Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ketemu lagi di blog tanamanbuah.com ini, apa kabar ? Saya harapankan teman dalam keadaan sehat wal’afiat. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba sharing kepada teman-teman Bagaimana cara menggunakan PH meter atau PH tester untuk tanah, dan sekaligus bagaimana menentukan dosis pengapuran. Seperti apa ? Ayo kita simak..

Pengapuran Lahan Tanah

Pengapuran Lahan Tanah

Fungsi Pengapuran Tanah

Baik sebelum saya menginformasikan bagaimana cara mendeteksi PH yang ada di lahan kita, maka saya akan menginformasikan beberapa fungsi kapur.

  1. Yang pertama fungsi kapur adalah mengkoreksi keasaman tanah. Maksudnya adalah membuat PH yang tadinya rendah bisa naik menjadi lebih tinggi PH nya. Sehingga yang tadinya asam menjadi netral tapi kalau kebanyakan juga menjadi basa. Jadi fungsi kapur adalah menaikkan PH.
  2. Berfungsi membantu aktivitas jasad renik yang menguntungkan bagi kesuburan tanah dan lingkungan tanaman. Jadi PH yang diharapkan oleh tanaman itu berkisar antara 6 sampai 7. Ada literatur yang menginformasikan antara 5,5 sampai 7 tergantung pada jenis komoditas yang kita tanam.
  3. Berikutnya kapur ini sebenarnya membantu untuk menggemburkan tanah. Tetapi sekali lagi, kapur dalam sifat aslinya itu adalah membantu untuk mengeraskan tanah tetapi karena aktifitas jasad renik yang ada di dalam tanah, maka fungsi kapur itu adalah berfungsi menggamburkan tanah melalui aktivitas jasad renik.
  4. Fungsi kapur juga bisa menambahkan unsur kalsium dan magnesium di mana kita tahu bahwa kalsium dan magnesium itu merupakan unsur makro yang diperlukan oleh tanaman kita. Unsur kalsium hidup bersama dengan kalium bersama-sama menyusun dinding sel yang berguna untuk ketahanan tanaman kita dari serangan OPT ( Organisme Pengganggu Tanaman). Sementara magnesium itu banyak bekerja sama dengan FE membuat hijau daun dan lain sebagainya.

Bahan Untuk Pengapuran Tanah

Berikutnya saya akan menginformasikan bahan apa saja sih yang bisa digunakan untuk pengapuran. Pada dasarnya semua bahan yang mengandung kalsium atau mengandung kapur itu bisa digunakan sebagai bahan untuk pengapuran.

  1. Yang pertama adalah kalsium karbonat. Kalsium karbonat ini merupakan batuan asli dari gunung kapur yang ditambang oleh penambang dan dihaluskan dalam kehalusan tertentu dan digunakan sebagai kapur pertanian atau kaptan. Dia mempunyai rumus kalsium karbonat atau CaCO3 yang mempunyai kalsium. Karena nanti yang kita butuhkan itu adalah bahan aktif yang ada di bahan tersebut. Bahan aktifnya itu adalah kalsium 2+ / Ca2+ yang ada di dalam CaCO3 sekitar 40%.
  2. Kemudian yang kedua itu adalah kalsium oksida. Kalsium oksida itu adalah batuan kapur tadi yang kita bakar sehingga rumus kimianya berubah menjadi kalsium oksida / CaO. Kalsium oksida ini Ca2+ nya mengandung sekitar 71%.
  3. Kemudian ketika kalsium oksida CaO ini dicampur air, akan menjadi Ca(OH)2 / Calcium Hidroksida. Jadi ketika sudah dicampur air terus kemudian mendidih dan dibiarkan mengering dan hasilnya itu kapur yang sangat halus serta mudah hancur, ini yang disebut Kalsium Hidroksida. Ini bisa digunakan sebagai bahan pengapuran dimana Kalsium Hidroksida ini mempunyai kadar Ca2+ sekitar 54%.
  4. Berikutnya adalah dolomit. Dolomit itu ada yang diolah dan ada yang tidak diolah. Kalau tidak diolah itu langsung dari batuan kapur seperti batuan gamping yang dari gunung kapur. Batuan gamping itu di olah, dihaluskan dan langsung diaplikasikan. Kalau yang belum diolah itu biasanya kandungan CaO nya itu sekitar 12% – 18%. Sedangkan ketika diolah, kandungan CaO nya itu berubah menjadi sekitar 30% yang biasanya disebut dengan dolomit lite (warna dolomit lebih putih).

Jadi demikian kandungan-kandungan yang perlu kita perhatikan ketika kita akan melakukan pengapuran tanah. Sehingga ketika kita ketemu tabel untuk dosis pengapuran, maka kita tidak bingung untuk mengkonversi ketika kita tahu persentase persentase dari bahan pengapuran ini.

Tabel Penghilangan Fungsi CaCO3 Akibat Penambahan N

Tabel Penghilangan Fungsi CaCO3

Tabel Penghilangan Fungsi CaCO3

Saya ingin menjelaskan tabel diatas, bahwa setiap penambahan 100 kilo urea, maka di situ terdapat pengurangan fungsi CaCO3 sebanyak 82,8 kilo. Jadi ketika kita mengaplikasikan urea sebanyak 100 kilo, maka pada dasarnya kita menghilangkan fungsi dari pada CaCO3 itu sebanyak 82,8 kilo.

