Assalamu’alaikum, selamat pagi, siang dan sore, pada postingan kali ini saya akan memberikan tips mengenai cara pemindahan ikan yang baru kita beli ke aquarium baru agar tidak merusak ekosistem atau mempengaruhi ikan lama. Perlu untuk diketahui bahwa ikan yang baru kita beli ini harus teruji dulu ke habitat yang baru, kita kan tidak tahu bagaimana ikan ini di masa lampau. Apakah ada penyakit atau tidak. Untuk itu kita karantina dulu di akuarium tersendiri, sembari mengecek apakah ada tanda-tanda ikan itu sakit.

Langkah-Langkah Karantina Ikan

Sebelum ikan dimasukkan ke tank karantina, seperti biasa kita adaptasikan dulu dengan menaruh ikan yang masih di plastik ke dalam tank / aquarium yang sudah terisi air. Apabila tidak ada aquarium, bisa menggunakan ember atau apa saja yang dapat menampung air. Tujuan dari karantina ini seperti yang saya ulas tadi bahwa kita tidak tahu sejarah ikan ini seperti apa, maka dari itu dengan karantina ini diharapkan bisa mengetahui apakah ikan ada gejala-gejala yang akan timbul.

Adaptasi Ikan Baru

Adaptasi Ikan Baru

Cara ini relatif lebih aman daripada kita langsung memasukkan ikan ke dalam aquarium utama. Yang dikhawatirkan jika ikan baru tersebut membawa penyakit, maka ikan yang lainnya ikut tertular. Nah, kita lihat seperti gambar di bawah ini, bahwa ikan baru tersebut dikarantina di akuarium. Kita taruh disini beberapa saat. Kita lihat dulu apakah ada tanda-tanda sakit atau normal dan sehat sembari kita juga adaptasikan ke suhu ruangan yang baru.

Karantina Ikan Baru

Karantina Ikan Baru

Pemindahan Ikan ke Kolam Baru

Nah, setelah dirasa tidak ada tanda-tanda sakit atau gejala yang lain, maka kita bisa memasukkan ikan yang telah dikarantina ini ke kolam / aquarium utama. Kita siapkan dulu alat-alat nya seperti saringan. Kita pindahkan satu-persatu saja menggunakan saringan ikan. Ingat, dalam pemindahan ini kita ambil ikannya saja. Air yang dari aquarium karantina tidak usah kita masukkan, karena khawatir masih ada sisa-sisa kotoran dan penyakit.

Kita lihat gambar dibawah, ikan yang baru tadi sudah masuk kedalam aquarium utama. Kita lihat ada bermacam-macam jenis ikan disini seperti : ikan cory catfish albino, rummynose tetra, harlequin rasbora, neon tetra dan masih banyak lagi jenisnya. Usahkana kalau ikan baru sudah masuk ke akuarium utama, lekas diberi makan dengan jentik nyamuk atau artemia hidup. Kenapa harus langsung diberi makan ? Ya biar merasa nyaman saja ikan nya. Kan, tadi sudah dikarantina beberapa saat, nah sekarang pasti ikan-ikan tersebut pasti sudah laper.

Ikan Hias Hasil Pemindahan

Ikan Hias Hasil Pemindahan

Agar Ikan di Aquarium Tidak Cepat Mati

Kali ini kita akan membahas nih, faktor apa saja yang harus kita ketahui agar ikan yang baru kita beli tadi tidak cepat mati. Sering juga kan kita pas di toko ikan, lihat-lihat disana ikannya pada sehat, agresif dan lincah. Eh, pas dibawa ke rumah, dan siap untuk masuk ke kolam / aquarium utama malah ikannya mabok. Hehe.. Oke, berikut beberapa faktor yang kalian harus ketahui ya.

Faktor Sifat Ikan Berdasarkan Agresivitasnya

  1. Ikan Agresif. Ikan ini cenderung agresif, linach dan menyerang ikan lain. Contohnya ikan cupang, louhan, arwana, piranha dsb.
  2. Ikan Non-Agresif. Ikan jenis ini cenderung kalem, damai, santuy, dan pasif. Contoh nya seperti ikan komet, molly, guppy, tetra dsb.
  3. Ikan Teritori. Ikan teritori ini punya daerah kekuasaan. Sehingga ikan jenis ini akan damai selama wilayahnya tidak diganggu. Contohnya seperti ikan Niasa, Manfish dsb.

Sebenarnya dalam mencampur ikan ini, tidak boleh sembarangan. Misalnya ikan agresif dicampur dengan ikan non agresif. Kasihan ikan nya yang non agresif, pasti sering diserang dan hasilnya ikan jad pasif, stres dan gak mau makan. Tapi, disini ada pengecualian, misalnya ikan yang non-agresif dicampur dengan ikan teritorial. Nanti ikan non agresif ini minggir sendiri, dan ikan teritori nya akan ke wilayah nya sendiri.

Baca Juga : Cara Ternak Ikan Cupang

Faktor Ruang Gerak dan Pencahayaan.

Sebaiknya kita tidak membuat populasi ikan menjadi sangat padat dalam satu akuarium. Jumlah ikan yang kita pelihara harus dibatasi agar semua ikan mempunyai ruang gerak yang cukup leluasa. Pencahayaan juga perlu diperhatikan. Banyak ikan hias tidak suka dengan intensitas cahaya tinggi dan cenderung sembunyi dibalik batu dan tanaman. Maka berikanlah batu, ornamen atau lebih bagus lagi menggunakan tanaman hidup agar ikan dapat memilih tempat sesuai dengan keinginan mereka. Baik tempat yang terang maupun tempat yang teduh. Meskipun banyak jenis ikan yang dapat beradaptasi dengan cahaya, namun sebaiknya pencahayaan harus kita atur secara alami. Yaitu, dengan memberikan waktu terang dan gelap seperti ikan di alam bebas yang mana mengalami waktu siang dan malam.

