya ternyata didalamnya sudah berair. Maka faktor pembatas air ini juga menjadi masalah. Kecuali kalau sudah kelihatan seperti gambut itu nggak masalah.

Baca Juga : Pengelolaan Lahan Gambut Kelapa Sawit

Pengaruh Struktur Tanah Kelapa Sawit

Sehingga para petani Indonesia semuanya, penting untuk kita ketahui bagaimana kita memahami tanah itu sendiri sebagai media penanaman kelapa sawit yang kita budidayakan. Misalnya kita bicara struktur. Struktur tanah pasiran jelas di loose, artinya dia terlepas dan tidak memiliki daya dukung. Maka otomatis akan memiliki kemampuan yang rendah, apalagi jenis tanah pasir ini unsur haranya rendah, penangkapan airnya rendah, dan daya dukung terhadap perekataan tanaman juga rendah. Kalau gambut mungkin masih baik, karena dia tumpukkan bahan organik, semakin lama semakin matang juga akan semakin bagus apabila manajemen air dan keasamannya juga diperbaiki.

Jadi inti dari penjelasan kali ini adalah pahamilah dulu tanahnya. Apakah tanah yang kita miliki itu memiliki kedalaman yang sesuai untuk pertanian kelapa sawit yaitu minimal 90 cm. Kemudian yang kedua adalah apa jenis tanahnya. Ketika jenis tanahnya adalah tanah pasir, atau padas maka jangan tanpa treatment. Tapi misalnya kita di daerah-daerah yang subur misalnya ketinggian tanahnya 130 cm, maka tidak ada masalah. Yang penting jangan sampai kita menggunakan tanah yang kedalamannya itu kurang, misalkan kalau di bor di kedalaman 50 cm sudah ada air, atau di bor 50 cm ketemu dengan batu padas, atau di bor 50 cm ketemu dengan pasir kuarsa.

Pada prinsipnya pada waktu yang akan datang, tanaman kelapa sawit akarnya akan menjangkau 90 sampai 120 cm. Apabila tidak, maka yang terjadi adalah bahwa dia tetap akan mengalami kekurangan suplai apapun kebutuhannya seperti unsur haranya, dan dia akan membatasi kehidupan dia di usia yang tua untuk produksinya.

Mungkin itu saja postingan pada hari ini mengenai faktor penentu dan jenis tanah dalam memilih lahan untuk pertanaman kelapa sawit. Jangan lupa untuk membaca postingan berikutnya, mengenai faktor iklim dan curah hujan dalam perkebunan kelapa sawit, hanya di www.tanamanbuah.com.