Hama merupakan organisme yang keberadaannya dapat mengganggu menghambat atau bahkan membuat terjadinya penurunan hasil dari tanaman pertanian kita. Dan salah satu hama yang keberadaannya sangat mengkhawatirkan para petani padi yaitu wereng coklat, di mana ketika serangannya itu sangat parah bisa menyebabkan terjadinya kerusakan hingga berujung pada kegagalan panen. Didalam postingan ini kita akan membahas secara detail tentang wereng coklat dan cara mengatasinya.

Hama Wereng Coklat

Hama Wereng Coklat

Hama wereng coklat pastinya sudah nggak asing lagi kan bagi anda, hama ini merupakan hama jenis serangga yang menghisap cairan tanaman. Dan tubuh hama ini berwarna kecoklatan dengan panjang tubuh kisaran 2 sampai 4,4 mm. Hama ini keberadaannya paling meresahkan karena bukan hanya dapat merusak tetapi lebih parah lagi bisa membuat penurunan produksi hingga berujung pada kegagalan usaha tani kita.

Faktor Pemicu Hama Wereng Coklat

Sebelum kita bahas apa saja kira-kira insektisida untuk mengendalikan hama wereng coklat, ini terlebih dahulu kita bahas dulu kenapa sih wereng coklat ini bisa menyerang tanaman kita. Menurut jurnal Baehaki tentang wereng coklat disebutkan bahwa ledakan wereng coklat itu bisa jadi dipacu karena :

  1. Perubahan iklim global yang mempengaruhi sikap hama terhadap tanaman padi. Jadi ketika curah hujan atau kelembaban pada lahan pertanian kita itu tinggi maka berpotensi menjadi pemicu berkembangnya wereng coklat ini pada lahan pertanian kita. Dan kembali lagi kalau sudah faktor alam begini ya mau gimana lagi. Artinya kalau sudah tahu jika faktor kelembaban dan curah hujan yang tinggi menjadi pemicu wereng coklat ini maka anda perlu berhati-hati dan lakukan pengamatan secara berkala pada lahan pertanian Anda.
  2. Ketidak serempakkan tanam dan menanam varietas yang berbeda-beda. Hal ini menjadi pemicu yang paling dominan dari serangan hama wereng coklat ini. Dan kebanyakan alasan para petani disini menanam varietas tertentu atau varietas yang berbeda-beda karena soal faktor pasar. Misal harga varietas tertentu dianggap lebih menguntungkan dan soal faktor konsumsi pribadi di mana varietas tertentu itu lebih disukai rasanya terutama untuk konsumsi keluarga. Kalau sudah begitu maka kembali lagi bahwa anda harus rutin untuk melakukan monitoring atau pengamatan pada lahan pertanian anda baik keberadaan wereng coklat itu sendiri maupun musuh alaminya. Dan untuk informasi varietas apa yang tahan terhadap wereng coklat ini maka silakan sahabat tani menghubungi PPL di desa Anda.
  3. Penggunaan insektisida yang tidak bijak bahkan melewati dosis anjuran dengan anggapan kasih aja yang banyak biar dia cepat mati. Perlu diketahui bahwa jika ada sekelompok hama itu kita semprotkan insektisida dengan dosis yang melebihi anjuran namun ternyata di antara semua itu atau di antara mereka semua itu ada yang mampu pulih kembali dan kemudian berkembang biak lagi. Maka inilah yang bakal memicu resistensi atau kekebalan tubuh dari wereng coklat itu sendiri. Sebagai contoh, ketidakakuratan pemakaian dosis insektisida sudah terjadi sejak zaman dahulu kala yaitu menggunakan tutup sebagai takarannya. Padahal kalau acuannya menggunakan tutup botol, kita tidak tahu berapa mili liter satu tutup botol tersebut. Hal ini tentu akan menimbulkan resiko ketidak akuratan, kecuali tutup botol tersebut sudah ada takarannya yang dibuat oleh pabrik.
    Alat untuk Dosis Takaran Insektisida

    Alat untuk Dosis Takaran Insektisida

    Jadi mulai saat ini saya sarankan untuk berhenti menakar dosis pestisida menggunakan tutup. Makanya kedepannya buat sahabat tani yang ingin menakar pestisida minimal gunakanlah sendok plastik. Karena sudah kita kalibrasi atau kita ukur bersama bahwa dosis satu sendok plastik itu isi cairannya 5 mili. Atau kalau mau lebih akurat lagi maka gunakanlah spuit atau istilah umumnya dikenal dengan suntikan. Karena suntikan sendiri itu sudah jelas dan terstandar ukurannya. Bukan cuman itu, ketidakjelasan dosis disini selain dapat membuat wereng itu menjadi resisten atau kebal juga dapat menjadi pemicu yang keempat yaitu resurgensi.

