Natrium merupakan unsur dengan nomor atom 11 dan natrium biasa dikenal orang dengan istilah sodium yang merupakan elemen penting bagi hewan dan tumbuhan. Natrium adalah unsur melimpah yang menyusun sekitar 3% kerak bumi. Selain itu juga ditemukan di hampir semua permukaan dan badan air bawah tanah dan tentu saja berlimpah di laut dan samudra dimana bisa mencapai lebih dari 15%. Maka berdasarkan hal ini tentu saja tidak mengherankan bahwa sebagian besar makhluk hidup baik manusia, hewan maupun tumbuhan yang akan terus bersentuhan dengan yang namanya unsur natrium ini selama siklus kehidupannya dengan tingkat atau kadar yang bervariasi.

Natrium

Natrium

Satu referensi mengatakan bahwa natrium memegang pengaruh dalam tekanan sistolik tubuh makhluk hidup. Pada dosis terntentu natrium dibutuhkan untuk menjaga dan menjamin tekanan sistolik berada di kondisi normal. Dan pastinya dengan mengurangi kadar natrium yang diasup setiap harinya dapat menurunkan tekanan sistolik tersebut.

Menurut Journal of Experimental Botany nomor 65, Maret 2014, menyebutkan salah satu fungsi yang dimiliki oleh natrium bagi tanaman adalah sebagai alternatif pengganti asupan substitusi kalium bagi tanaman kita. Ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa natrium dapat menggantikan peran kalium dosis rendah pada tanaman. Ini berarti bahwa jika ingin menghasilkan produksi tanaman dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik maka pemberian natrium dapat dilakukan dengan catatan haruslah berdosis rendah. Tetapi ingat bahwa jangan sekali-kali mencampur natrium dengan pupuk kalium. Bahwa unsur dengan muatan yang sama tidak dianjurkan untuk digabung karena berpotensi antagonis.

Sekarang kita lihat di mana posisi kalium melalui tabel berikut:

Tabel Kimia

Tabel Kimia

Kita bisa lihat tabel diatas Kalium berada di muatan positif dan natrium di golongan yang sama yaitu positif juga. Itu artinya dalam pemberian baik natrium maupun kalium jangan dicampur. Baik sekarang saya akan mereview salah satu produk berisikan natrium atau sodium berupa monosodium glutamat dengan merek Ajinomoto.

Berbeda dengan garam jenis lain, referensi mengatakan bahwa monosodium glutamat memiliki mineral dan merupakan yang paling mudah larut dan juga mudah dikristalkan bentuknya. Makanya bikin rasa masakan kalau dikasih ini bisa jadi tambah lebih enak. MSG dibuat melalui proses fermentasi tetes gula oleh bakteri tertentu sehingga menghasilkan yang namanya asam glutamat. Ketika asam glutamat ini ditambahkan soda atau natrium karbonat maka Jadilah yang namanya MSG. Berdasarkan penjelasan yang saya kemukakan di awal bahwa yang namanya natrium dapat menjadi substitusi unsur kalium pada fase vegetatif tanaman dengan dosis kecil dan mengingat jenis garam MSG juga memiliki mineral didalamnya, maka pemberian atau aplikasi MSG ini pada tanaman dapat dilakukan asal harus betul-betul memperhatikan dosisnya.

Pengaruh dan Manfaat MSG Bagi Tanaman

Berikut adalah penelitian tentang pengaruh MSG dan dosis pemberian MSG yang optimal bagi tanaman.

  1. Penelitian oleh Efri Gresinta yang berjudul Pengaruh Pemberian Monosodium Glutamat atau MSG Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah. Pada pemberian dosis 3 sampai 6 gram diberikan pada hari ke 21 dan 28 pada kacang tanah dapat meningkatkan kualitas dan produksi tanaman kacang tanah itu sendiri. Tetapi menurut penelitian ini juga dibahas bahwa dengan pemberian dosis tinggi kisaran 9 sampai 12 gram per tanaman ternyata dapat mempercepat tanaman berbunga.
    Tanaman yang terlalu cepat berbunga tidak baik bagi tanaman itu sendiri. Karena tanaman usia masih muda telah dipaksa untuk berbunga. Karena MSG dapat berpengaruh pada tekanan sistolik makhluk hidup ketika diberikan dalam jumlah besar atau jumlah kecil tetapi terus-menerus maka bisa saja tanaman lebih cepat berbuah dan mungkin saja lebat buahnya. Tetapi beresiko membuat tanaman kita memiliki umur yang lebih pendek dari seharusnya.
  2. Penelitian oleh Wahyuni dan kawan-kawan dengan judul penelitian yaitu Pengaruh Pemberian Air Vetsin Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pacar Air di mana tanaman dengan perlakuan pemberian MSG dosis lebih tinggi maka akan lebih cepat menguning daunnya, lebih cepat layu juga lebih cepat mati.

Untuk itu, jika Anda tanya bagaimana pendapat saya soal penggunaan MSG bagi tanaman kita, maka saya sarankan tahan dulu. Jika masih ingin menggunakan MSG maka hanya untuk tanaman sekali panen saja seperti tanaman padi, tanaman jagung, dan tanaman sekali panen lainnya seperti tanaman sayur.

Efek Samping MSG/Micin/Vetsin Pada Tanaman

Tetapi perlu diingat efek samping dari penggunaannya apabila sahabat tani menggunakan / memberikan MSG tanpa takaran. Berdasarkan penelitian Novi terkait MSG pada tanaman pakcoy dalam jurnal berjudul Monosodium Glutamate Utilization of Improving Plant Pakcoy Vegetatif Growth menyebutkan bahwa pada tanaman pakcoy jika diberikan dalam jumlah lebih dari 15 gram per tanaman dapat menurunkan kualitas pertumbuhan tanaman itu sendiri. Lalu bagaimana dengan tanaman bunga? Menimbang kondisi seperti ini saya kurang menganjurkan, kalau memang mau juga untuk tanaman bunga atau tanaman hias terutama tanaman hias yang masih belum besar, berilah dosis yang rendah misal hanya 1 gram saja. Dan dosis 1 gram ini bisa diberikan dua hingga tiga kali hanya pada fase vegetatif saja.

Lalu bagaimana dengan tanaman buah? Maka kembali ke masing-masing diri kita mau pakai atau tidak. Jika memang mau pakai maka pakailah dengan dosis rendah saja. Karena beberapa sumber yang saya baca juga bahwa rata-rata hampir menganjurkan penggunaan dari MSG ini pada dosis rendah saja dan penelitian Novi juga bilang begitu, dengan menggunakan MSG diberi dengan dosis tinggi justru dapat mengurangi kualitas pertumbuhan tanaman kita atau bahkan tanaman kita lebih cepat mati.

Nah, mulai sekarang lebih bijaklah dalam memberi unsur hara pada tanaman kita. Ingat prinsip yang namanya tanaman itu merupakan makhluk hidup, dan setiap makhluk hidup perlu diperlakukan istimewa. Maka buatlah media tanaman yang terbaik untuk tempat dia hidup. Jangan lupa cek PH, dan pemberian nutrisi organik sebelum memberikan nutrisi kimia. Dan berikanlah perlakuan istimewa pada penyiraman dan jangan lupa sediakan agensi hayati untuk membantu tanaman terbebas dari jamur atau cendawan penyebab penyakit.

*
Download Jurnal Penelitina Efri Grisinta klik : https://bit.ly/3kC6ovy
Download tabel periodik, klik : https://bit.ly/3jzs1ez

Baca Juga: Cara Membuat PSB