Assalamualaikum Wr. Wb. Halo sobat para pecinta tanaman buah, bonsai dan ragam tanaman hias lainnya. Pada postingan sebelumnya telah kita tunjukkan cara mudah membuat kompos berbahan dasar dari bahan-bahan yang ada disekitar kita. Misalnya menggunakan batang atau bonggol pisang, daun bambu dan lain-lain. Sekaligus cara tersebut bisa kita aplikasikan untuk mengolah media tanam bekas. Maka pada postingan kali ini akan menunjukkan hasil pengomposan tersebut serta akan menunjukkan perlakuan sebelum menggunakannya.

Bagaimanakah hasil pengomposan tersebut dan bagaimana perlakuan sebelum menggunakannya ? Yuk mari kita simak selengkapnya berikut ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!

Sedikit mengulas tentang cara pembuatan kompos tersebut, kita siapkan :

  1. Air bersih sebanyak kurang lebih 20 hingga 25 liter atau disesuaikan.

    Air bersih dan molase

    Air bersih dan molase

  2. Kemudian molase yang terbuat dari gula merah yang diencerkan dengan air bersih menjadi 2 liter.
  3. Kemudian cairan EM4, di mana cairan EM4 tersebut yang digunakan berasal dari EM4 yang diperbanyak menggunakan kulit nanas sebanyak kurang lebih 2 liter.

    Campurkan EM4 Kulit nanas

    Campurkan EM4 Kulit nanas

Campurkan ketiga bahan tersebut lalu aduk hingga benar-benar merata. Diamkan sejenak untuk mengaktifkan mikroba-mikroba yang ada.

Larutan diaduk hingga merata

Larutan diaduk hingga merata

Setelah itu kita, kita campurkan bahan-bahan yang sudah kita siapkan sebelumnya yaitu: cacahan batang atau bonggol pisang, yang kedua yaitu media tanam bekas jika tersedia, untuk bahan yang ketiga yaitu daun bambu atau daun-daun kering lainnya.

Cacahan Bonggol Pisang

Cacahan Bonggol Pisang

Aduk terlebih dahulu bahan-bahan tersebut, kemudian kita siram menggunakan larutan EM4 hingga merata dan sekali lagi bahan-bahan yang digunakan bersifat opsional artinya tergantung tingkat kemudahan anda mendapatkan bahan-bahan tersebut. Bisa juga kita ganti menggunakan bahan-bahan lainnya, misalnya menggunakan daun-daun kering, rumput atau limbah-limbah dapur.

Dan perlu ditambahkan bahwa semakin banyak dan beragam bahan organik yang kita gunakan, maka semakin baik kualitas kompos tersebut. Karena unsur hara makro dan mikro nya juga terpenuhi.

Setelah kita aduk dan siram selama beberapa kali hingga mencapai kelembaban kurang lebih 30 hingga 40%, yaitu ketika kita genggam air tidak mengalir atau tidak menetes, maka sudah siap untuk kita masukkan ke dalam karung atau dengan wadah lainnya. Setelah kurang lebih 1 hingga 2 bulan, maka hasil pengobatan tersebut sudah siap untuk kita gunakan dan sekali lagi bahwa untuk cepat atau lambatnya proses pengomposan tergantung pada beberapa faktor yang sudah disebutkan pada postingan sebelumnya. Antara lain yaitu temperatur di dalam karung, pengadukan, mikroba pengurai yang tersedia, ukuran atau besar kecilnya bahan yang digunakan, komposisi bahan, kelembapan, udara atau oksigen dan lain-lain.

Karung berisi Kompos

Karung berisi Kompos

Untuk perlakuan selama proses pengomposan yang juga sudah disebutkan yaitu minimal dua minggu sekali kita buka tali pengikatnya dan cek kondisi di dalam karung. Semprot kembali dengan larutan EM4 jika kondisinya sedikit mengering untuk menjaga kelembabannya sambil kita aduk-aduk kembali tanpa mengeluarkannya dari dalam karung.

Namun mengingat salah satu bahan yang digunakan yaitu batang atau bonggol pisang, maka kelembaban di dalam karung tetap terjaga. Sehingga kita cukup mengaduk dengan cara membolak-balik karung tersebut. Dan berikut ini adalah hasil pengomposan tersebut.

Untuk perlakuan sebelum digunakan, sebagai langkah pertama yaitu kita sortir dengan tujuan untuk memisahkan bagian yang halus atau hancur dengan bagian yang kasar.

Proses Penyortiran Kompos halus dan kasar

Proses Penyortiran Kompos halus dan kasar

Setelah kedua bagian tersebut terpisah, langkah selanjutnya yaitu kita angin-anginkan atau dijemur di bawah sinar matahari langsung untuk mengurangi kadar airnya.

Untuk ciri-ciri hasil pengomposan yang baik antara lain bentuk sama sekali sudah berbeda dari bentuk awalnya yaitu hancur dengan tekstur lembut, tak berbau dan dingin ketika kita pegang.

Ciri-Ciri Kompos Yang Bagus

Ciri-Ciri Kompos Yang Bagus

Untuk aplikasinya, tinggal kita tebarkan setelah pengolahan lahan atau cukup 10 hingga 20% dari total media yang digunakan pada pot, polybag atau planter bag bahkan hingga 100% seperti yang akan ditunjukkan pada postingan berikutnya yaitu repotting bibit adenium.

Baik cukup sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk selalu kunjungi blog ini dan di bookmark guna mendapatkan update pada postingan berikutnya. Jangan jadikan keterbatasan untuk tidak berkreasi.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga : Cara Buat Pupuk Kompos