Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ketemu lagi dengan saya di tanamanbuah.com , pada kesempatan kali ini saya akan menginformasikan kepada sahabat semua tentang bagaimana cara mempersiapkan benih bawang merah yang bisa digunakan untuk persiapan aquaponik maupun persiapan ketika akan ditanam di lahan maupun di KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) kita. Seperti apa caranya ? Ayo kita simak bersama.

aquaponik bawang merah

aquaponik bawang merah

Faktor Yang Mempengaruhi Persemaian Benih Akuaponik

Sebelum kita menanam bawang merah di lahan ataupun di aquaponik ataupun di KRPL, sebaiknya kita tahu kondisi lahan di tempat kita apakah termasuk dataran rendah, dataran medium, atau dataran tinggi. Hal ini untuk menyesuaikan varietas yang tepat nantinya untuk kita tanam. Yang kedua, kita juga perlu mengetahui bahwa kita menanam ini pada musim hujan atau pada musim kemarau. Hal itu adalah sangat penting sehingga nanti varietas yang kita tanam itu bisa bertahan dengan baik dan tidak merepotkan kita sewaktu penanaman.

Macam Varietas Bawang Merah Unggulan

Bawang Merah Biru Lancor

Bawang Merah Biru Lancor

Kebetulan ada beberapa varietas yang memang di daftarkan oleh Jawa Timur dalam hal ini BPTP Jawa Timur dan juga Dinas Pertanian Jawa Timur termasuk BTPH Jawa Timur, itu ada beberapa varietas yaitu yang pertama adalah super Philips yang diadopsi dari Filipina. Super Philips ini adalah varietas yang bisa ditanam untuk dataran tinggi dan dataran rendah, namun kekurangannya adalah dia tidak tahan terhadap penyakit fusarium dan penyakit trotol atau penyakit yang disebabkan karena jamur Alternaria Porri.

Kemudian ada beberapa varietas yang diadopsi dari petani lokal diantaranya yaitu bawang merah Bauji, di mana varietas ini cocok dan direkomendasikan untuk ditanam di dataran rendah dan cocok ditanam pada musim hujan. Karena varietas bauji notabene agak tahan terhadap penyakit layu yang disebabkan oleh Fusarium dan penyakit trotol yang disebabkan oleh Alternaria Porri.

Dan juga berkembang varietas-varietas yang ada di Jawa Timur yang kemudian di daftarkan sebagai varietas yang ada di Kementerian Pertanian di antaranya banyak sekali. Yaitu varietas Biru Lancor dari Probolinggo, varitas Monjung dari Pamekasan dan varietas Rubaru dari Sumenep yang notabene varietas-varietas itu adalah cocok untuk di dataran rendah. Dan varietas tersebut relatif tahan terhadap penyakit layu fusarium serta trotol atau Alternaria Porri. Termasuk untuk varietas Rubaru yang tahan terhadap Antraknosa (penyakit bawang yang tiba-tiba daunnya itu patah di tengahnya).

Baca Juga : Cara Menanam Bawang Putih di Polybag

Keunggulan Varietas Biru Lancor

Pada kesempatan ini saya akan mengulas lebih dalam mengenai bawang merah varietas biru Lancor. Varietas biru lancor ini adalah varietas yang sangat umum ditanam di Probolinggo yang memang asalnya Biru Lancor ini adalah dari milik lahan petani yang ada di Probolinggo kemudian didaftarkan menjadi varietas nasional.

Varietas Bawang Merah Biru Lancor

Varietas Bawang Merah Biru Lancor

Dari sisi penampakannya bisa dilihat pada gambar diatas, varietas biru Lancor ini warnanya cukup menarik. Karena ketika menanam kita harus juga mengetahui preferensi dari konsumen. Apakah konsumen nanti akan mau menanam bawang kita atau tidak. Biru Lancor ini dari segi warna cukup menarik. Warnanya itu adalah merah muda keungu-unguan yang secara kasat mata ini menunjukkan bahwa baunya itu agak menyengat.

Kebetulan memang varietas Biru Lancor ini adalah varietas yang memang secara preferensi disukai konsumen, kemudian dia tahan terhadap layu fusarium dan penyakit trotol, kemudian varietas ini juga mempunyai aroma yang kuat dan menyengat.

