Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh.. Hai sobat pencinta tanaman hias khususnya adenium dan bonsai, pada postingan kali ini kita akan membahas tentang proses fermentasi daun bambu kering menjadi pupuk kompos organik yang dilakukan kurang lebih 2 bulan yang lalu. Bagaimana proses perlakuan daun bambu tersebut selama proses fermentasi ? Bagaimana perlakuan sebelum digunakan ? Bagaimana hasilnya serta manfaatnya bagi tanaman kesayangan kita ? Yuk mari kita simak selengkapnya berikut ini.

Proses Pembuatan Pupuk Kompos Daun Bambu

Selama proses fermentasi, daun bambu yang sudah kita masukkan ke dalam karung kita tempatkan pada tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang cukup baik dan hindari dari guyuran air hujan. Setiap dua minggu sekali kita buka tali pengikatnya dengan tujuan untuk aerasi atau sirkulasi udara sehingga tidak terjadi suhu yang terlalu tinggi di dalam karung karena hal tersebut bisa menyebabkan kematian pada mikroba yang ada. Sehingga jika hal tersebut terjadi maka proses pengomposan bisa berjalan lebih lambat dan sekaligus untuk mengecek kelembabannya.

Proses Fermentasi Kompos Daun Bambu

Proses Fermentasi Kompos Daun Bambu

Jika sedikit mengering maka perlu kita semprot kembali dengan larutan EM4 dengan takaran yang sama atau cukup menggunakan air bersih secukupnya. Dan inilah salah satu tujuannya karung di isi tidak terlalu penuh sehingga kita dengan mudah mengaduk-ngaduk atau membolak-balik karung tersebut sehingga sirkulasi udara di dalam karung tetap terjaga. Dan penyemprotan bisa dilakukan secara merata tanpa mengeluarkan daun bambu tersebut dari dalam karung. Dan untuk cara yang kita lakukan kurang lebihnya sama seperti yang dilakukan saat fermentasi kotoran hewan ataupun cara pembuatan kompos lainnya. Setelah kita lakukan hal tersebut kita ikat kembali dan tempatkan karung tersebut pada tempat semula dan lakukan hal yang sama setiap 2 minggu sekali.

Penyemprotan EM4 pada Kompos Daun Bambu

Penyemprotan EM4 pada Kompos Daun Bambu

Setelah kurang lebih dua bulan kompos daun bambu tersebut sudah siap untuk kita gunakan. Namun sebelumnya kita angin-anginkan atau kita jemur di bawah sinar matahari secara langsung dengan tujuan untuk mengurangi kadar airnya sekaligus untuk mempercepat proses pengeringan dan mengusir binatang-binatang kecil yang kemungkinan ada di dalam karung.

Proses Penganginan dan Penjemuran Kompos

Proses Penganginan dan Penjemuran Kompos

Ciri-Ciri Kompos Daun Bambu Berhasil

Untuk ciri-ciri kompos daun bambu yang sudah siap untuk kita gunakan yaitu bentuk sudah sedikit hancur dan lembut. Ketika kita pegang akan terasa dingin tidak seperti saat awal kita masukkan ke dalam karung. Dengan bentuknya yang sudah hancur dan lembut maka akan lebih mudah terurai dan unsur-unsur yang ada akan lebih mudah terserap oleh tanaman. Dan perlu ditambahkan untuk hasil yang lebih maksimal maka daun bambu tersebut jika perlu kita ayak atau sortir kembali. Untuk bagian yang sedikit kasar bisa kita fermentasi kembali hingga bentuknya benar-benar hancur dan lembut atau jika perlu kita tambahkan daun bambu berikutnya untuk persiapan campuran media tanam untuk masa tanam berikutnya.

Untuk cara aplikasinya tinggal kita campurkan kompos daun bambu tersebut dengan bahan-bahan media tanam lainnya dengan jumlah disesuaikan tergantung jenis tanaman dan ukurannya. Atau bisa juga kita benamkan disekitar tanaman utama dengan cara kita gali terlebih dahulu secara memutar.

Manfaat Daun Bambu Sebagai Pupuk dan Media Tanam

Adapun manfaat daun bambu yang dijadikan pupuk kompos bagi tanaman yaitu memiliki kandungan Unsur P dan K yang cukup tinggi yang bisa berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah ataupun media tanam dan pertumbuhan tanaman. Antara lain untuk merangsang pertumbuhan akar di masa-masa awal tanam atau untuk mengembalikan kesuburan tanah ataupun media tanam.

Pencampuran Kompos Daun Bambu dan Media Tanam

Pencampuran Kompos Daun Bambu dan Media Tanam

Selain itu di area sekitar pohon bambu dan seresah daun bambu masih banyak terdapat mikroba mikroba yang baik untuk tanaman. Salah satunya yaitu jamur trichoderma yang bisa berfungsi sebagai agen hayati untuk melawan jamur-jamur dan patogen jahat. Salah satunya yaitu penyebab busuk akar dan layu pucuk akibat serangan jamur fusarium dan masih banyak manfaat lainnya dari daun bambu tersebut.

Baik cukup sekian postingan mengenenai cara membuat media dan kompos daun bambu secara organik pada kali ini. Dan jika anda suka dengan tutorial dan tips yang ada di blog tanamanbuah.com ini, jangan lupa untuk mampir lagi ya sahabat.. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…