Assalamu’alaikum.. Halo sobat tanamanbuah.com, pada postingan kali ini kita akan membahas tentang cara membuat makanan fermentasi. Yang menjadi pertanyaan, kenapa sih makanan itu harus difermentasi terlebih dahulu ? Yuk langsung saja kita simak pembahasannya sebagai berikut.

Ransum pakan merupakan gabungan dari beberapa bahan yang disusun dengan formulasi dan takaran tertentu untuk memenuhi kebutuhan ternak selama 1 hari dan tidak akan mengganggu kesehatan ternak. Peningkatan nilai produksi pada ayam pedaging (bisa ayam broiler ataupun joper ataupun ayam kampung) juga peningkatan produktivitas hasil ternak seperti telur tentunya sangat kita harapkan agar maksimal guna mendapatkan keuntungan yang maksimal juga.

Pakan Fermentasi

Pakan Fermentasi

Tapi semua target keuntungan bisa gagal karena semua dipengaruhi oleh pakan sebagai faktor utama, sementara biaya pakan menjadi porsi terbesar dari total biaya produksi yaitu mencapai 70% hingga 80%. Bahkan bisa-bisa biaya pakan mencapai 90% atau malahan 100%, yang artinya kita akan merugi.

Jenis-jenis Pakan Unggas

  1. Pakan unggas pada dasarnya masih didominasi oleh jagung. Jagung selalu sebagai komponen terbesar dan kebutuhan jagung ini masih bersaing dengan manusia yang juga membutuhkan jagung sebagai protein nabati.

    Pakan Ayam dari Jagung

    Pakan Ayam dari Jagung

  2. Pakan unggas selanjutnya adalah konsentrat, tepung daging atau MBM (meat bone meal) juga tepung ikan dan sejenisnya. Bahan-bahan ini berfungsi sebagai protein hewani guna mempercepat berat badan unggas dan membantu produksi telur. Dan kita tahu bahwa bahan-bahan tersebut sangatlah mahal harganya sementara kita sangat membutuhkannya.

    Pakan Ayam Konsentrat

    Pakan Ayam Konsentrat

Dari gambaran tersebut jelas-jelas kita membutuhkan kombinasi protein dari jenis-jenis nabati dan hewani. Kita seringkali mendapatkan bahan-bahan sisa atau limbah yang tersedia di sekitar kita yang bisa kita manfaatkan dengan proses rekayasa bioteknologi, yaitu proses fermentasi. Fermentasi yang jelas bisa meningkatkan gizi dari bahan-bahan yang tadinya bermutu rendah. Fermentasi merupakan proses pemecahan senyawa organik menjadi senyawa sederhana yang melibatkan aktivitas mikroorganisme. Mikroorganisme dalam proses fermentasi akan memecah serat kasar menjadi produk yang dapat dicerna oleh ternak serta dapat meningkatkan kadar protein kasar atau kandungan asam amino, vitamin dan mineral nya yang tadinya rendah akan mengalami peningkatan dan tentu saja akan menguntungkan ternak kita.

Cara Fermentasi Pakan Dengan EM4

Demikian adalah contoh membuat makanan fermentasi atau full fermented yang kebetulan kita menggunakan EM4 untuk fermentasi nya. EM4 ini berbeda dengan tetes tebu walaupun warnanya sama. Kalau tetes tebu hasil dari limbah penyulingan gula yang tidak bisa dikristalkan lagi. Dan tetes tebu Ini mengandung sodium tinggi yang mana kurang cocok untuk memfermentasi makanan untuk unggas. Sementara EM4 berisi bakteri yaitu mikroorganisme yang menguntungkan, jika dicampur dengan molase/gula maka bakteri ini menjadi aktif dan menjadi makin banyak dengan memecah diri.

