Pembaca setia TanamanBuah, ada banyak jenis tanaman dan ada banyak pula untuk mengembangbiakan nya. Dan sampai saat ini belum ada satu cara yang sifatnya universal dan mudah untuk mengembangbiakkan segala jenis tanaman. Jadi, beda tanaman bisa jadi beda cara perkembangbiakan nya. Jadi cara apakah yang termudah untuk memperbanyak tanaman ? Apakah stek, semai biji, kultur jaringan atau cangkok, mana yang terbaik dan termudah ?

Untuk menjawab pertanyaan diatas, mari kita simak tabel perbanyakan tanaman berikut ini :

cara perbanyak tanaman

Tabel Cara Memperbanyak Tanaman

Jadi menurut kami semua itu baik, tergantung jenis tanaman apa yang dikembang biakan. Kalau kelapa sementara ini yang terbaik adalah semai biji, walaupun akhir-akhir ini ada tekhnik kelapa kultur jaringan. Tapi ternyata yang ditanam itu berasal dari embrio yang diambil dari biji. Artinya sama saja kan, seperti menanam dari biji. Kecuali kultur jaringan ini diambil dari pohon nya bukan dari biji. Kalau dari pohonnya mungkin bisa seratus persen mirip dengan induknya. Beda halnya jika embrio tersebut diambil dari biji.

Kemudian sawi, jenis sayuran, bayam dan jagung itu juga dari biji. Kemudian tomat, timun, semangka dan melon meskipun saat ini juga ada okulasi tomat atau stek juga ditanam dari cutting, tapi biji masih dianggap paling cepat dan mudah.

Untuk stek / Cutting, jadi stek itu memotong batang atau ranting lalu ditancapkan. Stek ini biasa digunakan untuk mengembangkan ketela pohon, tebu, anggur, lada, sirih, dan tanaman pagar lainnya. Anda bisa saja mencangkok ketela pohon atau tebu tapi itu terbilang cara yang tidak efisien atau bahasa kasarnya buang-buang waktu. Karena apa ? karena dengan stek pun bisa dan sangat mudah serta tanpa disungkup. Anda sungkup pun juga bisa tetapi buang-buang waktu dan energi saja.

Baca Juga : Cara Mencangkok Pepaya

Berikutnya adalah cangkok. Cangkok ini yang terbaik untuk jambu meskipun juga bisa ditempatkan di stek. Tetapi jambu stek itu untuk skala pembibit, tapi untuk skala pekarangan dan petani kecil, cangkok adalah yang termudah bukan stek / cutting. Sebab cangkok ini lebih cepat tumbuh akar dan lebih menghasilkan pula karena kalau stek terlalu banyak persyaratan seperti penyungkupan dan pengadaptasian dengan lingkungan. Jadi sebenarnya jambu itu lebih tepat ditempatkan di cangkok bukan stek. Kemudian ada pertanyaan, bagaimana dengan perakarannya jika dihasilkan dengan cangkok ? Berdasarkan pengamatan, jambu itu walaupun ditanam ditanah atau di lahan langsung akarnya sangat kuat belum pernah ada yang tumbang ketika besar. Perakaran jeruk juga demikian, hampir seperti jambu. Kemudian ada delima, kelengkeng dan melinjo untuk kategori perakaran yang kuat.

cara memperbanyak tanaman

Tabel Cara Memperbanyak Tanaman

Untuk Okulasi bisa diterapkan pada alpukat, belimbing, nangka dan srikaya. Karena kalau dicangkok ini kemungkinan akan gagal, ataupun kalau berhasil butuh waktu sangat lama sehingga lebih mudah untuk diokulasi. Ada yang bilang cangkok susu itu lebih mudah, tapi sebenarnya juga okulasi plus cangkok. Bedanya apa ? kalau okulasi itu menempelkan entres yang ditempelkan ke rootstock yang ukurannya lebih besar. Sedangkan cangkok susu itu menempelkan rootstock yang disemai dari biji ukurannya kecil kemudian ditempelkan ke batang induknya yang ukurannya besar. Tapi pada dasarnya penyambungannya sama, kalau cangkok susu itu ada media nya, misalkan tanah atau cocopeat. Sedangkan di okulasi tidak memakai media seperti tanah atau cocopeat.

Jadi inilah tanaman yang selama ini mudah untuk diokulasi yaitu yang paling mudah, durian, mangga, rambutan, jambu, jeruk, kelengkeng dsb. Kapan kita harus melakukan cangkok susu ? yaitu ketika kita kesulitan cangkok biasa seperti pada tanaman durian, mangga, alpukat, jamaika, nangka dan matoa. Sebenarnya mangga di tempat suhu rata-rata yang panas itu mudah dicangkok biasa, tetapi kalau di daerah dingin sulit mengeluarkan perakarannya.

Kemudian berikutnya adalah tunas anakan. Tunas anakan ini untuk perkembang biakan pisang, stroberi, sukun dan kurma. Biasanya pisang itu kita ambil bibitnya dari anakan yang dicongkel. kalau stroberi dari sulur nya. Kalau sukun dari akarnya yang keluar anakan. Kemudian kurma mirip pisang. Karena kurma kalau ditanam dari biji itu hasilnya tidak sama persis dengan indukannya, jadi memakai tunas anakan. Kalau dicangkok itu susah. Dikultur jaringan bisa tapi untuk skala pertanian yang kecil dan pekarangan sebaiknya memakai bibit, tunas atau anakan saja tidak dicangkok.

Kemdian ada kultur jaringan. Sebenarnya semua teknik diatas bisa dikatakan mudah tergantung apa yang akan dikembangbiakkan. Kultur jaringan ini untuk pisang skala besar misalkan anda punya lahan 100 hektar dan anda membutuhkan bibit dengan ukuran dan umur yang sama itu cara mudahnya menggunakan kultur jaringan. Kemudian kurma untuk skala besar, sukun dan anggrek itu semua menggunakan kultur jaringan.

Oke, itu saja yang dapat TanamanBuah sampaikan cara termudah perbanyak tanaman, ada yang dari semai biji, stek atau cutting, cangkok, okulasi, tunas anakan, kultur jaringan dan cangkok susu. Apabila ada kekurangan mohon maaf dan sukses terus pertanian Indonesia.