Assalamu’alaikum sahabat tani, MOL atau Mikro Organisme Lokal adalah kumpulan mikro organisme yang dikembangbiakkan atau diternakkan yang berfungsi sebegai starter atau dekomposter dalam pembuatan kompos organik atau pupuk organik cair. Dimana MOL tersebut bisa menggantikan starter pabrikan.

Bonggol Pisang

Bonggol Pisang

Adapun bahan dasar pembuatan MOL hendaknya menggunakan bahan-bahan yang berasal dari lingkungan sekitar, salah satunya yaitu bonggol pisang. Selain mudah didapat, bonggol pisang juga memiliki beberapa jenis mikro organisme antara lain: bacillus sp, aeromonas sp, aspergillus sp dan lain-lain yang bertindak sebagai dekomposter atau pengurai bahan-bahan organik. Dan bonggol pisang juga mengandung unsur hara baik makro maupun mikro serta hormon yang bermanfaat bagi tanaman.

Sedangkan pohon pisang itu sendiri terdiri dari beberapa bagian antara lain yaitu gedebog pisang dimana pada bagian tengah disebut sebagai batang pohon pisang dan yang disebut dengan bonggol pisang adalah bagian terbawah dari pohon pisang itu sendiri yaitu bagian yang ditumbuhi akar. Dan inilah bahan dasar pembuatan mol bonggol pisang. Berikut ini adalah langkah-langkah proses dalam pembuatan mol bonggol pisang atau biasa disingkat dengan MBP.

Proses Pembuatan MOL Bonggol Pisang:

  1. Setelah kita mendapatkan bonggol pisang yang akan kita olah, sebagai langkah awal kita bersihkan dahulu dari sisa-sisa akar dan tanah yang menempel. Sebagai tambahan, jika ada/tesedia diutamakan menggunakan bonggol pisang usia muda atau belum pernah berbuah. Dan pastikan berasal dari indukan pohon yang sehat, terbebsa dari jamur fusarium.

    Bonggol Pisang Dibersihkan

    Bonggol Pisang Dibersihkan

  2. Setelah bersih, potong atau belah bonggol pisang tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
  3. Kemudian hancurkan dengan cara dicacah hingga menjadi ukuran yang lebih lembut. Atau bisa juga dihancurkan dengan cara dipukul, ditumbuk atau diparut atau bisa juga dengan cara diblender.

    Cacah Kecil-Kecil

    Cacah Kecil-Kecil

  4. Langkah selanjutnya, siapkan wadah lengkap dengan penutupnya lalu isi dengan air bersih sebanyak 60 persen dari kapasitasnya. Tambahkan tepung beras kemudian aduk hingga merata. Tepung beras digunakan sebagai alternatif pengganti air cucian beras atau air kelapa. Dengan alasan tepung beras lebih mudah kita peroleh daripada kita harus mengumpulkan air cucian beras / air kelapa dalam jumlah yang banyak. Akan tetapi jika anda bisa mendapatkan keduanya dengan jumlah yang banyak, maka diutamakan tetap menggunakan air cucian beras atau air kelapa. Dan keduanya bisa kita campurkan.

    Penambahan Tepung Beras

    Penambahan Tepung Beras

  5. Tambahkan molase gula merah lalu aduk kembali hingga merata.

    Molase Gula Kelapa

    Molase Gula Kelapa

  6. Sesudah diaduk secara merata dan gula merah sudah benar-benar larut, maka masukkan cacahan bonggol pisang tadi kedalam ember dan tutup rapat.

Perlakuan Fermentasi MOL Bonggol Pisang

Untuk perlakuannya, segera tempatkan pada tempat yang teduh tanpa terkena sinar matahari secara langsung. Selama tiga hari pertama buka penutup secara perlahan untuk membuang gas yang timbul dan aduk kembali agar larutan gula tercampur merata.

Setelah difermentasi selama 2 hingga 4 minggu maka hasilnya sudah siap untuk kita gunakan sebagai starter. Semakin halus bahan dasar yang kita gunakan, maka prosesnya bisa berjalan lebih cepat.

Ciri-Ciri Fermentasi MOL Bonggol Pisang Berhasil

Untuk ciri-ciri hasil fermentasi yang baik dan siap digunakan yaitu berbau khas fermentasi layaknya tape, berwarna coklat terang hingga sedikit gelap.

Untuk penyimpanan bisa dilakukan dengan cara kita masukkan kedalam wadah tertutup dengan cara kita saring terlebih dahulu dimana ampasnya kita bisa gunakan sebagai campuran dalam pembuatan kompos. Untuk menjaga kualitasnya, dalam kurun waktu tiga bulan sebaiknya mol bonggol pisang ini sudah dihabiskan. Dan jika ingin disimpan dalam waktu yang lebih lama, sebaiknya tambahkan kembali molase.

Jika ingin digunakan secara langsung, tinggal kita aduk terlebih dahulu tanpa perlu kita saring yaitu untuk aplikasi pembuatan pupuk organik padat. Misalnya untuk pembuatan kompos, fermentasi pupuk kandang, sekam mentah dan sebagainya yaitu 1 banding 5. Satu bagian mol bonggol pisang ditambahkan dengan air bersih sebanyak 5 bagian.

Untuk spray atau kocor langsung ke tanaman, awali dengan dosis kecil misal dengan perbandingna 1 banding 20. Kemudian amati perkembangannya setelah beberapa kali aplikasi. Jika hasilnya positif, dosis bisa kita naikkan secara bertahap dengan tetap memperhatikan jenis tanaman apakah jenis tanaman lunak atau berbatang keras, usia dan sebagainya.

Jika spray atau kocor tersebut menunjukkan gejala yang sebaliknya, dosis bisa kita kurangi atau hentikan pemakaian. Dan dari masing-masing aplikasi tersebut kita bisa menambahkan molase sebanyak 5 hingga 10 persen agar mikroba yang ada bekerja lebih giat.

Demikian cara mudah membuat MOL sendiri di rumah dengan memanfaatkan bahan-bahan organik sekitar yaitu Bonggol Pisang. Semoga menjadi inspirasi dan bisa untuk dipraktekan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga : Cara Buat MOL Nasi Basi