EM4 untuk Peternakan

EM4 untuk Peternakan

EM4 ini banyak ragamnya, ada untuk peternakan, perikanan, pengolahan limbah dan ada juga yang buat tanaman. Anda silakan gunakan jenis apapun bisa, akan tetapi lebih cocok menggunakan jenis peternakan (warna coklat). Kalau anda tidak ada EM4, anda bisa gunakan probiotik merk yang lain seperti SOC, StarBio, atau yang lainnya. Kalau tidak ada produk probiotik, anda bisa juga menggunakan Yakut 1 botol.

Anda harus memiliki media penyimpanan yang bisa ditutup rapat. Saya biasa menggunakan gentong plastik seperti ini.

gentong plastik

gentong plastik

Dan kali ini bahan yang saya gunakan adalah ampas kelapa, namun Anda bisa gunakan bahan lainnya seperti ampas tahu, ampas kedelai atau limbah-limbah dari dapur, catering dan bahan makanan lainnya. Disini saya menggunakan ampas sebanyak kurang lebih 20 kg.

ampas tahu

ampas tahu

Dan kita bisa siapkan air putih yang kita butuhkan 2 liter ditambahkan molase dari gula pasir 5 sendok dan aduk hingga larut, kemudian tuangkan EM4 sebanyak 3 tutup botol dan aduk semuanya hingga merata.

Larutan Fermentasi Diaduk Merata

Larutan Fermentasi Diaduk Merata

Sekarang silakan Anda masukkan bahan yang mau difermentasi kedalam gentong plastik penyimpanan. Tetapi sebelumnya anda bisa tuang EM4 ini ke dalam gentong plastik penyimpanan sebanyak seperempatnya saja. Kemudian Anda bisa masukkan bahan yang difermentasi sebagian.

Tuang EM4 ke Gentong Plastik

Tuang EM4 ke Gentong Plastik

Lalu anda bisa tuang lagi larutan EM4 tadi, kemudian aduk rata hingga bahan-bahan tersebut tercampur merata. Lakukan cara demikian hingga bahan-bahan tersebut semuanya habis dan anda bisa tuang larutan EM4 lagi dan anda aduk hingga merata.

Setelah semuanya tercampur merata Anda bisa tutup rapat dan simpan selama 4 hari dalam kondisi tertutup rapat tidak ada udara agar bakteri anaerob nya aktif. Kalau tidak rapat maka bisa membuat gagal dalam proses fermentasi dan makanannya bisa berjamur atau malah busuk. Dan itu akan beracun serta bisa menimbulkan banyak penyakit. Atau ketika tidak tertutup rapat bisa jadi sebagian aroma fermentasinya akan memancing lalat BSF datang dan bertelur sembarangan.

Telur Lalat BSF

Telur Lalat BSF

Setelah terfermentasi, anda bisa ambil sebagian yang dibutuhkan kemudian dicampur dedak atau brand pollard agar tidak terlalu basah. Tujuannya agar ketika jatuh ditanah makanan tidak kotor dan masih bisa dimakan ayam. Selain itu juga untuk menjaga agar tempat makanan tetap terjaga bersih.

Dedak-dedak dan brand pollard yang dicampur makanan fermentasi ini otomatis akan menjadi makanan semi fermented yang mana nilai nutrisinya akan ikut meningkat. Kalau anda ingin mendapatkan protein bisa tambahkan konsentrat, tepung ikan atau MBM 5% atau 10% nya saja agar hemat. Setelah mengambil Anda bisa tutup rapat kembali gentong pakan fermentasi nya. Begitu setiap anda butuh Anda bisa mengambil lagi dari gentong dan jangan lupa tetap rapat kembali. Pakan fermentasi ini bisa bertahan dalam kondisi tertutup hingga 1 atau 2 bulan.

Tujuan Fermentasi Pakan

Jadi masalah fermentasi Ini bukan masalah yang kita lakukan dengan asal-asalan dan dengan teori yang ngawur, tapi kita lakukan dengan ilmu dengan metode dan kita tahu tentang tujuan dan cara fermentasi yang benar.

