Sahabat Tani, istilah pestisida baik kimia maupun organik pasti nggak lepas dari keseharian kita sebagai petani. Secara definisinya pestisida adalah suatu zat gunakan untuk mengendalikan perkembangan atau membunuh organisme pengganggu kelangsungan kehidupan tanaman kita. Pestisida sendiri digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsi dan sasarannya. Salah satunya adalah insektisida. Maka didalam postignan kali ini saya akan bahas tuntas tentang insektisida.

Secara definisinya insektisida adalah suatu zat yang digunakan untuk mengendalikan hama serangga. Insektisida bekerja dengan cara mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, tingkah laku, perkembang biakan, kemudian sistem imun, sistem hormon, sistem pencernaan hingga membuat kematian pada serangga.

Sebenarnya pemakaian insektisida ini juga sudah sering kita gunakan dalam keseharian namun masih banyak diantara kita yang belum nyadar. Contohnya adalah obat nyamuk karena termasuk dalam golongan insekta. Artinya obat nyamuk adalah insektisida baik obat nyamuk semprot atau obat nyamuk bakar.

Di dalam bidang pertanian hama terutama jenis serangga adalah pengganggu dalam usaha budidaya tanaman kita. Hama bisa menyerang dengan cara memakan daun tanaman kita kemudian membuatnya bolong-bolong atau menggerek batang tanaman kita hingga bersarang di dalam tanaman kita. Maka pastinya ketika kita ingin mengendalikan hama ini kita pastinya menggunakan yang namanya insektisida baik itu insektisida sintetis atau yang kita kenal dengan insektisida kimia maupun insektisida buatan sendiri atau biasa kita kenal dengan insektisida organik.

Nah sekarang mari kita bahas tentang 6 tepat dalam penggunaan insektisida. Ada 6 ketepatan yang perlu sahabat tani perlu pahami dalam penggunaan insektisida ini.

  1. Tepat jenis dan sasaran.

    Kenapa jenis dan sasaran itu ditaruh di bagian awal? karena ketepatan inilah yang akan menentukan segala-galanya. Insektisida yaitu suatu zat yang digunakan untuk mengendalikan hama serangga atau insekta. Kemudian akarisida yaitu suatu zat yang kita gunakan untuk mengendalikan hama tungau atau kutu. Kemudian bakterisida yaitu suatu zat yang kita gunakan untuk mengendalikan atau menghentikan perkembangan bakteri. Kemudian herbisida yaitu suatu zat yang digunakan untuk mengendalikan atau membunuh rumput dan tumbuhan pengganggu tanaman kita. Kemudian rodentisida yaitu suatu zat yang kita gunakan untuk membunuh dan mengendalikan hama tikus. Kemudian moluskisida yaitu suatu zat yang kita gunakan untuk mengendalikan hama siput. Serta fungisida yaitu suatu zat yang kita gunakan untuk mengendalikan atau membunuh jamur atau cendawan.Jadi sebelum beli pestisida misalnya untuk mengendalikan hama jenis serangga atau ulat, maka pastikan di kemasan pestisida tersebut harus bertuliskan insektisida.

    Insektisida Racun Kontak

    Insektisida Racun Kontak

    Selanjutnya dalam hal insektisida, Anda harus tahu insektisida berdasarkan cara kerja atau mekanisme pengendaliannya. Pertama adalah racun kontak. Cara kerja insektisida jenis racun kontak ini dapat bekerja dengan baik apabila dalam pengaplikasian insektisida itu terkena langsung kepada sasarannya. Artinya sebaiknya insektisida jenis ini dipakai untuk hama yang berada di permukaan tanaman dan pastinya gak bakal efektif untuk pengendalian hama yang berpindah-pindah dan terbang seperti belalang dan kumbang. Maka insektisida jenis ini lebih efektif untuk pengendalian jenis hama yang menetap di suatu tempat dan tidak bersembunyi. Misalnya ulat grayak, kutu daun dan semut.

    Insektisida Racun Lambung

    Insektisida Racun Lambung

    Kedua adalah racun lambung. Racun yang terdapat dalam insektisida jenis ini hanya bisa bekerja kalau bagian tanaman yang telah kita semprotkan itu termakan oleh hama yang menyerang. Kalau nggak kemakan artinya nggak bakal keracunan. Inilah yang menurut saya kekurangan dari jenis insektisida dengan mekanisme racun lambung karena kalau enggak kemakan artinya enggak bakal keracunan. Untuk mensiasati hal ini maka perlu menggunakan perekat biar racun tersebut tetap menempel lebih lama pada tanaman kita. Mekanisme pertama dan yang kedua ini biasanya paling sering kita temui pada insektisida yang dijual dipasaran.