Menentukan Zona Daerah Penanaman

Setelah kita mengetahui varietas apa yang harus kita pilih, kebetulan daerah saya termasuk medium sekitar 400 meter diatas permukaan laut, jadi dapat dikatakan masih tergolong rendah. Maka saya memilih varietas Biru Lancor untuk digunakan di dalam aquaponik saya. Saya memilih varietas ini karena termasuk varietas lokal yang memang diadopsi tahan terhadap layu fusarium maupun penyakit trotol, karena nanti ketika saya tanam di aquaponik, saya juga akan tanam pada sistem vertikultur. Tantangannya adalah ketika saya tanam di akuaponik, saya ingin aquaponik nanti berhasil dengan baik dan tidak menjadi busuk dalam proses pertumbuhannya.

Selain varietas, ketinggian zona atau tempat serta musim, kemudian yang perlu kita ketahui lagi adalah masa simpan. Benih bawang merah ini tidak bisa habis panen langsung digunakan. Akan tetapi sehabis panen bawang merah ini harus kita simpan beberapa saat (minimal 2 bulan) untuk menumbuhkan tunasnya. Jadi dia perlu masa dormansi minimal 2 bulan baru kita bisa menanamnya. Kebetulan pada gambar diatas adalah bawang yang sudah cukup lama sekitar 5 bulan lebih dari masa panen. Sehingga nanti kita bisa melihat ciri-ciri fisik bawang merah itu siap untuk di tanam.

Ciri-Ciri Fisik Benih Bawang Merah Siap Tanam

Dari ciri-ciri fisik tentunya nanti kita akan melihat beberapa hal.

  1. Dari sisi kebernasan. Artinya bernas itu ketika kita pencet tidak gembos.
  2. Kemudian warnanya itu masih warna yang sehat. Warna yang tergolong sehat adalah tidak menghitam dan tidak berjamur.
  3. Mempunyai titik tumbuh yang sudah kelihatan. Nantinya kita akan melihat bahwa bawang merah itu sudah mempunyai titik tumbuh atau belum. Cara mengetesnya adalah dengan cara membelah. kemudian dilihat apakah sudah ada titik tumbuhnya apa belum. Sebagai contohnya bisa lihat gambar dibawah.
TItik Tunas Tumbuh Bawang Merah

TItik Tunas Tumbuh Bawang Merah

Dari semua total benih yang akan ditanam, sebaiknya diambil beberapa sampel, kemudian dibelah dan dilihat titik tumbuhnya. Jika 50% titik tumbuh itu sudah ada, maka sebaiknya temen-temen nanti merompes nya itu sedikit saja yang di atasnya.

Intinya, titik tumbuh harus dicek supaya kita tahu bahwa benih itu sudah disimpan minimal 2 bulan. Ketika titik tumbuh nya itu 50% dari seluruh benih maka benih itu sudah siap untuk di ditanam dengan catatan dilakukan perompesan.

Saya juga tidak akan memberikan perlakuan apapun terhadap benih bawang merah yang akan saya tanam. Karena seperti yang saya informasikan tadi bahwa untuk Biru Lancor ini relatif tahan terhadap penyakit fusarium yang biasanya menyerang di awal. Dan realtif tahan terhadap penyakit trotol yang nantinya paling tidak bertahan ketika dalam kondisi lembab pada saat ada di aquaponik.

Perapian Benih Sebelum Tanam

Dari seluruh benih ini akan saya lakukan perapian yang di bagian bawah. Kemudian diatasnya tidak usah dirapikan lagi karena titik tumbuhnya sudah sampai atas. Untuk benih yang jelek, sebaiknya tidak digunakan karena akan menjadi masalah ketika ada di pertanaman kita.

Persiapan untuk Persemaian Benih Bawang Merah di Aquaponik

Setelah kita persiapkan benih tadi, selanjutnya saya akan mempersiapkan tempat untuk persemaian (khusus untuk aquaponik). Kita siapkan baki dari plastik atau dari wasah apapun, terus kemudian kita kasih tanah. Kenapa harus disemai ? karena nantinya saya akan langsung meletakkan pada lubang aquaponik. Setelah tumbuh, dia bisa berdiri karena daunnya itu bisa disangga oleh lubang dari akuaponik.

Persemaian Bawang Merah di Baki

Persemaian Bawang Merah di Baki

Kita lihat gambar diatas, wadah baki diisi dengan tanah yang dicampur dengan bahan organik. Jadi nanti kita mudah untuk mencabut nya. Selanjutnya nanti tinggal kita pindahkan pada sistem aquaponik.

Jadi demikian teman-teman cara persiapan benih bawang merah untuk penanaman aquaponik. Saya berharap teman-teman tetap selalu mengikuti artikel selanjutnya terutama pada proses penanaman dan perawatan sampai panen di tanamanbuah.com ini. Semoga panennya bagus dan bermanfaat. Saya akhiri. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sukses untuk teman-teman semua.