Ketika kita mengaplikasikan ZA sebanyak 100 kilo, maka kita sama halnya dengan menghilangkan fungsi CaCO3 sebanyak 110,25 kilo. Oleh karena itu saya sangat menganjurkan kita memberikan perencanaan atau di dalam pengapuran, selain Kita menurunkan PH yang ada di tanah kita berdasarkan PH yang asli terus Kemudian ditambahkan kapur, kita juga perlu menambahkan kapur sesuai dengan berapa kilo dari pupuk apa yang kita berikan di dalam tanah kita ini sesuai dengan kehilangan fungsi CaCO3 yang ada di tanah kita.

Tapi ini masih debatable. Jadi ada yang menganjurkan yang ada di tanah itu aja ditingkatkan kemudian bisa di bantu dengan bahan organik. Itu juga tidak masalah karena bahan organik itu pada dasarnya juga membantu sebagai buffer ketika tanah kita menjadi asam. Dengan adanya bahan organik yang sifatnya itu adalah diaerob maka akan membantu meningkatkan PH. Ketika tanah kita terlalu basa, dengan adanya bahan organik maka tanah kita akan menjadi netral karena sifat dari bahan organik yang buffer itu tadi.

Tabel Kebutuhan Kapur dalam Ton / Hektar

Tabel Kebutuhan Kapur Ton per Hektar

Tabel Kebutuhan Kapur Ton per Hektar

Saya akan menjelaskan tabel diatas yaitu kebutuhan kapur dalam ton per hektar dalam bentuk CaO. Sehingga ketika bahan kita dari dolomit, maka kita harus mengkonversikan kandungan dolomit sekitar 30%. Dari tabel ini dibedakan menjadi beberapa tekstur tanah, seperti lempung liat, pasir berlumpur dan pasir. Yang masing-masing mempunyai dosis pengapuran yang berbeda-beda. Jadi untuk lempung liat itu mempunyai dosis pengapuran yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasir berlumpur dan pasir.

Contoh misalkan tanah kita ternyata 5,5 sampai 6 PH nya. Maka untuk mencapai PH netral kita memerlukan 1 ton CaO yang perlu kita aplikasikan. Kemudian untuk tanah pasir berlumpur itu adalah setengah ton dan apabila tanahnya pasir maka dia memerlukan seperempat ton. Ini harus kita konversi ketika lahan kita dolomit.

Kalau tanah kita itu lempung liat, kemudian dibutuhkan 1 ton CaO, maka dikonversi ke dolomit sehingga 1 ton tersebut harus dikalikan dengan 100/30. Nanti hasilnya itu adalah sekitar 3 ton ketika kita ingin menaikkan PH yang 5,5 sampai 6 menjadi PH 7 atau PH netral.

Cara Pengukuran Lahan dengan Penentuan PH dan Dosis Kapur

Baiklah teman-teman kita akan mensimulasikan lahan yang akan kita ukur PH nya. Kita akan mengukur bagaimana menentukan PH dari kawasan lahan ini dan kita menghitung berapa dosis kapur nya.

Pertama kita siapkan alat PH meter kemudian kita memerlukan bolpoin dan kertas. Kita harus mengambil beberapa titik sampel baik secara diagonal, secara acak ataupun secara sistematik.

Dan berikut contoh penulisan sampel secara acak.

Penulisan Sampel PH Tanah Acak

Penulisan Sampel PH Tanah Acak

Nah gambar dibawah ini adalah hasilnya per masing-masing titik dari 20 sampel.

Tabel Sampel PH Tanah

Tabel Sampel PH Tanah

Kemudian ini akan kita total sehingga menjadi total 95 PH nya. Dan rata-ratanya PH kita adalah 4,75. Kemudian kita lihat disini 4,75 itu masuk di range yang 4,5-5,0. Karena tanah tanah lempung berliat, maka diperlukan CaO sebanyak 2 ton per hektar.

Kemudian dari 2 ton per hektar CaO ini, karena dolomit ini prosentasenya 30 %, maka 2 ton dikalikan 100/30 = 6,67 ton dolomit per hektar. Karena luas lahan kita itu tidak ada 1 hektar, (cuma sekitar 1000 M2) maka kita kalikan 6,67 tadi itu dengan 0,1 (karena 1000 meter persegi adalah 0,1 hektar) maka yang diperlukan adalah 0,67 ton dolomit per 1000 M2 atau sekitar 670 kilo dolomit per 1000 M2.

Nah setelah kita ketahui dosis pengapuran yang baik, maka saya menganjurkan kepada teman-teman untuk cara melakukan pengapurannya adalah minimal pada saat pengolahan lahan dan dilakukan paling tidak 2 minggu sebelum tanam.

Ini tadi teman-teman informasi yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Ada kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya semoga bermanfaat bagi teman-teman semua. Saya akhiri Wassalamualaikum warahmatullah.. Salam sukses untuk semua.