Kembali bersama TanamanBuah yang mana pada kali ini saya sedang menggeluti ternak ikan lele secara sinkronisasi yang mana air buangan kolam lele ini saya berikan untuk penyiraman tanaman. Jadi setiap tiga hari sekali air dari kolam lele saya alirkan ke tanaman dan air yang baru akan saya gantikan ke bak lele sehingga air nya tidak berbau. Nah kali ini saya akan membuat air kolam lele tidak berbau walaupun tidak diganti airnya. Kenapa tidak berbau ? karena ini menggunakan sistem sirkulasi filterisasi. Artinya, saya membuat rancangan seperti gambar dibawah ini.

kolam lele tidak bau

Sistem Sirkulasi Kolam Lele dengan Filtrasi

Pada kran yang mengalir di gambar atas adalah air lompatan, sedangakan air lompatan dari kolam lele itu bukan air permukaannya yang melimpah, tetapi air yang berasal dari dasar kolam. Kenapa ? dari dalam kolam ini saya sambungkan lagi pipa kebawah sampa dasar. Kemudian di bagian dasar, pipa itu kita buat bentuk L dan kita sambungkan sehingga melintang di tengah-tengah dasar kolam. Tujuannya apa ? tujuannya adalah, karena ikan lele sering berinteraksi sehingga kotoran naik, maka itulah yang menyebabkan kotoran sering berbau karena dia diputar terus oleh lele itu sendiri.

Lompatan dari air kolam yang berasal dari dasar kolam adalah air yang kotor. Tekanan dari kolam dasar itulah yang akan kita alirkan ke dalam tong berikutnya. Sehingga dalam tong itu berisi endapan kotoran dan lumpur yang berasal dari sisa makan ikan lele. Nah air yang ada dalam tong kita beri pipa pada permukaan supaya air mengalir menuju tong berikutnya. Pada tong ke dua ini, air relatif bersih tanpa endapan, hanya saja masih berwarna. Air inilah yang akan kita pompakan lagi ke dalam kolam lele.

Dari sirkulasi tersebut, maka kita tidak akan kekurangan debit air pada kolam utama. Otomatis kolam akan melimpah, dan kembali lagi menuju ke tong pertama. begitu terus sehingga kolam lele nyaris tidak berbau dengan sistem sirkulasi filterisasi ini.

Untuk pembuktiannya bahwa air yang mengalir dari kolam ke tong pertama adalah air dari dasar, maka saya akan mencabut pipa penghubung tersebut. Jika saya cabut, seperti gambar diatas, maka yang mengalir ke tong pertama adalah air permukaan / bening, bukan dari dasar. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah skema pembuatan pipa L yang dipasang di dasar kolam :

kolam lele

Pipa modifikasi bentuk L ditanam di dasar kolam

Dari gambar diatas, bisa dijelaskan bahwa karena tekanan air dalam bak, maka kotoran akan masuk melalui lubang yang telah dibuat kemudian terangkat keatas dan melimpah ke bak. Sehingga yang melimpah itu adalah air yang bercampur lumpur dan kotoran. Inilah yang dinamakan irigasi filterisasi kotoran lele. Untuk kualitas air bisa terjaga selama kurang lebih satu minggu insya Allah tidak bau.

Mudah-mudahan bermanfaat buat teman-teman peternak lele, apalagi berada di lingkungan rumahan. Jadi buka alasan kalau ternak lele itu akan mengganggu tetangga kita, yang penting kita bisa membuat cara bagaimana air kolam tersebut tidak berbau seperti memakai tekhnik ini.

Untuk lebih lanjut, saya akan membongkar kotoran lele yang ada di bak pertama tetapi dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Langkah pertama putar ke atas pipa buangan dari kolam ke bak pertama sehingga air tidak mengucur.
  • Matikan pompa listrik.
  • Ambil air bak pertama dari atas menggunakan gayung secara perlahan. Sehingga kotoran yang ada di dasar tidak terangkat. Ada baiknya, sebelum air bak pertama diambil maka pinggiran atau dinding bak dibersihkan menggunakan spon agar kotoran yang menempel ikut larut dalam air. Diamkan satu jam agar mengendap sempurna baru air sisa diambil dan endapan kita buang.

Untuk kotoran atau endapan, bisa kita jadikan pupuk cair organik. Jadi kalau kotoran mau dipakai buat pupuk tanaman harus diaduk atau dicampur dengan perbandingan satu liter diaduk dengan 5 liter air. Untuk satu tanaman bisa diberikan satu liter air.

Demikian cara mengatasi kolam lele agar tidak berbau menyengat dengan menggunakan sistem sirkulasi filtrasi yang bisa dibuat sendiri menggunakan alat-alat sederhana. Semoga dengan tekhnik ini kita tidak ada alasan untuk beternak lele walaupun di tengah kota yang padat penduduk.