Assalamu’alaikum sobat pecinta tanaman buah, pada kesempatan kali ini kami akan menginformasikan kepada sahabat semua tentang bagaimana cara membuat asap cair organik dari tempurung kelapa. Bagaimana cara membuat nya ? Yuk kita ikuti cara-caranya sebagai berikut.

Sebelum kita membahas cara buat nya, kita akan mengenalkan beberapa alatnya dulu, kemudian bagaimana prosesnya, dan berikutnya tentang bahan-bahan apa saja yang terkandung di dalam asap cair.

Seperti yang kita tahu bahwa asap cair bisa dibagi menjadi 3 grid. Untuk grid 3 bisa kita gunakan sebagai pestisida nabati/organik. Sedangkan grade dua dan grade satu bisa kita gunakan sebagai pengawet makanan.

Penyulingan Asap Cair

Penyulingan Asap Cair

Alat-alat yang Digunakan Untuk Membuat Asap Cair

Seperti apa alatnya ? Bisa dilihat seperti gambar dibawah ini.

  1. Alatnya terdiri dari tabung reaktor / tabung pembakaran.
  2. Kondensator
  3. Cerobong Asap.

Tabung Reaktor

Fungsi dari tabung reaktor adalah untuk membakar dan meletakkan barang-barang yang bisa digunakan sebagai penghasil asap cair. Di bagian samping ini ada semacam tutup yang berfungsi sebagai tempat pembuangan ketika hasil jadi arang yang nantinya sebagai bahan limbah itu kita keluarkan.

Tempat Pembuangan Limbah

Tempat Pembuangan Limbah

Perlu diingat bahwa tutup ini tidak boleh bocor selama proses pembakaran. Kalaupun ada sedikit kebocoran maka kita harus memberikan lumpur agar asapnya tidak bocor.

Dibagian bawah kita biasanya meletakkan tungku seperti ini. Tungku ini bisa kita gunakan untuk meletakkan kompor nantinya. Di bagian bawah ini kita sudah setting sedemikian rupa seperti ini penampakannya.

Tungku untuk meletakkan Kompor

Tungku untuk meletakkan Kompor

Jadi tungku ini merupakan sumber panas yang akan membakar menjadi asap. Lubang-lubang tungku bagian bawah berfungsi sebagai sumber oksigen ketika nanti terjadi proses pembakaran.

Sementara ini adalah penampakan di atas dasar tong. Jadi diatur sedemikian rupa ada semacam kotak atau kubus yang tadi kita sudah sempat lihat di bagian bawahnya. Kemudian sampingnya terdapat besi dimana ada 5 bagian. Yang mana besi-besi tersebut sudah dilakukan pelubangan.

Penampakan diatas Dasar Tong

Penampakan diatas Dasar Tong

Dan berikut adalah penampakan besi dari bagian atas di mana besi dipasang sampai setinggi tong yang mana besi tersebut penuh dengan lubang. Harapannya nanti besi ini menyediakan oksigen selama proses pembakaran berlangsung sehingga bisa sempurna.

Skema Pipa Besi dilihat dari atas Tong

Skema Pipa Besi dilihat dari atas Tong

Untuk proses awal pembakaran biasanya kita menggunakan LPG dan kompor gas semacam ini yang kita letakkan persis tepat dasar dari pada tungku atau reaktor. Nanti setelah panas dan bara sudah terbentuk, maka kompor ini kita matikan dan kita biarkan pembakaran terjadi secara alami.

Model tabung reaktor semacam ini merupakan model tabung reaktor yang terbaik untuk pembakaran karena oksigen bisa tersedia sempurna pada seluruh bagian bahan yang akan kita bakar. Dan tepat diatas daripada tong reaktor ini terdapat lubang, dimana lubang tersebut merupakan saluran yang nantinya menyalurkan asap ke kondensor.

Dibagian atas dari tabung reaktor ini terdapat tutup yang bisa kita rapatkan menggunakan baut, di mana bagian ini juga tidak boleh terjadi kebocoran sehingga proses pembakaran atau penangkapan asap itu bisa ditangkap dengan sempurna.

Kondensator

Kondensator ini berfungsi untuk mendinginkan asap yang keluar dari tabung reaktor. Dimana perjalanan asap dari tabung reaktor diarahkan menuju pipa saluran pembuangan tar, sebelum menuju ke tabung kondensator. Saluran tar ini sangat penting agar pipa asap tidak cepat tersumbat dan asap cair bebas tar.

