Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Halo sahabat pecinta tanaman hias, bonsai dan tanaman buah lainnya, kembali lagi bersama tanamanbuah.com sebuah blog yang khusus membahas seputar seni bonsai, perawatan Adenium dan beragam tanaman lainnya. Salah satu pupuk organik yaitu kotoran hewan. Salah satunya yaitu kotoran kambing, namun sebelum diaplikasikan sebaiknya kita olah atau difermentasi selama beberapa waktu baik dalam bentuk padat maupun cair.

Pupuk dalam bentuk cair memiliki kelebihan yaitu lebih cepat dan mudah terserap oleh akar sehingga hasilnya bisa terlihat dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan pupuk dalam bentuk padat. Oleh karena itu pada postingan kali ini akan menunjukkan cara pembuatan pupuk organik cair atau POC berbahan dasar kotoran kambing yang mudah dan praktis hanya menggunakan kaos kaki bekas.

Selain mudah dan praktis karena tanpa melakukan penyaringan POC tersebut juga lebih cepat bisa kita gunakan dan hasilnya juga akan langsung terlihat dalam waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan pupuk organik dalam bentuk padat. Mau tahu caranya ? Yuk mari kita simak pembahasan kali ini dengan tema cara pembuatan POC kotoran kambing dengan mudah dan praktis hanya menggunakan kaos kaki bekas.

Baca Juga : Cara Membuat POC Air Cucian Beras

Bahan Untuk Pembuatan POC Kotoran Kambing

  1. Kotoran Kambing
    Sebagai langkah pertama yaitu kita siapkan bahan utamanya tentunya yaitu kotoran kambing yang sudah lama dan sedikit hancur. Baik lama karena proses alami ataupun yang difermentasi terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pembuatan pupuk organik cair tersebut. Namun untuk kotoran kambing yang masih baru bisa saja kita gunakan namun memerlukan waktu yang sedikit lebih lama.

    Kotoran Kambing

    Kotoran Kambing

    Kaos Kaki Bekas
    Bahan ke dua yang perlu kita siapkan yaitu sepasang kaos kaki bekas tentunya mudah anda dapatkan atau Anda bisa menggunakan bahan lainnya misalnya kain dan sebagainya yang berfungsi sebagai penyaring. Sehingga hasil pembuatan pupuk organik cair tersebut bisa langsung kita ambil dan kita gunakan.

    Kaos Kaki Bekas

    Kaos Kaki Bekas

Langkah Pembuatan POC Kotoran Kambing

Langkah pertama yaitu kita masukkan kotoran kambing tersebut ke dalam kaos kaki bekas sesuai dengan kapasitasnya hingga sedikit penuh namun sisakan sedikit ruang untuk memudahkan kita untuk mengikatnya. Sehingga kurang lebih akan tampak seperti:

Kotoran kambing dimasukkan ke dlm kaos kaki lalu diikat

Kotoran kambing dimasukkan ke dlm kaos kaki lalu diikat

Kemudian langkah berikutnya yaitu kita ikat menggunakan tali rafia atau semacamnya. Selain itu sebagai pengganti kotoran kambing Anda bisa menggunakan kotoran ternak atau kotoran hewan yang lebih mudah anda dapatkan. Sebagai contoh misalnya kotoran sapi, kotoran ayam, kotoran kelinci dan sebagainya tentunya dengan kriteria yang sama.

Untuk proses selanjutnya yaitu kita siapkan cairan EM4 pertanian berwarna kuning sebagai starter di mana cairan EM4 tersebut sebagai sumber mikroba dan bakteri yang menguntungkan. Kita gunakan sebanyak 200 ml. Untuk mengaktifkan mikroba dan bakteri dalam cairan EM4 tersebut yang bersifat dorman, kita butuhkan molase sebagai sumber nutrisi mikroba dan bakteri tersebut.

EM4 Sebagai Starter

EM4 Sebagai Starter

Disini menggunakan gula merah sebanyak satu setengah butir kemudian kita larutkan ke dalam air sebanyak 200 ml. Atau anda bisa mengganti gula merah tersebut dengan gula pasir ataupun tetes tebu dengan takaran air yang sama. Lalu campurkan keduanya dalam satu wadah lalu kocok atau aduk hingga tercampur merata. Diamkan sejenak agar bakteri dan mikroba tersebut mulai aktif.

Gula Merah Sebagai Molase

Gula Merah Sebagai Molase

Langkah berikutnya yaitu kita siapkan wadah baik berupa ember ataupun kantong berisi air bersih dengan kapasitas 25 hingga 30 liter. Kemudian isi wadah tersebut dengan air setengah dari kapasitasnya. Lalu masukkan cairan EM4 dan molase tersebut ke dalamnya namun jangan lupa untuk mengaduk atau mengocoknya terlebih dahulu.

Gentong Plastik untuk menampung Air, EM4 dan Molase

Gentong Plastik untuk menampung Air, EM4 dan Molase

Setelah itu kita tambahkan kembali air bersih hingga 3/4 dari kapasitas wadah yang kita gunakan. Tujuannya yaitu untuk memberi sedikit ruang bagi gas yang akan keluar selama proses fermentasi tersebut lalu aduk menggunakan gayung atau alat lainnya hingga semua cairan tersebut tercampur merata lalu diamkan selama beberapa saat.

Masukkan kotoran kambing yang terbungkus kaos kaki bekas tersebut ke dalam wadah berisi campuran antara air, EM4 dan molase. Lalu ikat tali pada bagian luar wadah dan tarik tali tersebut agar kotoran kambing di dalam kaos kaki tersebut bisa tenggelam ataupun terendam secara sempurna atau bisa dibantu dengan alat lain untuk memudahkannya.

