Assalamualaikum Wr. Wb. Pemupukan atau pemberian material tambahan untuk menyediakan hara bagi tanaman merupakan bagian rutin berkala dan wajib diperhatikan dalam setiap kegiatan bercocok tanam dengan tujuan untuk membantu pertumbuhan ataupun untuk meningkatkan produksi tanaman.

Secara umum, ada 2 macam pupuk yang dikenal selama ini. Yang pertama yaitu pupuk anorganik atau pupuk buatan atau disebut juga dengan pupuk sintetis atau lebih dikenal dengan pupuk kimia. Dan yang kedua adalah pupuk organik atau pupuk alami misalnya humus, kompos dan pupuk kandang.

Berbicara tentang pupuk kandang bermacam-macam. Salah satunya yaitu kotoran unggas yang berasal dari kotoran ayam. Dan dengan berbagai alasan serta latar belakang, kotoran ayam dipilih sebagai salah satu bahan pembuatan pupuk organik.

Namun mengingat kotoran ayam tergolong dalam pupuk panas karena sifat asam dan kandungan nitrogen yang cukup tinggi, sebelum digunakan sebaiknya diolah salah satunya yaitu dengan difermentasi. Dan berikut ini adalah tahapan-tahapan fermentasi kotoran ayam.

Bahan Pembuatan Pupuk Kotoran Ayam

Sebelum menuju pada proses fermentasi kohe ayam tersebut, sebagai langkah awal kita siapkan larutan dekomposter atau pengurainya. Adapun bahan-bahan yang perlu kita sediakan yaitu:

  1. Cairan EM4 dengan kemasan warna kuning sebagai sumber mikroba.

    Cairan EM4

    Cairan EM4

  2. Molase sebagai sumber nutrisi bagi mikroba tersebut.

    Molase Gula Merah

    Molase Gula Merah

  3. Gelas takar dan dan wadah atau ember berisi air bersih.

    Air Bersih

    Air Bersih

Untuk 4 karung atau kurang lebih 150 hingga 200 kg kohe ayam, kita siapkan air bersih sebanyak 20 liter. Molase di sini menggunakan gula merah sebanyak 200 gram yang kita hancurkan terlebih dahulu agar mudah larut.

Penambahan Molase Gula Merah

Penambahan Molase Gula Merah

Tambahkan cairan EM4 sebanyak 400 ml lalu aduk hingga merata dan diamkan selama beberapa saat.

Penambahan Cairan EM4

Penambahan Cairan EM4

Tujuan pembuatan larutan EM4 lebih awal yaitu agar mikroba yang terdapat pada EM4 atau MOL bangun dan mulai memperbanyak diri. Bisa juga kita siapkan larutan EM4 ini setidaknya 24 jam sebelum kita gunakan.

Setelah kita tuang kohe ayam tersebut, sebagai langkah berikutnya diperlukan tindakan penyortiran. Dimana penyortiran ini bertujuan untuk memisahkan bahan-bahan yang sulit terurai misalnya plastik, batu ataupun benda-benda asing lainnya yang kemungkinan ikut bersamanya.

Pemisahan Kohe Ayam

Pemisahan Kohe Ayam

Setelah kita sortir, untuk tindakan berikutnya yaitu tinggal kita campuran antara kohe ayam tersebut dengan larutan EM4 yang sudah kita siapkan sebelumnya sambil dibolak-balik agar lebih merata selama beberapa kali.

Setelah bahan-bahan tersebut tercampur secara merata dengan tingkat kelembaban mencapai kurang lebih 30 hingga 40% dengan ciri-ciri: ketika kita genggam sedikit menggumpal atau tidak mudah hancur dan ketika diperas air tidak menetes ataupun mengalir. Maka langkah selanjutnya yaitu kita tutup menggunakan karung, plastik ataupun benda lainnya.

Tutup Menggunakan Karung

Tutup Menggunakan Karung

Tujuannya adalah agar larutan EM4 lebih meresap dan kelembaban tetap terjaga. Dan setelah beberapa jam, angkat karung tersebut dan aduk untuk terakhir kalinya kemudian kita masukkan kohe tersebut ke dalam karung.

Isi karung tidak terlalu penuh, cukup setengah hingga 3 per 4 bagian dari kapasitas nya dengan tujuan untuk memudahkan pada tahap selanjutnya. Ikat dengan kuat dan jika diperhatikan proses fermentasi kohe ayam ini untuk cara dan perlakuannya kurang lebihnya sama saja seperti dalam proses fermentasi kotoran hewan lainnya ataupun fermentasi dalam pembuatan kompos.

Proses Fermentasi Kohe Ayam

Proses Fermentasi Kohe Ayam

Adapun cara perlakuannya yaitu segera tempatkan karung-karung tersebut di tempat yang aman, teduh atau ternaung sehingga terhindar dari guyuran air hujan ataupun paparan sinar matahari secara langsung. Jaga kelembabannya dengan menambahkan penutup pada bagian atas dan samping. Dan setiap 2 minggu sekali kita cek kembali kondisinya. Jika sedikit mengering kita semprot kembali dengan larutan EM4 dengan perbandingan yang sama dan setelah kurang lebih 1 bulan maka hasilnya sudah siap untuk kita gunakan.

Demikian langkah-langkah cara fermentasi kohe ayam untuk dijadikan pupuk kandang. Semoga bisa dipahami dan dipraktekkan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Kompos