Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Sobat pecinta bonsai Adenium dan tanaman lainnya, kembali lagi bersama tanamanbuah.com sebuah blog yang khusus membahas seputar seni bonsai, perawatan Adenium dan beragam tanaman lainnya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara membuat pupuk perangsang tumbuh dari kulit bawang merah. Selain Untuk memanfaatkan sesuatu yang dianggap sebagai sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan tidak terbuang begitu saja.

Selain menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat, murah serta bisa dijumpai hampir setiap hari sekaligus untuk mengurangi sampah disekitar kita menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat terutama bagi tanaman-tanaman kesayangan kita. Selain itu pupuk perangsang tumbuh ini lebih awet dan tahan lama sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Bagaimana prosesnya ? yuk mari kita simak langkah-langkah berikut ini.

Proses Pembuatan Zat Perangsang Tumbuh / ZPT akar dari kulit bawang merah

Sebagai langkah pertama kita siapkan bahan utamanya yaitu tentunya kulit bawang merah secukupnya kemudian kita sortir. Kita pisahkan kulit bawang merah yang mulai membusuk dengan benda-benda lainnya misalnya plastik ataupun tanah dan benda-benda asing lainnya.

Kulit Bawang Merah Kupas

Kulit Bawang Merah Kupas

Setelah kita sortir, langkah berikutnya yaitu kita siapkan wadah berikutnya dan masukkan kulit bawang merah tersebut ke dalamnya. Tambahkan air bersih dan cuci hingga benar-benar bersih kemudian kita tiriskan. Tujuannya yaitu untuk membersihkan kotoran-kotoran yang kemungkinan masih ada dan menempel, sehingga ketika kita gunakan nanti tidak berbau busuk dan menyengat hidung dikarenakan kontaminasi dari kotoran-kotoran tersebut dan bakteri lainnya sehingga bisa digunakan dalam waktu yang lebih panjang dan lebih lama.

Pencucian Kulit Bawang Merah

Pencucian Kulit Bawang Merah

Jika perlu lakukan pencucian ulang selama beberapa kali sehingga kulit bawang merah tersebut benar-benar bersih. Setelah kita cuci bersih langkah selanjutnya yaitu kita memasukkan air panas ke dalamnya hingga semua kulit bawang merah tersebut terendam sempurna, aduk secara perlahan dan diamkan sejenak hingga air panas tersebut berubah menjadi dingin.

Proses Perendaman Kulit Bawang Merah

Proses Perendaman Kulit Bawang Merah

Setelah kita rendam selama kurang lebih 15 hingga 30 menit di mana air yang ada berubah menjadi sedikit kemerahan, langkah berikutnya yaitu kita saring dan peras untuk memisahkan keduanya. Dan sekali lagi untuk sisa dari kulit bawang merah tersebut bisa kita gunakan sebagai mulsa untuk menjaga kelembaban dan untuk mengusir hama hama yang ada dengan cara menempatkannya di area sekitar tanaman ataupun kita tinggal taruh di atas pot. Bisa juga digunakan sebagai pembuatan bahan kompos.

Proses Pemerasan dan Penyaringan

Proses Pemerasan dan Penyaringan

Sebagai pembanding ukuran kita gunakan cup minuman ukuran 16 kapasitas 400 ml di mana untuk air bawang merah kita gunakan 800 mili dan untuk bahan tambahannya yaitu air kelapa sebanyak kurang lebih juga 800 mili, dan air leri atau air cucian beras juga 800 mili.

Bahan Tambahan Untuk Membuat Zat Perangsang Akar

Bahan Tambahan Untuk Membuat Zat Perangsang Akar

Untuk bahan berikutnya yang perlu kita siapkan yaitu molase sebagai nutrisi dengan menggunakan gula merah sebanyak 1 butir atau Anda bisa menggantinya dengan tetes tebu ataupun gula pasir non rafinasi.

Bahan berikutnya yaitu garam kasar atau garam gosrok atau Anda bisa mengganti garam tersebut dengan menggunakan vetsin atau penyedap rasa, bisa juga menggunakan garam Inggris dan sifatnya adalah opsional bisa menggunakan ataupun tidak. Bahan lainnya adalah EM4 sebagai starter kita gunakan sebanyak kurang lebih 100 ml.

