Assalamualaikum Wr. Wb. Halo sahabat pecinta tanaman buah, ragam adenium, ragam bonsai dan tanaman hias lainnya, kembali lagi di tanamanbuah.com sebuah blog yang membahas seputar seni bonsai, perawatan adenium dan beragam tanaman buah. Setelah pada dua postingan sebelumnya yang membahas bagaimana cara membuat PSB atau photosynthetic bacteria, cara aplikasi serta beserta masing-masing hasilnya, nah pada postingan kali ini kita akan menunjukkan cara memperbanyak bakteri fotosintesis tersebut.

Adapun syarat utama untuk memperbanyak PSB ini yaitu kita wajib memiliki indukan atau PSB yang sudah jadi. Dan keuntungan yang didapat dari segi waktu dalam memperbanyak PSB ini prosesnya jauh lebih singkat dari proses-proses sebelumnya sehingga jumlahnya bisa kita lipatgandakan dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Memperbanyak PSB

Memperbanyak PSB

Bagaimanakah cara memperbanyak dan bagaimana hasilnya ? Yuk mari kita simak selengkapnya berikut ini:

Untuk memperbanyak PSB ini cara dan bahan yang digunakan kurang lebihnya sama seperti dalam proses awal pembuatannya. Namun yang membedakan yaitu jumlahnya yang kita gandakan antara lain yaitu:

  1. 2 buah telur dan sekali lagi kita bisa menggunakan telur ayam, telur bebek, telur angsa atau telur-telur yang lain. Bahkan kita bisa gunakan telur keong di mana telur tersebut berfungsi untuk mengisolasi dan memperbanyak bakteri.

    Telur untuk Bahan Pembuatan PSB

    Telur untuk Bahan Pembuatan PSB

  2. Untuk bahan yang kedua yaitu kita gunakan monosodium glutamat atau MSG atau penyedap rasa atau vetsin dengan berbagai macam merk yang beredar sebanyak 2 bungkus ukuran 18 gram atau kurang lebih sebanyak 2 sendok makan.

    MSG untuk Bahan Pembuatan PSB

    MSG untuk Bahan Pembuatan PSB

Campurkan kedua bahan tersebut, dan untuk memperbanyak PSB ini kedua bahan tersebut bisa kita aduk ataupun kocok. Berbeda saat kita awal membuatnya yaitu dengan cara kita aduk.

Campurkan Telur dan MSG

Campurkan Telur dan MSG

Setelah kedua bahan tersebut tercampur secara merata, langkah selanjutnya yaitu kita masukkan ke dalam botol bekas air mineral ukuran 1500 ML sebanyak kurang lebih 1 setengah hingga 2 sendok makan pada masing-masing botol tersebut.

Masukkan Campuran ke Botol

Masukkan Campuran ke Botol

Setelah itu, kita masukkan air bersih, air kolam atau jika anda ingin proses yang lebih cepat kita bisa gunakan air AC sebanyak masing-masing 1 liter pada tiap-tiap botol tersebut dengan menyisakan sedikit ruang untuk menampung gas yang akan timbul selama proses tersebut berlangsung.

Masukkan Air Bersih

Masukkan Air Bersih

Setelah itu kita masukkan biang atau indukan dari PSB tersebut sebanyak kurang lebih 150 hingga 200 ml pada masing-masing botol tersebut. Dan untuk tips agar mempercepat prosesnya maka semakin banyak biang yang kita gunakan maka proses yang dilakukan jauh lebih cepat dan dengan waktu yang lebih singkat.

Masukkan Biang PSB

Masukkan Biang PSB

Tutup rapat masing-masing botol tersebut dan kocok hingga merata dan jangan lupa pada masing-masing tutup botol tersebut kita tusuk menggunakan jarum dimana lubang jarum tersebut berfungsi untuk mengeluarkan gas yang akan timbul. Sehingga selama prosesnya kita cukup mengocoknya tanpa perlu membuka atau menutup tutup botol tersebut.

Pelubangan Tutup Botol

Pelubangan Tutup Botol

Untuk perlakuan setelah itu kurang lebihnya juga sama seperti dalam proses awal pembuatannya. Yaitu langsung jemur di bawah sinar matahari secara langsung minimal 6 hingga 8 jam perhari. Kocok botol tersebut setiap hari jika dimungkinkan dan setelah warna berubah menjadi merah kuning atau ungu atau ketika kita kocok warna tidak berubah kembali menjadi bening, maka sudah siap untuk kita gunakan.

Sedikit mengulas mengenai bau kurang sedap dari PSB ini disebabkan selain memperbanyak diri, bakteri juga melakukan aktivitas metabolit sehingga menghasilkan beberapa senyawa misalnya asam amino, asam sulfat dan beberapa senyawa lainnya. Karena memerlukan proses yang cukup lama maka senyawa-senyawa yang dihasilkan tersebut ada yang pecah ataupun terurai yang disebabkan oleh beberapa sebab misalnya karena waktu yang dibutuhkan cukup panjang, panas, teroksidasi dan lain-lain sehingga inilah yang menjadikan PSB tersebut beraroma kurang sedap.

Akan tetapi bau kurang sedap dan aroma yang cukup menyengat bisa kita fungsikan sebagai pestisida nabati karena aromanya kurang disukai oleh beberapa hama misalnya serangga dan lain-lain. Dan mengingat waktu yang dibutuhkan dalam memperbanyak PSB ini lebih singkat atau lebih cepat daripada dalam proses awal pembuatannya, maka kemungkinan bau kurang sedap tersebut bisa sedikit berkurang.

Baik cukup sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat dan jangan jadikan keterbatasan untuk tidak berkreasi. Wassalamualaikum Wr. Wb.