Asap yang bebas tar akan masuk ke dalam kondensator. Isi dalam kondensator terdiri dari 2 tabung. Yaitu yang pertama tabung luar gunanya untuk menampung air. Berikutnya adalah tabung yang di dalam yang digunakan untuk merubah asap tadi menjadi air/asap cair. Ketika asap masuk melalui bagian atas, kemudian memasuki tabung, dimana tong tersebut diisi air, maka asap tersebut akan disalurkan melalui pipa bawah dan langsung masuk ke cerobong pembuangan asap.

Penampakan Kondensator

Penampakan Kondensator

Mungkin ada yang penasaran dengan tabung di tengah-tengah tersebut? Sebenarnya tabung tersebut dalamnya kosong. Dan pastikan tabung tersebut tidak bocor sehingga asap tidak keluar dan air tidak bisa masuk ke tabung tersebut.

Cerobong Asap

Setelah asap menjadi cairan maka kita akan menampung di sebelah bawah sini.

Saluran Pipa Asap Cair

Saluran Pipa Asap Cair

Dan jadilah asap cair grade 3. Sementara ada sisa-sisa asap yang akan masuk ke ruang pembuangna bagian atas. Untuk bagian ujung cerobong asap ini biasanya kita atur sedemikian rupa bagaimana supaya nanti asap bisa keluar tetapi ketika hujan itu tidak kemasukan air. Jadi kita perlu memberikan peneduh yang ada di ujung asap ini supaya nanti ketika hujan, air tersebut tidak masuk melalui cerobong dan akan mengganggu konsentrasi dari asap cair yang kita hasilkan.

Dari rangkaian alat ini memang masih ada output asap yang akan keluar melalui cerobong yang paling akhir. Untuk lebih mengefektifkan lagi teman-teman semua bisa melakukan kondensasi nya itu dua kali. Artinya kita memberikan kondensornya itu dua tabung atau dua kali kemudian teman-teman juga bisa mengganti cerobong asap dengan menggunakan bambu basah yang agak muda.

Nantinya, produk tersebut ketika menjadi asap dan akan keluar pada cerobong pengeluaran asap, itu tetap akan terkondensasi dan akan tetap melakukan pengembunan sehingga akhirnya balik lagi ke saluran penampungan asap cair. Jadi kalau teman-teman ingin lebih efektif lagi sekali lagi adalah, kondensornya dipakai 2 tabung dan kemudian di cerobong nya diganti dengan bambu basah, sehingga lebih sedikit lagi bentuk asap yang memang keluar / terbuang secara percuma dan tidak menjadi asap cair.

Bahan Pembuatan Asap Cair

Semua bahan organik kering itu bisa kita gunakan sebagai bahan baku pembuatan asap cair. Diantaranya adalah : sekam, tongkol jagung, batok kelapa, kayu, jerami dan serutan kayu. Namun yang paling tinggi kualitas asap cair yang didapatkan adalah berasal dari bahan yang banyak mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin. Contohnya adalah batok kelapa atau kayu-kayu keras yang lain misalkan kayu jati dan lain sebagainya.

Batok Kelapa Sebagai Bahan Utama

Batok Kelapa Sebagai Bahan Utama

Jadi sekali lagi yang paling menghasilkan asap cair yang paling bagus itu adalah dari yang notabene adalah bahan-bahan yang sangat keras.

Aplikasi Asap Cair Grade 3 Untuk Pestisida

Untuk aplikasi asap cair Grade 3 sebagai pestisida kita memerlukan paling tidak 20cc per liter untuk kita aplikasikan di lahan kita. Dimana kita juga memerlukan perekat yang dibuat dari ekstraksi lidah buaya. Berdasarkan kandungannya, asap cair itu bisa digunakan untuk membasmi ulat, walangsangit dan berbagai macam serangga bahkan jamur dan bakteri. Akhir-akhir ini juga digunakan sebagai pembasmi burung atau menghindarkan padi kita dimakan burung/tikus.

Demikian sedikit uraian dan penjelasan mengenai cara membuat asap cair dari batok atau cangkang kelapa maupun bahan lainnya yang dapat dengan mudah ditemukan disekitar kita. Semoga membantu sahabat tani semua dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga : Cara Buat Pupuk Kompos