Assalamualaikum Wr. Wb. Setelah kemarin kita membahas mengenai Cara Pembuatan PSB, pada postingan kali ini kita akan kembali berbagi tips bagaimana cara aplikasi dan berbagai macam manfaat yang terkandung dalam pupuk PSB cair ini ke tanaman hias.

Dosis Penggunaan PSB

Dosis Penggunaan PSB

Untuk mengawali aplikasi PSB ini sebelum kita gunakan sebaiknya kita kocok terlebih dahulu. Sedangkan dosis yang digunakan yaitu 200 hingga 250 ml per tangki 16 liter. Atau 10 hingga 15 ml per liter air bersih. Atau jika ingin lebih mudah kita gunakan kurang lebih 1 tutup botol bekas air mineral untuk 1 liter air bersih kemudian kita kocok keduanya hingga tercampur merata dan siap untuk kita gunakan.

Manfaat Pupuk PSB

Adapun manfaat PSB atau bakteri fotosintesis bagi tanaman kesayangan kita antara lain yaitu:

  1. Mampu membantu menstimulasi pertumbuhan akar tanaman untuk berkembang sehingga mampu bercabang lebih baik.
  2. Membantu tanaman berfotosintesis sehingga cocok untuk tanaman yang kurang sinar matahari ataupun saat musim penghujan.
  3. Memperkuat tanaman terhadap serangan hama atau penyakit.
  4. Sebagai sumber asam amino, asam nukleat, senyawa fisiologis, vitamin serta mineral yang tentunya sangat dibutuhkan oleh tanaman kesayangan kita.
  5. Bisa difungsikan sebagai penambah suplemen atau nutrisi sehingga mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia dan secara tidak langsung bisa mengurangi biaya produksi bahkan disinyalir hingga 50% dan masih banyak manfaat lainnya.

Waktu dan Cara Aplikasi PSB

Untuk cara aplikasi paling efektif tinggal kita semprot atau spray pada daun dan batang secara merata. Sedangkan saat yang paling mendukung yaitu ketika matahari mulai terbit yaitu dimana ketika embun pagi mulai menguap dan mulai mengering hingga menjelang siang.

Penyemprotan PSB

Penyemprotan PSB

Untuk usia, PSB bisa Kita aplikasikan sejak usia vegetatif yaitu mulai pembibitan hingga pertumbuhan bahkan hingga masa generatif yaitu pembungaan hingga pembuahan. Dan bisa kita aplikasikan untuk segala jenis tanaman.

Namun yang perlu diperhatikan mengingat PSB atau photosynthetic bacteria ini masih mampu membuat tanaman untuk overdosis maka untuk aplikasi awal sebaiknya menggunakan dosis rendah yaitu setengah dari dosis yang sudah disebutkan di atas.

Tujuannya tak lain untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan misalnya daun gosong, layu, batang yang mengering dan sebagainya sekaligus untuk mengamati perkembangannya. Jika menunjukkan respon dan hasil yang positif maka proses bisa kita naikkan sedikit demi sedikit untuk aplikasi PSB pada tahap berikutnya.

Contoh Hasil PSB pada Adenium usia 15 Minggu

Contoh Hasil PSB pada Adenium usia 15 Minggu

Untuk aplikasi PSB perhatikan pula jenis tanaman, apakah berbatang lunak atau berbatang keras. Dan aplikasi PSB bisa dilakukan setiap 5 hingga 7 hari sekali atau dengan interval yang lebih pendek jika dosis yang kita gunakan benar-benar rendah.

Selain memperhatikan hal-hal yang sudah disebutkan diatas yaitu meliputi dosis, cara aplikasi, saat aplikasi, interval serta jenis tanaman, maka agar hasil lebih efektif dan lebih maksimal biang PSB tersebut bisa kita tambahkan bahan-bahan baru misalnya bahan organik. Sesuaikan dengan fase tanaman dan fermentasi selama 7 Hingga 10 hari.

Baik cukup sekian postingan kali ini dan jangan lupa baca tips berikutnya yaitu cara memperbanyak PSB atau Fotosintetik Bacteria.
Wassalamualaikum Wr. Wb.