Assalamualaikum Wr. Wb. Dalam bercocok tanam khususnya bagi kita yang menggunakan wadah ataupun pot, media tanam menjadi salah satu bagian penting dan wajib diperhatikan. Karena media tanam berfungsi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan serta mempertahankan tanaman agar tidak mudah roboh.

Kelebihan Sekam Mentah

Selain tanah ada beberapa bahan media tanam alternatif yang bisa digunakan karena berbagai alasan dengan sifat serta karakternya masing-masing, dan dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Salah satunya yaitu sekam mentah yang mempunyai sifat mudah menyerap air, tidak mudah menggumpal sehingga memiliki sifat poros, tidak mudah hancur sehingga mampu menjaga media tanam tetap gembur, ringan, mudah didapat dan dengan harga yang relatif lebih murah.

Sekam Mentah

Sekam Mentah

Kekurangan Sekam Mentah

Sedangkan kekurangan sekam mentah yaitu karena karakternya mudah menyerap air membuatnya tetap lembab sehingga rawan serangan jamur, kutu, patogen dan lain-lain yang sifatnya merugikan. Namun sebenarnya sekam mentah yang masih baru bisa langsung digunakan dengan catatan komposisinya diperkecil.

Akan tetapi, karena proses penguraian nya ketika dijadikan sebagai media tanam menyebabkan timbulnya panas yang berlebih, serta biji-biji padi yang tersisa akan banyak yang tumbuh, maka sebaiknya diolah terlebih dahulu. Untuk itu postingan kali ini akan menunjukkan salah satu cara untuk mengolah sekam mentah tersebut dengan cara difermentasi.

Persiapan Bahan

Sebelum menuju pada proses pengolahannya sebagai langkah pertama kita siapkan bahan-bahanya terlebih dahulu antara lain :

  1. Dekomposter atau bahan pengurainya yang terdiri dari molase. Bisa kita gunakan gula merah, gula pasir ataupun tetes tebu.

    Gula Merah

    Gula Merah

  2. Kemudian siapkan juga cairan EM4 pertanian berwarna kuning yang dengan mudah anda dapatkan di toko-toko pertanian terdekat atau bisa juga secara online.

    EM4

    EM4

  3. Cup minuman, wadah ataupun ember serta gayung atau alat lainnya sebagai pengaduk.

Untuk kurang lebih 3 karung sekam mentah membutuhkan gula merah/molase sebanyak 200 gram. Kita hancurkan atau dipotong-potong terlebih dahulu dengan tujuan agar mudah larut. Untuk molase disini berfungsi sebagai nutrisi dari mikroba yang terdapat pada cairan EM4. Dan sekali lagi, selain gula merah kita bisa gunakan gula pasir non rafinasi ataupun tetes tebu sebagai penggantinya dengan takaran yang sama.

Proses Pengomposan Sekam Mentah

Masukkan molase atau gula merah tersebut kedalam air bersih sebanyak kurang lebih 15 hingga 20 liter dan aduk hingga benar merata. Untuk cairan EM4 sebelum digunakan kita cek kembali tanggal kadaluarsanya dan kocok terlebih dahulu. Kita gunakan kurang lebih sebanyak 250 ML.

Campurkan ketiga bahan tersebut dan aduk kembali hingga merata lalu diamkan minimal 1 hingga 2 jam atau siapkan larutan EM4 ini kurang lebih setidaknya 24 jam sebelum akan digunakan. Dengan tujuan agar mikroba yang ada bangun dan mulai memperbanyak diri.

Perlu ditambahkan, selain cairan EM4 kita bisa gunakan MOL atau mikroorganisme lokal sebagai pengurainya. Misalnya MOL nasi, MOL bonggol pisang ataupun MOL lainnya tergantung selera.

Pencampuran EM4 dan Molase

Pencampuran EM4 dan Molase

Sekam mentah apabila dalam keadaan kering apalagi tanpa wadah ketika terkena air atau guyuran air akan lolos begitu saja. Jadi agar nantinya larutan EM4 bisa meresap, kita sprei terlebih dahulu dengan tujuan sekedar melembabkannya saja. Jangan lupa untuk mengaduk-aduk nya selama beberapa kali.