Proses Memasukkan Kotoran Kambing dalam Gentong

Proses Memasukkan Kotoran Kambing dalam Gentong

Setelah itu kita tutup wadah tersebut minimal menggunakan plastik lalu ikat dengan kuat. Tujuannya yaitu agar proses fermentasi berjalan lebih cepat dan menghindari terjadinya kemungkinan bau yang tidak sedap keluar dari wadah dan yang terpenting adalah untuk menghindari masuknya lalat ataupun binatang lainnya. Sehingga meminimalisir ada belatung dan sebagainya.

Tutup Gentong dengan Plastik dan Ikat erat

Tutup Gentong dengan Plastik dan Ikat erat

Selama proses fermentasi tersebut setiap 2 hari sekali kita buka penutupnya. Tarik tali atau dorong menggunakan alat bantu lainnya agar kotoran kambing tersebut kembali tenggelam lalu aduk secara perlahan. Tujuannya yaitu sebagai aerasi atau sirkulasi udara sekaligus membuang gas yang kemungkinan timbul selama proses fermentasi tersebut.

Jika ingin menghasilkan pupuk organik cair yang lebih bagus kualitasnya tentunya dengan hasil yang lebih maksimal, pasang aerator pada bagian dasar wadah jika dimungkinkan.

Setelah itu jangan lupa untuk menutup kembali wadah tersebut dengan tujuan yang sama seperti yang sudah disebutkan sebelumnya dan lakukan hal tersebut setiap 2 hari sekali selama proses fermentasi tersebut. Dan setelah 12 hari proses fermentasi, hasil dari proses tersebut bisa kita gunakan sebagai POC.

Setelah 12 hari proses, pupuk organik cair hasil fermentasi kotoran kambing tersebut sudah siap untuk kita gunakan. Caranya yaitu kita buka penutupnya, aduk kembali secara perlahan, keluarkan kotoran kambing tersebut atau tinggal kita ambil saja pupuk organik cair tersebut secara langsung tanpa mengeluarkannya. Untuk sisa kotoran kambing tersebut masih bisa kita proses menjadi pupuk organik cair kembali dengan takaran yang sama baik air, molase ataupun cairan EM4. Dan setelah itu sisa kotoran kambing tersebut bisa kita gunakan sebagai campuran media tanam ataupun kompos dengan cara dijemur terlebih dahulu untuk mengurangi kadar airnya.

Untuk dosis pemakaiannya yaitu 1 banding 10 di mana 1 liter pupuk organik cair tersebut bisa kita campurkan dengan air bersih sebanyak 10 liter. Namun untuk mengantisipasi terjadinya overdosis ataupun hal-hal buruk lainnya jika perlu untuk dosis pemakaian awal bisa menggunakan dosis yang lebih rendah lebih dahulu. Sebagai contoh misalnya 1 banding 15 ataupun 1 banding 20 tergantung dari usia, jenis tanaman, berbatang lunak ataupun berbatang keras.

Proses Pencampuran POC dengan Air

Proses Pencampuran POC dengan Air

Setelah kita ambil pupuk organik cair atau POC tersebut sesuai dengan kebutuhan, jangan lupa untuk menutupnya kembali dan jika masih ada kemungkinan gas yang keluar maka setiap 2 hari sekali kita wajib membuka dan aduk kembali. Untuk penyimpanan dalam jangka waktu yang lebih lama maka kita perlu menambahkan molase.

Cara Pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) Kotoran Kambing

Untuk cara aplikasinya yaitu siram atau kocor di sekitar tanaman kesayangan anda. Usahakan tanpa mengenai batang dengan jumlah disesuaikan tergantung usia, besar kecil dan jenis tanaman. Lakukan setiap 2 minggu sekali atau 1 minggu sekali dengan dosis yang lebih rendah. Dan berikut ini akan ditampilkan contoh aplikasi pada beberapa pohon anggur, bahan bonsai dan adenium sesuai usia, besar kecil dan wadah yang digunakan dan beberapa contoh hasilnya dalam usia 2 minggu setelahnya.

Pengaplikasian POC pada Pohon Anggur

Pengaplikasian POC pada Pohon Anggur

Pengaplikasian Pada Bonsai

Pengaplikasian Pada Bonsai

Pengaplikasian Pada Adenium

Pengaplikasian Pada Adenium

Dan seperti inilah sobat kurang lebih contoh hasilnya dari pemakaian pupuk organik cair atau POC kotoran kambing dengan mudah dan praktis hanya menggunakan kaos kaki bekas. Dan perlu ditambahkan, selalu pantau keadaan tanaman anda setelah aplikasi POC tersebut. Adakah perubahan yang terjadi. Jika mengarah ke hal yang lebih buruk kurangi dosis ataupun hentikan pemakaian sama sekali. Jika mengarah ke hal yang lebih positif bagi perkembangan dan pertumbuhannya, jika perlu ditambahkan dosis secara bertahap.

Untuk hasil yang lebih memuaskan dan maksimal tentunya tetap perhatikan kebutuhan tanaman kesayangan anda. Misalnya penyiraman dan perhatikan intensitas sinar matahari yang diberikan dan beberapa hal lainnya. Oke, Cukup sekian pembahasan kali ini mengenai pembuatan POC kotoran kambing secara sederhana. Sekali lagi, jangan jadikan keterbatasan untuk tidak berkreasi.

Sampai jumpa di postingan berikutnya, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..