Assalamualaikum Wr. Wb. Pada postingan kemarin kita telah membahas bagaimana mengolah sekam mentah untuk dijadikan media tanam melalui proses fermentasi. Banyak alasan mengapa sekam mentah/padi digunakan sebagai salah satu media tanam alternatif pengganti tanah. Selain lebih mudah didapat dan dengan harga yang relatif lebih murah, sekam mentah mentah atau sekam padi memiliki beberapa kelebihan.

Misalnya mudah menyerap air, tidak mudah hancur sehingga menjaga media tetap lembut, tidak mudah menggumpal sehingga memiliki sifat yang poros dan aerasi atau sirkulasi udara yang tetap terjaga. Namun, disisi lain sekam mentah juga memiliki beberapa kekurangan yang sifatnya bisa merugikan sehingga pemanfaatannya sebaiknya diolah terlebih dahulu untuk meminimalisir resiko yang akan terjadi terhadap tanaman kita.

Sekam Mentah

Sekam Mentah

Adapun cara mengolah sekam mentah sebelum digunakan juga banyak metode yang bisa diterapkan dengan segala kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Salah satunya dengan cara difermentasi. Sekarang pertanyaannya adalah, apakah sekam mentah atau sekam padi tanpa melalui proses pengolahan sebelumnya bisa langsung digunakan? Untuk menjawab itu semua maka postingan kali ini akan berbagi tips cara aplikasi sekam mentah secara langsung dalam arti tanpa melalui proses pengolahan sebelumnya. Hal-hal apa sajakah yang perlu diperhatikan dan bagaimana komposisinya? Yuk mari kita simak selengkapnya berikut ini.

Sebelum kita menuju pada topik pembahasan sebagai gambaran ketika kita berkunjung atau mendatangi toko ataupun lapak tanaman hias atau bunga ataupun penjualan bibit-bibit buah dan sebagainya, jika diperhatikan penggunaan sekam mentah mendominasi hampir di setiap pot ataupun polybag yang mereka miliki. Akan tetapi tanaman yang ada tetap tumbuh sehat dan subur.

Dari ulasan tersebut, penggunaan sekam mentah secara langsung dalam arti tanpa proses pengolahan sebelumnya dalam kondisi tertentu bisa dilakukan dengan catatan tetap memperhatikan beberapa hal mengingat resiko yang akan terjadi kedepannya.

Kriteria Sekam Mentah Bagus

Sedangkan untuk kriteria sekam mentah yang ingin langsung digunakan, hal pertama yang wajib diperhatikan adalah kondisinya.

  1. Secara visual tak tampak adanya bibit hama misalnya semut, kutu, ulat ataupun serangga lainnya.
  2. Warna sedikit cerah, karena warna kusam bisa menandakan sekam tersebut telah ditumbuhi jamur atau sekam lama.
  3. Dalam kondisi kering tak berbau busuk ataupun menyengat.

Setelah kita tentukan sekam mentah dengan kriteria tersebut, hal berikutnya yang wajib diperhatikan adalah hindari penggunaannya secara tunggal. Oleh karena itu harus dicampurkan minimal tambahkan satu atau lebih bahan media tanam yang lain. Misalnya tanah, sekam bakar, pasir malang, kohe ataupun kompos dan sebagainya disesuaikan dengan jenis, usia dan ukuran tanaman yang kita miliki.

Komposisi Media Tanam Sekam Mentah

Komposisi Media Tanam Sekam Mentah

Selain hindari penggunaan sekam mentah tersebut secara tunggal, komposisinya juga harus diperkecil mengingat sekam mentah memiliki kadar unsur hara yang lebih rendah serta proses penguraian nya akan tetap terus berlangsung yang bisa menaikkan suhu pada media tanam tersebut. Akibatnya adalah bisa membuat tanaman layu ataupun akar yang membusuk. Dan berikut ini adalah contoh perbandingan aplikasinya.

Komposisi Media Tanam Sekam Mentah

  1. Sekam bakar kasar sebanyak 2 bagian.

    Sekam Bakar Kasar

    Sekam Bakar Kasar

  2. Sekam mentah sebanyak satu bagian.

    Sekam Mentah Satu Bagian

    Sekam Mentah Satu Bagian

  3. Pasir Malang atau pasir ayak kasar ataupun puing bangunan sebanyak setengah hingga 1 bagian.

    Pasir Malang

    Pasir Malang

  4. Sedangkan untuk aplikasi kohe atapun kompos sekali lagi bisa kita oplos sebanyak setengah bagian atau bisa juga diletakkan di atas media dasar pada tepian wadah atau bisa juga diaplikasikan secara menyusul.
    Pupuk Kandang

    Pupuk Kandang

    Yaitu setelah pertumbuhan stabil dan yang terpenting kohe atau kompos tersebut harus sudah benar-benar matang atau melalui proses fermentasi terlebih dahulu.

Proses Pencampuran Bahan

Campurkan bahan-bahan tersebut hingga merata dan keberadaan sekam mentah pada media tanam menjadi penting untuk menjaga media tetap gembur dan awet. Karena sekam mentah tidak mudah hancur sehingga media tanam bisa digunakan dalam waktu yang lebih lama. Namun mengingat resiko buruk yang kemungkinan masih bisa terjadi, maka agar lebih aman sebaiknya diolah terlebih dahulu misalnya di fermentasi atau dibakar tak sempurna.

Pencampuran Media

Pencampuran Media

Jadi penggunaan sekam mentah pada media tanam sebenarnya lebih menjurus untuk kondisi dan tujuan tertentu. Misalnya untuk menghemat biaya, menghemat media tanam, ketersediaan waktu, keperluan mendadak dan untuk tujuan-tujuan lainnya.

Selain memperhatikan hal-hal yang sudah disebutkan dan ditunjukkan, untuk lebih memperkecil risiko yang kemungkinan akan terjadi, maka perlakuan dan perawatan pada tanaman juga penting diperhatikan. Misalnya imbangi dengan teknik penyiraman dengan cara jumlah air yang dikurangi atau waktu penyiraman yang diundur atau diperpanjang misalnya 1 hari sekali menjadi dua hingga tiga hari sekali. Tentunya sekali lagi tergantung jenis, usia dan ukuran tanaman yang kita miliki.

Baik cukup sekian postingan kali ini mengenai cara pengaplikasian media tanam dari sekam mentah tanpa fermentasi. Semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa untuk selalu berkunjung ke blog tanamanbuah.com karena akan selalu update informasi tentang tips dan cara berkebun dan bercocok tanam setiap hari.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga : Cara Fermentasi Sekam Mentah