Assalamu’alaikum Wr. Wb. Pada kesempatan kali ini, tanamanbuah.com ingin berbagi tips bagaimana cara membuat media tanam sendiri dengan mencampur beberapa bahan yang mudah ditemui sehari-hari.

Kita harus pahami hal yang paling utama dalam berkebun, yaitu media tanam menentukan prestasi tanaman. Nah, sayangnya kesalahan yang umum bagi para pemula adalah terlalu fokus pada perawatan tanamannya dan dia malah lupa untuk merawat media tanamnya. Padahal sumber nutrisi sebuah tumbuhan berasal dari tanah.

Media Tanam

Media Tanam

Tinggal di perkotaan bukan menjadi alasan untuk tidak bisa mendapatkan media tanam yang berkualitas. Kita tetap harus tau ciri-ciri media tanam yang baik dan memahami cara membuatnya. Berikut adalah 3 cara membuat media tanam yang subur.

1. Kenali jenis aneka media tanam.

Ada 4 jenis media tanam yang mudah banget untuk kita dapatkan

  • Tanah liat/tanah merah
  • Sekam Mentah
  • Sekam bakar
  • Cocopeat/sabut kelapa.

Keempat media tanam ini memiliki karakteristik masing-masing. Tanah liat/tanah merah memiliki tekstur lengket. Sehingga mudah untuk mengikat air dan juga unsur hara.

Sekam mentah/kulit padi memiliki tekstur berporos sehingga memberikan ruang udara yang baik dan bagus untuk mengikat air.

Sekam bakar adalah sekam mentah yang sudah diasapi sehingga lebih steril dari sekam mentah jadi tidak akan ada padi yang tumbuh liar dan kandungan karbonnya lebih tinggi jadi sangat baik untuk mengikat unsur hara, nutrisi dan air.

Sabut kelapa/cocopeat merupakan ekstrak serat alami dari kulit luar kelapa yang seringkali dijadikan substitusi untuk sobat tani yang tidak memiliki tanah liat atau tanah merah di rumah.

2. Campur media tanam

Kita ingin media tanam yang berongga, berporos dan gembur. Untuk itu kita bisa mencampur empat jenis yang kita miliki. Rasio yang biasa kita gunakan adalah dua tanah liat, satu sekam mentah dan satu sekam bakar. Jika tidak memiliki tanah liat kita bisa gunakan sabut kelapa. Dengan mencampur keempat jenis media tersebut tekstur nya akan semakin kaya.

Untuk mencampur rasio tersebut tinggal kita satukan. Satu tanah liat, satu sekam mentah, satu sekam bakar dan satu sabut kelapa. Saat media tanam ini sudah kita campur dengan baik kita akan menghasilkan tekstur yang gembur. Tekstur gembur tersebut mempunyai karakteristik ada lengketnya tapi dia mudah untuk terurai.

Mencampur Media Tanam

Mencampur Media Tanam

Ini sangat berbeda dengan tekstur tanah liat yang sangat amat lengket. Lain halnya dengan tekstur sekam bakar misalnya, ketika diremas langsung hancur dan berpasir. Jadi ketika kita mencampurkan beberapa media tadi diharapkan mempunyai karakteristik masih ada lengketnya namun masih bisa mengikat unsur hara dan masih bisa mengikat air.

Dengan begitu kita sudah memiliki tekstur gembur dan berporos. Langkah selanjutnya tinggal memastikan bahwa media tanam ini memiliki pupuk atau kompos yang memberikannya unsur hara dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tanaman.

3. Tambahkan pupuk atau kompos.

Kompos ini berfungsi untuk menyuburkan media tanam yang kita guankan. Jadi kita harus mencampurkannya di dalam media tanam yang telah kita campur terlebih dahulu. Rasionya minimal sepertiga dari volume media tanam atau maksimal setengah. Karena kebanyakan unsur hara sama buruknya dengan kekurangan unsur hara untuk tanaman kita.

Jadi dengan volume seperti ini cukup kita tambahkan dua genggam saja kompos lalu kita campur.

Pupuk Kompos

Pupuk Kompos

Kompos atau pupuk juga berfungsi untuk semakin meningkatkan kualitas serta tekstur media tanam kita. Jadi tidak hanya memberi unsur hara tetapi juga memperbaiki tekstur yang telah kita siapkan. Dengan demikian media tanam kita siap untuk dipakai.

Demikian 3 cara mudah dalam mengolah media tanam agar hasilnya subur. Semoga memberikan inspirasi dan bisa dipraktekkan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga : Cara Membuat Media Tanam Organik