Assalamualaikum Wr. Wb. Pada kesempatan kali ini, tanamanbuah.com mencoba memberikan tips dan cara bagaimana mengukur PH tanah dengan cara yang sederhana. Alat PH yang dulunya digunakan di dalam laboratorium, sekarang banyak dijual secara online. Pengukurannya bisa menggunakan PH Meter dua Indikator, PH meter Digital dan Litmus test paper.

Kita bisa menggunakan PH meter dengan dua indikator seperti berikut.

PH Meter Digital

PH Meter dua indikator

Dengan alat tersebut kita bisa mengukur berapa kelembapan dan PH tanah dengan cara cukup menancapkan di lahan.

Kemudian kita juga bisa menggunakan PH meter digital seperti berikut.

PH Meter Digital

PH Meter Digital

Untuk masalah harga, PH Meter digital lebih mahal dibanding yang indikator, sekitar 60 ribuan di online shop.

Bisa juga menggunakan PH Paper seperti berikut.

PH Paper

PH Paper

Kita bisa melihat PH tanah dengan melihat tabel yang telah disediakan di cover ph paper.

Didalam sistem pengambilan sampel untuk penulisan PH maka kita harus membahas beberapa aspek berikut.

Aspek yang paling utama adalah sampel tanah. Dalam pengambilan sampel tanah, diharapkan mencakup bukan hanya di permukaan nya saja, melainkan sampai kedalaman kurang lebih 30 cm. Karena di dalam tanah relatif PH nya berbeda dengan permukaan yang dipengaruhi oleh asam yang dikeluarkan oleh akar.

Setelah menemukan sampel tanah, langkah selanjutnya adalah menaruh tanah di wadah yang nantinya akan di campur dengan air destilasi. Untuk perbandingan sampel tanah dengan air adalah 1:25. Artinya 10 gram tanah yang kita ambil akan dicampur dengan air destilasi sebanyak 25 ml.

Setelah dicampur air kemudian kita tutup rapat dan kita kocok agar larutannya bercampur. Langkah selanjutnya adalah proses penyaringan. Kalah kita tidak punya saringan, kita harus tunggu dulu sampai airnya mengendap. Untuk saringannya bisa menggunakan saringan kopi seperti berikut.

Air yang menetes hasil dari penyaringan tersebut kemudian kita tes menggunakan PH meter atau PH paper. Khusus untuk PH paper, kita celupkan saja kemudian kita cocokkan dengan parameter warna yang ada di kemasan ph paper itu sendiri.

Ketika kita menggunakan ph meter digital, kita tidak langsung bisa menggunakannya. Kita harus kalibrasi dulu menggunakan cairan yang sudah ada di kemasan. Begitu ph meter digital sudah dikalibrasi, maka kita bisa langsung menggunakannya.

Inti dari sharing pada postingan kali ini adalah, jangan berfikir bahwa pengukuran PH pada lahan kita tidak harus ke laboratorium. Kita bisa melihat dulu seberapa besar PH nya menggunakan alat-alat yang telah disebutkan diatas. Setelah mendapatkan gambaran besaran PH kemudian kita dapat menentukan bagaimana penggunaan pupuknya. Misal, kalau PH lahan sudah asam maka hidari penggunaan pupuk dengan PH yang asam, misalnya kalau PH nya 3 atau 4 maka hindari pupuk ZA. Kita juga harus menggunakan pupuk-pupuk yang menaikkan PH misalnya rock phosfat, tetapi jangan menggunakan SP36 atau TSP. Kalau memang sudah asam maka jangan diberikan pupuk dengan PH yang asam.

Semoga bermanfaat bagi para petani dan planter semuanya. Inti dari masalah PH adalah masalah niat bagaimana kita mengukurnya. Ayok kita usahakan berapa PH lahan kita sehingga memberikan gambaran kepada kita bagaimana berbudidaya kelapa sawit yang paling efektif apalagi berbicara tentang modal didalam pemupukannya.

Baca Juga : Cara Menggunakan PH Meter Digital