Timer Saklar Analog

Timer Saklar Analog

Ada saatnya mereka perlu kegelapan agar dapat beristirahat lebih optimal. Maka, hidupkan lampu akuarium maksimal dua belas jam saja sehari. Pakailah timer jika tidak ingin repot-repot menghidup matikan saklar lampu akuarium.

Faktor Makanan Ikan Hias

Pemberian Makan Ikan Secukupnya

Pemberian Makan Ikan Secukupnya

Pada kenyataanya, makanan yang terlalu banyak akan menyisakan sampah di dasar akuarium yang akan menyebabkan tumbuhnya jamur dan penyakit yang akan membuat ekosistem di dalam akuarium tidak sehat. Sebaliknya, perlu anda ketahui bahwa banyak jenis ikan hias air tawar, terutama yang sudah mencapai ukuran dewasa, dapat hidup puluhan hari tanpa diberi makanan. Karakter ikan hias memang berbeda dengan ikan ternak. Karena itu berikanlah makan ikan secukupnya. Satu hari cukup satu kali, biasanya saya memberi makan sekitar ukuran satu sendok teh untuk jumlah ikan kecil seperti molly, guppy dan tetra sekitar 10-20 ekor.

Faktor Suhu / Temperatur Air

Temperatur Suhu Air

Temperatur Suhu Air

Temperatur atau suhu air juga berpengaruh kepada kesehatan ikan. Terutama pada ikan yang demanding seperti ikan discuss atau udang hias. Untuk jenis ikan lain rata-rata bisa bertahan pada range temperatur yang agak lebar. Hanya saja jaga air agar tidak ada lonjakan perubahan temperatur. Untuk itu bagi ikan baru, kita sesuaikan dulu dengan suhu air di kolam atau aquarium kita.

Faktor Siklus Nitrogen

Siklus Nitrogen

Siklus Nitrogen

Kita perlu jaga agar kandungan nitrogen yang berbentuk nitrit dan nitrat yang merupakan hasil ekskresi dan sekresi ikan tidak terakumulasi dalam jumlah yang pekat di dalam akuarium. Jika air berwarna keruh atau abu-abu atau kekuningan, tandanya masih banyak nitrat yang terlarut dan belum dinetralisir oleh bakteri. Cara mengurainya itu dengan bakteri yang ada di filter biologis kita. Atau bisa juga diserap oleh tanaman yang ada di dalam akuarium. Gantilah air sepertiga atau maksimal setengah dari volume air akuarium untuk memberikan air baru yang lebih segar.

Faktor Filtrasi dan Sirkulasi Air

Filter Biologis Akuarium

Filter Biologis Akuarium

Memang ada beberapa jenis ikan yang hidup di arus kuat dan deras, sementara jenis ikan yang lain dia paling baik hidup di air yang tidak terlalu deras. Namun demikian, keduanya tetap membutuhkan filtrasi agar air tetap jernih dan sehat untuk kehidupan yang baik. Pastikan sirkulasi air sesuai dengan kebutuhan ikan dan saringlah air menggunakan filter fisis yang dikombinasikan dengan filter biologis menggunakan keramik kering.

Faktor Zat Kandungan Air

Kandungan Zat Dalam Air

Kandungan Zat Dalam Air

Didalam air ada banyak kandungan zat seperti Oksigen. Oksigen ini sangat diperlukan untuk pernafasan. Beberapa jenis ikan masih tetap membutuhkan aerator agar tetap hidup, tapi bisa juga diganti dengan riak-riak cipratan air hasil sirkulasi. Kemudian air juga ada kandungan mineral. Semakin tinggi kandungan air mineralnya, maka air nya disebut semakin sadah / semakin keras. Jika air sumur atau ledeng anda mempunyai kesadahan yang tinggi setelah diukur dengan tds meter, maka bisa disaring dengan batu zeolit. Kandungan lainnya adalah Klorin. Klorin ini juga tidak sehat untuk ikan. Untuk itu jika air sumur atau ledeng banyak mengandung klorin, sebaiknya diendapkan dulu selama 1 x 24 jam sebelum digunakan untuk mengisi akuarium. Selanjutnya adalah zat CO2. Jika anda adalah penggemar aquascape higlight, pasti sudah tidak asing dengan injeksi CO2. Berhati-hatilah menentukan bubble per second untuk injeksi nya karena kandungan CO2 yang terlalu tinggi maka akan membuat ikan yang ada di akuarium kekurangan oksigen dan sakit lalu mati. Jika mendapati ikan yang lemas dan melayang-layang di permukaan akuarium, segera matikan injeksi CO2 nya dan ganti air sepertiga volume, dan buatlah air mancur agar okesigen cepat larut.

Nah, diatas sudah dijelaskan mengenai tata cara pemindahan ikan ke kolam utama, khususnya ikan-ikan yang baru saja dibeli di toko ikan hias agar tidak cepat mati dan aman. Dengan menerapkan cara dan tips diatas, semoga ikan hias sobat bisa cepat beradaptasi di lingkunan yang baru, dan sehat. Semoga memberikan manfaat, nantikan update postingan mengenai perikanan dan peternakan juga pertaniah hanya di www.tanamanbuah.com.