  4. Resurjensi. Resujensi adalah ledakan dalam suatu populasi akibat musuh alami atau pengendali alaminya itu mati karena penggunaan insektisida yang melebihi batas anjuran dan dilakukan secara terus-menerus. Oleh sebab itu kita harus bijak dalam menggunakan dosis pestisida dan tips dari kami dalam menggunakan insektisida yaitu: pertama, takarlah dengan akurat. Jika pestisidanya berbentuk cairan maka takarlah dengan suntikan dan jika pestisidanya berbentuk granul atau butiran atau powder atau tepung maka gunakanlah timbangan untuk pengukurannya. Kedua, jangan menggunakan satu jenis insektisida secara terus-menerus tetapi rolling-lah atau selang-seling insektisida nya berdasarkan kode cara kerja pestisida tersebut. Ketiga, jangan mencampur pestisida yang sama mekanisme cara kerjanya. Misal sistemik dicampur dengan sistemik, kontak dengan kontak, maka itu bisa beresiko bukan hanya menyebabkan resistensi pada hama tetapi tanamannya bisa juga berisiko tidak tahan. Resikonya adalah tanaman kita menjadi tumbuh tidak normal, gosong, kering kemudian sakit hingga mudah sekali terserang oleh hama pengganggu.
  5. Jangan mencampur terlalu banyak campuran. Misal insektisida dicampur dengan fungisida dicampur lagi dengan herbisida selektif campur lagi dengan bubuk daun dan campur perangsang dengan perekat sehingga berpotensi terjadi ketidak kompatibelan formulasi yang ditandai dengan terjadinya gumpalan, endapan pada bagian bawah larutan, atau apungan pada bagian atas larutan, perubahan warna larutan, perubahan suhu larutan atau perubahan aroma larutan. Jika salah satu ini terjadi, misal terjadi gumpalan ketika anda mencampur pestisida, maka jangan coba-coba untuk disemprotkan ke tanaman anda. Efeknya adalah tanaman itu menjadi gosong karena memaksakan penyemprotan pestisida yang sudah terjadi gumpalan.
  6. Pemupukan nitrogen yang berlebihan. Menurut penelitian Tarigan dengan judul Pemberian Jenis dan Dosis Pupuk Terhadap Tingkat Serangan Hama Wereng Coklat Pada Beberapa Varietas Tanaman Padi ditemukan fakta bahwa terdapat korelasi positif atau keterkaitan antara pemberian pupuk bernitrogen tinggi terhadap serangan wereng coklat itu sendiri. Anda pasti sudah tidak asing lagi kan apa aja kira-kira pupuk yang bernitrogen tinggi. Pertama Urea dengan kandungan 46% nitrogen, Kedua ZA atau amonium sulfat dengan kandungan nitrogen sebesar 21% dan yang ketiga pupuk NPK Phonska dengan kadar nitrogen 15% serta pupuk yang lainnya.

Faktanya banyak sekali petani yang mencampur urea dengan pupuk NPK Phonska pada masa generatif tanaman atau ketika malai padi udah mulai keluar. Hal ini mengakibatkan kelebihan kadar Nitrogen. Hal inilah yang membuat hama wereng semakin senang karena tanaman padi kita pada masa generatif penuh dengan nutrisi yang disukai oleh werang coklat itu sendiri. Padahal pada masa generatif ini tanaman justru membutuhkan unsur hara fosfor dan kalium sebagai unsur hara yang dapat meningkatkan kualitas bulir pada tanaman padi kita.

Jenis dan Kode Cara Kerja Insektisida

Dan sekarang kita akan masuk pada pembahasan insektisida apa yang dapat mengendalikan wereng coklat. Silakan di download tabel berikut ini:
http://bit.ly/3eBpUrR

Silakan untuk memilih jenis insektisida yang sudah anda download diatas, untuk mengendalikan hama wereng coklat. Dan saya sarankan jangan melakukan pencampuran pestisida, karena jika salah dalam pencampuran ini akan berakibat fatal dimana hama akan menjadi resisten dan musuh alami wereng coklat itu sendiri akan mati. Dan sebaiknya melakukan perollingan atau rotasi pestisida berbeda berdasarkan kode cara kerjanya. Dan untuk penanganan lebih lanjut silakan untuk konsultasikan ke PPL di desa anda.

Baca Juga: Cara Buat Larutan Pestisida