Setelah sedikit lembab langkah selanjutnya bisa kita siram atau cipratkan larutan EM4 secara merata lalu aduk kembali sekam mentah tersebut dan lakukan hal yang sama berulang-ulang hingga mencapai kelembaban yang kita inginkan. Agar lebih efektif dan lebih merata, masukkan larutan EM4 kedalam sprayer atau alat semprot lainnya.

Penyemrotan EM4 ke Sekam Mentah

Penyemrotan EM4 ke Sekam Mentah

Sedikit mengulas tentang sekam mentah, ketika langsung digunakan sebagai media tanam memiliki resiko yang cukup tinggi karena proses penguraian atau pengomposan nya bisa meningkatkan suhu atau panas di dalam media tanam tersebut. Sehingga bisa mengakibatkan terjadinya akar yang membusuk ataupun kering yang tentunya akan mengganggu pertumbuhan bahkan bisa menyebabkan kematian pada tanaman yang kita miliki.

Kemungkinan yang kedua yaitu biji-biji padi yang tersisa ataupun tertinggal. Sehingga ketika dijadikan sebagai media tanam, bibit padi yang tumbuh akan dianggap sebagai gulma yang tentunya akan mengganggu pertumbuhan tanaman kita.

Yang ketiga, karena sifat serta karakternya yang mampu menyerap dan menahan air dalam waktu yang relatif sedikit lebih lama mengakibatkan media tanam menjadi lembab. Akan lebih rawan terhadap serangan jamur, kutu atau hama dan penyakit lainnya. Apalagi sekam mentah yang sedari awal memang tidak steril. Oleh sebab itu sekam mentah harus diolah atau difermentasi terlebih dahulu atau jika ingin digunakan secara langsung pastikan sekam mentah tersebut steril dari bibit hama atau penyakit dan komposisinya diperkecil. Yaitu dengan cara mencampurkan dengan bahan-bahan media tanam lainnya.

Setelah tingkat kelembabannya mencapai kurang lebih 30% hingga 40% dengan ciri-ciri yaitu ketika kita peras tidak ada air yang menetes atau ketika kita genggam sedikit menggumpal, langkah selanjutnya yaitu kita tutup menggunakan karung ataupun plastik.

Penutupan Sekam Menggunakan Karung Plastik

Penutupan Sekam Menggunakan Karung Plastik

Diamkan dalam kondisi tersebut selama beberapa jam ke depan dengan tujuan agar kelembabannya tetap terjaga sehingga larutan EM4 bisa lebih meresap sebelum kita masukkan ke dalam karung ataupun wadah.

Setelah beberapa jam, angkat penutupnya dan mulailah masukkan sekam mentah tersebut ke dalam karung atau dengan wadah lainnya.

Setelah semua kita masukkan ke dalam karung ataupun wadah langkah selanjutnya yaitu kita ikat dengan kuat dan untuk perlakuan selanjutnya kurang lebihnya sama seperti dengan cara fermentasi lainnya. Yaitu segera tempatkan pada tempat yang teduh tanpa terkena sinar matahari secara langsung ataupun guyuran air hujan.

Tempatkan pada tempat yang aman serta tambahkan penutup pada bagian atas dan samping untuk menjaga kelembabannya. Dan setelah dua minggu kemudian cek kembali kondisinya yaitu dengan cara membuka tali pengikatnya. Apabila keadaan sekam mentah tersebut sedikit mengering, semprot kembali dengan larutan EM4 dengan takaran yang sama atau minimal gunakan air bersih sambil kita aduk-aduk dengan cara dibolak-balik tanpa mengeluarkannya dari dalam karung. Dan setelah kurang lebih 1 bulan hasilnya sudah siap untuk kita gunakan.

Sekam Mentah Fermentasi

Sekam Mentah Fermentasi

Baik cukup sekian postingan kali ini semoga mudah dipahami serta dipraktekkan. Jangan lupa untuk melihat pengaplikasian media tanam sekam mentah ini di postingan selanjutnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga: Media Tanam Organik