Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, pada kesempatan ini saya akan menginformasikan tentang bagaimana membuat larutan semprot pestisida kimia dengan khasiat yang maksimal. Seperti apa? ayo kita lihat bersama.

Tentunya sobat semua tidak akan rela jika pestisida yang telah dibeli dengan mahal menjadi tidak berguna, tidak berkhasiat atau berkhasiat tetapi tidak maksimal. Berikut adalah titik kritis agar larutan pestisida yang kita buat maksimal khasiatnya.

1. Air Baku

Air Selokan

Air Selokan

Hal yang pertama adalah penyediaan air baku. Air baku atau air yang digunakan untuk membuat larutan semprot adalah salah satu faktor penting di dalam penyemprotan pestisida. Dimana untuk melarutkan pestisida harus digunakan air bersih. Air kotor yang berasal dari comberan atau selokan tidak terjamin mutunya. Baik mutu secara kimia maupun secara biologis. Apa itu mutu kimia? Jika kita mendapati sungai atau selokan atau saluran air yang ternyata di ujungnya terdapat pembuangan limbah dari pabrik bukan tidak mungkin akan sedikit mengandung logam berat atau bahan-bahan lain yang bisa bereaksi dengan bahan aktif pestisida. Sehingga daya bunuh atau efikasinya menurun.

Kemudian kualitas air secara biologi adalah air baku sudah tercemar atau belum oleh patogen penyakit yang akan membahayakan bagi tanaman yang dibudidayakan. Misalkan air selokan ternyata melewati lahan yang terserang oleh layu bakteri atau layu fusarium. Sudah dapat dipastikan air tersebut mengandung bakteri ralstonia atau jamur fusarium yang kemungkinan besar juga dapat menular pada tanaman kita. Jadi sebisa mungkin kita menggunakan air yang bersih untuk melakukan penyemprotan.

Pasti akan timbul pertanyaan, betapa repot dan susahnya kalau harus bawa air dari rumah. Ya minimal walaupun kita menggunakan air selokan yang berada pada sekitar sawah atau lahan kita, kita mengetahui bahwa air yang kita gunakan adalah air yang relatif aman secara kimia maupun secara biologi yang telah saya sebutkan tadi.

2. Pengaturan PH Air
Untuk memaksimalkan kekuatan pestisida yang kedua adalah pengaturan air baku. Jadi menurut Mukasan senior dari balitsa, umumnya pestisida bersifat asam untuk itu diperlukan air dengan PH asam hingga Netral yaitu 4-7 dan optimal pada pH 5. Jika air bersifat basa maka efikasi pestisida tersebut akan menurun. Oleh karena itu perlu menyediakan alat yang disebut dengan PH meter air dan cairan PH down atau penurun PH.

Untuk mengetahui keasaman air kita tidak bisa dengan sistem perkiraan. Sobat bisa membeli alat sederhana sekitar 50 ribuan atau yang versi mahal sampai jutaan. Yang murah aja sudah cukup. Penampakan alatnya seperti ini:

Alat Pengukur PH Air

Alat Pengukur PH Air

Sobat bisa membeli di toko-toko hidroponik baik online maupun offline. Lebih lengkapnya bisa lihat postingan tentang alat ini di sini.

Berikutnya yang kita butuhkan adalah cairan PH down atau cairan penurun pH. Agar diperoleh PH air yang ideal untuk larutan semprot dengan nilai 5, air dapat ditambahkan dengan asam nitrat (HNO2) atau asam fosfat (H3PO4) atau sobat bisa membelinya PH Down yang sudah jadi. Untuk lebih hemat tentunya sobat semua disarankan menggunakan hno3 atau h3po4 yang nantinya diencerkan sendiri.

Harga ph Down yang sudah jadi sekitar Rp30.000 per setengah liter sedangkan harga hno3 atau H3po4 setengah liter nya juga sekitar Rp30.000 namun setelah diencerkan kita akan mendapatkan larutan yang setara dengan PH down jadi yang kita beli tadi menjadi beberapa liter.

Kenapa harus diencerkan? hno3 dan H3po4 adalah asam yang kuat sehingga dapat mengiritasi kulit atau bahkan melukai kulit ketika terpecik. Agar lebih aman ketika digunakan dan tidak melukai tangan, kaki dan mata maka paling tidak sobat dapat mengencerkan sampai sekitar 10%. Dimana 10% ini adalah kondisi yang aman untuk kedua asam ini. Tapi jangan coba-coba langsung digunakan untuk cuci mukan ya sobat hehe..