Tujuan kita melakukan fermentasi pakan ini untuk menaikkan nilai ransum yang akan kita berikan ke ayam atau unggas. Jadi dengan melakukan fermentasi artinya kita melakukan rekayasa bioteknologi. Anda bisa berikan makanan ini untuk ayam kampung atau ayam joper anda atau juga bisa untuk pembesaran ayam petelur, bisa juga untuk pembesaran ayam broiler atau juga bisa untuk pembesaran unggas. Anda pun bisa gunakan buat tambahan pakan ayam petelur anda untuk mendampingi pakan pokok yang tiap pagi dan sore sudah anda berikan.

Jadwal Pemberian Pakan Fermentasi Untuk Unggas

Makanan fermentasi Ini bisa anda berikan kepada ayam petelur anda sebagai makanan tambahan sekitar pukul 10 pagi hingga jam 2 siang. Makanan tetap nya yang mengandung konsentrat setidak nya 25% itu tetap Anda berikan pagi dan sore seperti jadwal rutin biasanya. Pakan fermentasi tambahan ini bisa dari ampas tahu atau sisa-sisa makanan dari katering atau limbah-limbah dapur yang sudah anda fermentasi 3 hari / bisa 7 hari. Kalau makanan basi, lebih baik fermentasi yang Anda lakukan sekitar 7 hari atau 10 hari baru bisa anda campuran dedak dan anda berikan ke ayam-ayam Anda atau unggas unggas yang lain. Anda bisa sambil mengambil telur, sambil memberi makan tambahan yang fermentasi tadi.

Keunggulan Pakan Fermentasi

Walaupun pakan fermentasi ini meningkatkan nilai protein, tapi tetap rendah lemak sehingga ayam-ayam ini walaupun gemuk tapi tidak mengganggu organ produksi telurnya. Jadi ayam-ayam ini tetap bertelur normal. Kalau pakan yang tidak difermentasi dengan kebanyakan protein maka di organ telurnya itu akan tertimbun lemak sehingga bisa mengganggu ayam-ayam ini dalam bertelur sehingga bisa membuat produksi telur itu turun.

Jadi pakan fermentasi ini tidak akan mengganggu produksi untuk ayam petelur. Biasanya gangguan terjadi karena akibat pakan fermentasi itu tersebut belum benar-benar terfermentasi. Artinya bisa jadi makanan tersebut masih basi belum terfermentasi sempurna kemudian diberikan ke ayam atau unggas Anda sehingga menimbulkan penyakit. Berbeda dengan yang sudah anda fermentasi sempurna sesuai metode nya, sesuai polanya yang benar, kemudian kita campuran dedak maka ini menjadi pakan yang sehat tidak mengganggu reproduksi ayam tersebut.

Pakan Fermentasi Untuk Ternak Magot BSF

Pakan fermentasi ini ketika dicampur dedak maka bisa anda gunakan memancing lalat BSF datang. Anda bisa siapkan tempat untuk lalat ini bertelur, bisa dari kayu yang disusun atau bisa juga dari daun-daun yang mengering sebagai media lalat BSF ini bertelur.

Maggot yang dihasilkan pun bisa memberi nilai protein hewani untuk ayam-ayam anda mendampingi makanan fermentasi yang tadi sudah dibuat. Bahkan dari sisa dedak fermentasinya pun yang sudah menghitam bisa digunakan untuk media hidup maggot-maggot ini. Anda tinggal berikan bahan apapun untuk dikubur di media sisa fermentasi dedak ini dan media-media itu akan menjadi makanan untuk maggot. Anda tidak perlu khawatir karena tidak akan bau dan tidak akan didatangi lalat hijau.

Fermentasi makanan dengan cara yang mudah dan benar tentu akan lebih menghemat pakan-pakan ayam ini. Dan hasil pakanpun yang tadinya pakan yang seadanya dan pakan bekas bisa meningkat protein nya jadi makanan yang lebih berkualitas. Jadi kini Anda tidak perlu khawatir lagi dengan pakan yang akan menjadi basi. Dan ayam-ayam atau unggas lainnya akan terjaga sehat dan cepat pertumbuhan berat badannya.

Baca Juga : Apa Itu Ayam DOC?