Campurkan bahan-bahan tersebut dan aduk hingga merata lalu masukkan ke dalam botol bekas air mineral yang tidak terlalu penuh dengan tujuan untuk memberi ruang kepada gas yang kemungkinan keluar. Tutuplah botol tersebut tidak terlalu kencang dan setiap 2 hari sekali kita buka penutupnya untuk mengeluarkan gas yang ada atau kita bisa menggunakan balon tiup untuk menampung gas-gas tersebut dan setelah habis kita bisa menggunakan tutup botol tersebut.

Proses Pencampuran

Proses Pencampuran

Atau kita bisa menggunakan dua buah botol air bekas mineral dengan ukuran yang berbeda di mana kita hubungkan menggunakan selang kecil yang pada bagian ujungnya kita masukkan ke dalam air pada botol sebelahnya untuk mengeluarkan gas yang ada.

Proses Pengeluaran Gas

Proses Pengeluaran Gas

Setelah difermentasi selama 7 Hingga 14 hari, maka pupuk perangsang tumbuh tersebut sudah siap untuk kita gunakan dengan cara kita kocok terlebih dahulu dengan perbandingan yaitu 1 banding 10 atau 1 tutup botol untuk 1 liter air di mana satu tutup botol tersebut berisi kurang lebih 10 ml.

Campurkanlah dengan perbandingan tersebut dan siap untuk kita gunakan. Namun untuk dosis pemakaian awal sebaiknya secara bertahap yaitu 0,5 banding 10 dengan tujuan untuk melihat perkembangan terhadap tanaman kesayangan kita.

Dosis Penggunaan Pupuk Cair Perangsang Akar

Dosis Penggunaan Pupuk Cair Perangsang Akar

Baca Juga : Cara Buat POC Cucian Beras

Aplikasi Zat Perangsang Tumbuh ke Tanaman

Untuk cara aplikasi lebih efektif untuk kocor atau siram yaitu setiap 2 minggu sekali. Usahakan tanpa mengenai batang utama dan banyak sedikitnya disesuaikan tergantung usia, jenis dan ukuran tanaman, apakah berbatang keras atau berbatang lunak. Amatilah perkembangan setelah aplikasi. Jika dengan dosis rendah berdampak positif terhadap perkembangannya maka dosis bisa dinaikkan secara bertahap. Namun jika sebaliknya maka sebaiknya kita hentikan penggunaan pupuk tersebut.

Pengaplikasian ZPT Kulit Bawang Merah ke Tanaman

Pengaplikasian ZPT Kulit Bawang Merah ke Tanaman

Aplikasikanlah pupuk perangsang tumbuh tersebut pada pagi atau sore hari. Untuk penyimpanan tempatkan pada tempat yang teduh dan sejuk dan jika ingin digunakan dalam waktu yang lebih lama maka perlu ditambahkan molase. Dan bahan-bahan yang digunakan bisa kita kreasikan misalnya dengan menggunakan air bonggol pisang ataupun toge. Tentunya disesuaikan dengan fase tersebut dan takarannya pun bisa Kita sesuaikan.

Untuk contoh hasil menunjukkan bahwa tunas-tunas yang ada muncul hampir di setiap cabang dan ranting menunjukkan bahwa akar tumbuh dan berkembang dengan baik walaupun tanpa mengganti media tanamnya dan tentunya hasil akan berbeda-beda tergantung dari jenis dan usia tanaman. Tergantung juga dari beberapa faktor lainnya misalnya intensitas sinar matahari dan cuaca dan beberapa hal lainnya.

Hasil Penggunaan Pupuk Cair Perangsang Tumbuh

Hasil Penggunaan Pupuk Cair Perangsang Tumbuh

Oke cukup sekian postingan kali ini, mohon maaf atas segala kekurangannya dan jika anda suka dengan informasi di blog ini silakan di simpan/bookmark alamat url nya : www.tanamanbuah.com

Jangan jadikan keterbatasan untuk tidak berkreasi.. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…