Ketika kita beli hno3 prosentasenya adalah 68% sehingga untuk mendapatkan persentase sekitar 10% sobat bisa menambahkan air sebanyak 6 kali lipat volume hno3 nya. Jadi setengah liter hno3 yang dibeli dapat ditambahkan dengan 3 liter air. Jika menggunakan H3po4 ketika dibeli prosentasenya adalah 85% sehingga untuk mendapatkan prosentase 10% sobat bisa menambahkan air 7 kali lipat volume H3po4 nya. Jadi setengah liter H3po4 yang kita beli dapat ditambahkan dengan 3 liter air. Untuk lebih jelasnya sobat bisa melihat postingan saya tentang membuat PH down sendiri disini.

PH Down yang buatan sendiri ini bisa kita gunakan untuk menurunkan PH air baku sebelum digunakan yaitu dengan cara meneteskan sedikit demi sedikit hingga PH air menjadi posisi nilai 5. Baru air tersebut dicampur dengan pestisida kimia yang akan kita gunakan. Berikut adalah penyiapan air sebagai pelarut pestisida.

Ambil air bersih sesuai dengan kebutuhan kemudian ukur PH air dengan PH meter air. Jika PH air lebih besar dari 5 maka tambahkan PH down sesuai dengan kebutuhan. Setelah ditambahkan ukur kembali PH air dan jika ph-nya 5 air tersebut dapat digunakan untuk membuat larutan pestisida.

Intinya dengan tambahan modal sekitar Rp100.000 berupa alat PH meter untuk cairan dan cairan penurun pH sobat dapat memperpanjang daya bunuh atau efikasi dari bahan aktif pestisida kimia yang akan kita aplikasikan. Bahan aktif pestisida, berapa umur larutannya berdasarkan pH dan apa saja contoh merek pestisidanya insya Allah akan saya buatkan dalam postingan terpisah.

3. Cara Pencampuran
Setelah air baku dan pengaturan PH, berikutnya yang ketiga adalah cara pencampurannya. Jadi air baku diatur pH dan pencampurannya harus benar. Cara mencampur menjadi penting karena berhubungan dengan mengendap atau tidak mengendapnya pestisida. Tercampur atau tidak tercampurnya pestisida. Sehingga akan menjadi sesuatu yang efektif dan kekuatan maksimal atau tidak maksimal suatu pestisida. Larutan semprot hendaknya dibuat dalam wadah terpisah dari alat semprot. Jika digunakan penyemprot punggung maka larutan semprot harus dibuat dalam wadah yang volumenya lebih besar dari kebutuhan volume semprot itu sendiri. Jadi harus menggunakan ember yang lebih besar.

Penetralan Air

Penetralan Air

Hal tersebut dimaksudkan agar proses pengadukan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga diperoleh larutan yang benar-benar homogen. Praktek pembuatan larutan semprot yang biasanya dilakukan langsung di dalam tangki semprot tidak dibenarkan karena larutan semprot tersebut tidak akan homogen apalagi yang bahannya dari powder. Akibarnya efikasi pestisida tersebut menurun.

Jika digunakan penyemprot bertekanan tinggi atau power sprayer, pestisida mula-mula diencerkan dengan cara dilarutkan dalam wadah yang berukuran lebih kecil (dalam ember) lalu diaduk sampai merata. Setelah itu disiapkan wadah berukuran besar misalkan drum plastik atau kubangan atau tandon yang lain dan kemudian diisi dengan air bersih sesuai dengan volume yang dibutuhkan.

Larutan pestisida yang telah diencerkan tersebut sedikit demi-sedikit dimasukkan ke dalam drum yang telah berisi air bersih dan sudah diturunkan ph-nya sambil diaduk hingga larutan tersebut homogen.

Berikut adalah proses pembuatan larutan semprot untuk Knapsack atau semprotan punggung:

  1. Siapkan air yang sudah diturunkan PH nya sesuai dengan volume yang dibutuhkan

    Penurunan PH Air

    Penurunan PH Air

  2. Kemudian tuang pestisida sesuai dosis aduk sampai merata dan homogen.

    Penuangan Pestisida

    Penuangan Pestisida

  3. Kemudian baru dimasukkan ke dalam tangki.

    Pestisida Dimasukkan Ke Tanki

    Pestisida Dimasukkan Ke Tanki

Berikut ini adalah proses pembuatan larutan semprot untuk power sprayer:

  1. Pestisida diencerkan dalam wadah yang berisi air (wadahnya yang kecil dulu)

    Pengenceran Pestisida

    Pengenceran Pestisida

  2. kemudian dilakukan pengadukan sampai merata.

    Pengadukan Pestisida

    Pengadukan Pestisida

  3. Larutan pestisida kemudian dituangkan ke dalam drum yang sudah diberi atau berisi air dan dilakukan pengadukan sampai merata.

    Pestisida di Drum

    Pestisida di Drum

Jadi demikian tadi informasi yang dapat tanamanbuah.com berikan pada kesempatan ini, semoga bermanfaat dan bisa dipraktekkan sendiri dengan mudah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga : Cara Buat Larutan PH Down