Sahabat tani, pada postingan terdahulu kita sudah belajar bersama bagaimana membuat pupuk organik cair yang kaya akan enzim dengan memanfaatkan kulit nanas. Dimana buah nanas memiliki suatu enzim yang namanya bromelain. Dan pada postingan kali ini kita akan membahas buah-buahan lainnya yang juga memiliki kandungan yang tidak kalah dengan nanas dan dapat menjadi alternatif dalam pembuatan ekoenzim.

Istilah eco-enzim pertama kali ditemukan dan juga dikembangkan oleh seorang ilmuwan Thailand. Ekoenzim sendiri adalah hasil dari fermentasi gula, limbah organik dan air dengan perbandingan 1 banding 3 dan juga 10. Dimana 1 bagian itu gulanya kemudian 3 bagian itu adalah limbah organiknya (misal dari sisa atau kulit buah-buahan maupun juga sayur-sayuran) dan 10 bagiannya itu adalah air.

Pada postingan kemarin kita sudah mengupas tutorial bagaimana cara pembuatan ekoenzim, yaitu dengan memanfaatkan limbah kulit nanas yang memiliki enzim bromelain. Tetapi sebenarnya bukan hanya nanas saja yang mengandung enzim, tetapi masih banyak juga buah-buahan lain yang juga mengandung enzim. Dan ini dia 7 buah lainnya yang memiliki kandungan enzim.

  1. Buah Pepaya. Selain rasanya yang manis dan juga enak, enzim yang terdapat dalam buah pepaya juga dapat membantu mencerna protein di dalam lambung kita. Enzim yang terkandung di dalam pepaya yaitu enzim papain. Cara kerja dari enzim papain ini juga kurang lebih sama seperti bromelain yaitu dengan cara memecah ikatan tertentu pada protein. Enzim papain pada pepaya terbentuk pada seluruh bagian buahnya dan juga daunnya. Mulai dari kulitnya kemudian daging buah sampai biji-bijinya bahkan juga daun-daunnya itu juga ada. Oleh sebab itu, banyak yang menggunakan daun pepaya untuk melunakkan daging karena kaya akan enzim papain ini. Nah, jadi kalau beli pepaya jangan dibuang ke sampah ya kulit dan bijinya, tetapi manfaatkan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan ekoenzim.

    Buah Pepaya

    Buah Pepaya

  2. Buah Pisang. Kulit pisang memiliki kandungan unsur hara yang sangat baik buat tanaman terutama tanaman pada saat fase generatif. Anda bisa menggunakan kulit buah pisang sebagai bahan baku POC karena kulit pisang memiliki kandungan unsur hara yang baik untuk menyuburkan dan memaksimalkan panen tanaman terutama pada saat masa generatif. Kulit pisang juga menghasilkan suatu enzim yang namanya xylanase ketika terfermentasi dalam kurun waktu tertentu. Sehingga kulit pisang ini juga bisa kita manfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan mol enzim atau ekoenzim.

    Kulit Pisang

    Kulit Pisang

  3. Buah Nangka. Getah buah nangka itu memiliki kandungan enzim yang namanya protease. Sama seperti enzim papain, enzim protease ini juga bekerja dengan cara memecah ikatan tertentu pada protein sehingga ketika enzim ini ada pada pupuk organik cair maka pastinya akan sangat bermanfaat bagi kesuburan tanaman kita.

    Buah Nangka

    Buah Nangka

  4. Buah Semangka. Kulit buah semangka dapat diolah menjadi bahan pembuat ekoenzim. Jadi menurut situs grid.id, semangka memiliki enzim yang namanya licopene yang dapat mencegah perbanyakan sel yang tidak normal pada tubuh kita. Jadi, kita bisa mengumpulkan kulit sisa dari buah semangka yang kita beli untuk dijadikan bahan pembuatan mol enzim / ekoenzim yang pastinya akan sangat berguna dan bermanfaat buat kesuburan tanaman kita.

    Kulit Semangka

    Kulit Semangka

  5. Buah Mangga. Ketika buah mangga semakin matang, maka enzim yang dikandungnya yaitu amilase akan menjadi lebih aktif lagi. Enzim amilase ini berperan dalam membantu memecah karbohidrat sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh kita. Untuk pembuatan mol enzim dari bahan kulit mangga, maka anda bisa menggunakan rumus 1 bagian gula merah, 3 bagian kulit mangga dan 10 bagian cucian air beras. Dengan menggunakan rumus 1-3-10 ini, maka ekoenzim yang anda hasilkan akan bagus. Enzim amilase juga sangat berperan penting pada saat proses perkecambahan tanaman. Enzim ini berperan dalam penguraian cadangan makanan menjadi senyawa yang lebih sederhana lagi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Sehingga pengaplikasian MOL atau ekoenzim berbahan kulit mangga dapat dilakukan walaupun tanaman kita masih pada saat fase perkecambahan.

    Buah Mangga

    Buah Mangga

  6. Buah Alpukat. Buah alpukat itu ternyata mengandung enzim yang namanya lipase. Enzim ini berguna sebagai pemecah lemak menjadi asam lemak tertentu. Menurut sebuah sumber, enzim lipase itu bermanfaat pada saat perkecambahan-an biji. Ketika enzim lipase menghasilkan asam lemak dan juga unsur lainnya, maka asam lemak ini akan menjadi energi buat tanaman kita pada saat masa perkecambahanan sampai masuk pada saat masa pertumbuhan nya. Maka anda bisa memanfaatkan kulit buah alpukat ini untuk dijadikan bahan dalam pembuatan mol atau pembuatan ekoenzim.

    Buah Alpukat

    Buah Alpukat

  7. Buah Mengkudu. Buah Mengkudu atau Noni ini dikenal sangat bermanfaat buat kesehatan rambut kita. Selain bermanfaat buat rambut ternyata buah noni ini juga bermanfaat buat kesehatan jantung kita. Buah mengkudu/noni ini mengandung enzim protease yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan mol atau pembuatan ekoenzim.

    Buah Mengkudu

    Buah Mengkudu

Anda juga bisa mencampur beberapa buah-buahan yang telah disebutkan tadi untuk diolah menjadi ekoenzim atau MOL. Caranya adalah dengan menggiling halus agar proses dekomposisinya lebih sempurna dan juga lebih cepat. Demikian informasi mengenai buah-buahan yang cocok untuk dijadikan ekoenzim atau pupuk organik cair. Semoga bisa menambah wawasan dan dipraktekkan di rumah.

Baca Juga: Cara Membuat MOL Bonggol Pisang