Assalamu’alaikum sobat tani semuanya, pada kesempatan kali ini saya akan membahas bagaimana memberantas gulma atau rumput ilalang yang ada di lahan pertanian atau perkebunan agar tidak bisa tumbuh lagi. Gulma ini adalah Ilalang / Alang-alang / Lalang (Imperata Cylindrica) dimana lalang ini keberadaannya sangat tidak diperkenankan sekali berada di perkebunan khususnya di kelapa sawit ataupun di perkebunan yang lainnya. Bahwa bentuk dia yang kering itu lantas tidak menimbulkan masalah bagi kelapa sawit kita, tapi bahwa lalang ini salah satu efeknya adalah memberikan sebuah zat Alelopati yaitu zat yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman dan akibatnya adalah bahwa tanaman kita rendah dalam menyerap unsur hara dan menyerap air.

Rumput Ilalang

Rumput Ilalang

Walaupun dia bentuknya kering seperti gambar diatas, namun pertumbuhanya sangat kencang sekali yaitu dengan menggunakan sistem rimpang di dalam tanahnya. Ketika ilalang ini mengeluarkan zat alelopati di sekitar perakaran tanaman kita, maka tanaman yang kita budidayakan itu akan mengalami pelemahan dalam penyerapan unsur hara dan air. Walaupun lalang ini tidak sepenuhnya menyerap unsur hara tersebut, sehingga bahwa lalang ini bentuknya kurus kering seperti ini. Tapi efeknya luar biasa. Salah satu gulma yang “haram” itu ya Ilalang ini.

Baca Juga : Pengendalian Hama Lalat Buah

Sehingga pengendalian ilalang ini perlu sebuah penanganan khusus di perkebunan di mana dia tidak lagi pengendalian gulma tapi adalah pemberantasan lalang. Jadi ilalang ini sama sekali tidak boleh ada di perkebunan kelapa sawit kita. Jika ingin tanaman yang kita budidayakan memiliki produksi optimal dan maksimal.

Jenis Lalang dan Metode Pemberantasan nya

Kita akan membahas dulu tentang bagaimana tiga jenis pengendalian / pemberantasan lalang ini.

  1. Lalang Sheet atau lembaran / hamparan lalang. Adalah rumput ilalang yang jumlahnya banyak sampai-sampai satu hamparan isinya ilalang semua. Maka metode yang digunakan adalah semprot total atau blanket spraying.
  2. Lalang Spot. Lalang jenis ini hidup hanya pada bagian tertentu dalam perkebunan / per spot. Metode yang digunakan adalah semprot per spot / per kawasan yang tumbuh ilalang tadi.
  3. Lalang Rumpun / satuan. Lalang yang tinggal serumpun atau dua rumpun, nanti pindah lagi ke rumpun yang baru. Maka cara pengaplikasian nya tidak menggunakan semprot melainkan dengan menggunakan Wiping. Untuk cara wiping ini nanti akan kita jelaskan pada postingan selanjutnya karena dia perlu mekanisme yang lebih tepat lagi karena jenis ini beda sendiri (tidak menggunakan metode semprot).

Metode dan Jenis Herbisida Pembasmi Lalang

Glyphosate Elang

Glyphosate Elang

Lalang ini tidak bisa kita berantas dengan cara yang asal-asalan. Pemberantasan yang asal-asalan maka akan membuat ilalang tumbuh lebih hijau dan makin bergerombol lagi. Lalang ini harus kita kendalikan dengan metode yang terbaik yaitu metode semprot dengan menggunakan herbisida yang sistemik. Misalnya menggunakan bahan aktif Glyphosate / glifosat dengan merek dagang misalnya, Elang, Eagle, Roundup atau banyak sekali dipasaran. Yang penting bahan aktifnya adalah glifosat. Kenapa harus glifosat ? pengendalian ilalang ini tidak bisa serta-merta kita pangkas total, karena begitu dibabat maka rumpunnya itu akan datang lebih hijau lagi.

Dosis Penggunaan Herbisida Glyphosate

Sehingga yang harus dilakukan oleh para petani Indonesia adalah bagaimana mengendalikan ilalang ini setepat-tepatnya. Yaitu menggunakan bahan aktif glifosat dengan konsentrasi yang pas. Pengaplikasian glifosat ini harus dihitung benar-benar. Rata-rata dosis penggunaannya adalah menggunakan konsentrasi 0,3 – 0,4 persen. Kalau dalam satu kep 15 liter, biasanya menggunakan 60-90 cc glifosat.

Jadi nanti Glyphosate akan disemprotkan secara merata ke perkebunan yang ada rumpun ilalang nya agar masuk ke dalam metabolisme tanaman yang secara sistem akan mengganggu pembentukan asam amino di dalam lalang itu sendiri. Sehingga akan mati sampai ke akar-akarnya /rhizome nya. Lain halnya kalau menggunakan paraquat misalnya gramoxone atau thomson itu nggak bisa untuk mengendalikan lalang, karena dia termasuk herbisida kontak. Karakteristik herbisida kontak biasanya sekali semprot, kena, pecah klorofil dan langsung mati. Tapi kalau lalang tidak bisa. Mau gak mau harus menggunakan glyphosate karena ilalang nanti akan mati secara total.

Banyak para pekebun ataupun petani di Indonesia yang terkadang masih bertanya, kenapa saya semprot nggak mati, malah tumbuh lagi. Bahwa mekanisme pengendalian lalang ini menggunakan rumus F 21. Yaitu fokus 21 dimana angka 21 ini adalah selang waktu aplikasi pertama ke aplikasi kedua. Aplikasi pertama jalan, maka 21 hari kedepan harus diaplikasikan / disemprot kembali. Semprotan kedua ini bertujuan untuk menuntaskan agar lalang nya benar-benar mati total. Sehingga perkebunan kita tidak akan ada lalangnya yang mana pertumbuhannya akan maksimal dan optimal. Jangan sampai gara-gara lalang ini menyebabkan produksi kita turun drastis.

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan. Sekali lagi fokus dalam pengendalian lalang menggunakan rumus F21. Yaitu fokus pada selang waktu 21 hari. Terimakasih dan salam bahagia kita semuanya. Salam planter Indonesia, Wassalamu’alaikum ..