    Insektisida Racun Pernapasan

    Insektisida Racun Pernapasan

    Ketiga adalah racun pernafasan. Insektisida jenis ini dapat membunuh serangga jika terhisap melalui organ pernapasannya. Jenis insektisida racun pernapasan itu efektif digunakan untuk mengendalikan hama yang mobilitas atau perpindahannya tinggi. Karena meskipun nggak terkena secara langsung hama itu akan tetap mati kalau menghirup partikel mikro pestisida yang terbang di udara. Dan inilah yang paling sering digunakan di rumah kita seperti obat nyamuk.

    Insektisida Racun Sistemik

    Insektisida Racun Sistemik

    Keempat adalah racun sistemik. Insektisida dengan mekanisme racun sistemik setelah kita semprotkan atau kita taburkan pada tanah maka akan terserap ke dalam jaringan tanaman melalui akar atau daun sehingga dapat membunuh hama yang memakan atau menghisap cairan atau bagian tanaman kita yang mana aja. Bagian tanaman atau cairan itu berubah menjadi racun lambung bagi serangga sehingga sangat tepat untuk mengendalikan hama jenis penghisap, ulat dan penggerek yang bersembunyi atau berada dalam batang tanaman kita.

    Nah itu tadi 4 mekanisme kerja dari insektisida. Cara mengetahui apakah masuk racun kontak, lambung, pernafasan atau sistemik maka bacalah pada kemasan atau label yang tertera. Karena memang kewajiban dari semua produsen insektisida itu harus mencantumkan mekanisme kerja dari insektisida tersebut.

  2. Tepat Mutu

    Tepat mutu berarti kita memilih insektisida yang terbaik. Jangan beli insektisida yang labelnya nggak jelas, lebarnya luntur atau sudah usang. Anda juga mesti ngecek kapan expired atau kadaluarsa dari insektisida tersebut. Apabila terlanjur membeli insektisida yang expired, maka sebaiknya kembalikan saja karena akan berbahaya pada tanaman kita.

  3. Tepat Dosis

    Selanjutnya tepat ketiga adalah tepat dosis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dosis berarti takaran. Maka tepat dosis disini artinya harus tepat dalam takaran insektisida nya. Maka dalam menggunakan atau mengaplikasikan insektisida harus tidak lebih dari anjuran pada kemasan. Takutnya kalau lebih nanti terjadi yang namanya resistensi dan resurgensi yang pastinya bakal berakibat fatal bagi kita nantinya.

  4. Tepat Waktu

    Tepat yang keempat adalah tepat waktu. Waktu pengaplikasian suatu insektisida harus disesuaikan dengan kondisi yang menyerang tanaman kita. Jika serangannya tidak terlalu besar atau masih dalam batas yang tidak merugikan dan masih bisa ditangani oleh musuh alaminya maka nggak usah dikendalikan.

  5. Tepat Cara dan Aplikasi

    Post Harvest Interval adalah waktu ideal kita berhenti melakukan penggunaan pestisida agar residu dari pestisida tersebut berada pada kondisi yang minimum pada tanaman kita. Sehingga pastinya lebih aman untuk konsumsi kita. Dan menurut penelitian dari Putra dan kawan-kawan tentang PHI ini waktu 10 hari sebelum panen menunjukkan residu yang lebih aman berada pada tanaman. Artinya kalau sahabat tani di sini bisa untuk tidak menggunakan pestisida baik insektisida, fungisida atau jenis pestisida yang lain minimal 10 hari sebelum panen, kalau bisa lebih dari 10 hari, maka itu lebih bagus.

  6. Tepat Harga

    Tepat yang terakhir adalah tepat harga. Pilihlah insektisida yang harganya itu pas dikantong anda jika memang bahan aktif dan persentase kandungan bahan aktifnya sama saja. Misalnya Agrimec dengan Demolish yang sama-sama memiliki bahan aktif abamectin dengan konsentrasi 18gr per liter, maka pilihlah yang sesuai dengan kantong/budget anda.

Nah, itulah beberapa penjelasan tentang insektisida mulai dari jenis, fungsi dan sasaran hamanya. Semoga dengan penjelasan tersebut dapat memberikan manfaat bagi sahabat tani semua. Simak terus postingan terbaru di blog www.tanamanbuah.com untuk update selanjutnya.

Baca Juga: Cara Mengendalikan Hama Tanaman Cabe