Sahabat Tani, istilah pupuk organik pastinya sudah tidak asing lagi kan di telinga kita. Pupuk organik adalah pupuk yang dibuat dari bahan utama yaitu bahan organik, baik dari limbah makhluk hidup maupun limbah hasil pertanian lainnya. Pupuk organik ini selain memiliki unsur hara yang diperlukan oleh tanaman kita dalam proses kehidupannya, juga dapat menjadi pembenah tanah rusak akibat terlalu keseringan menggunakan bahan kimia.

Itulah sebabnya pupuk organik itu sangat baik untuk digunakan. Tetapi di balik semua itu, masih ada yang belum tepat dalam penggunaannya sehingga pertumbuhan tanaman bukan menjadi makin baik, justru tanamannya tidak subur dan terserang penyakit hingga mati akibat dari penggunaan pupuk organik ini. Maka dalam postingan kali ini kita akan membahas kesalahan fatal dalam penggunaan pupuk organik kotoran hewan.

Pupuk organik adalah pupuk yang kita kenal memiliki banyak sekali manfaat. Selain menjadi sumber unsur hara bagi tanaman juga menjadi pembenah tanah rusak. Pupuk organik adalah salah satu alternatif dalam menghadapi kelangkaan pupuk yang kita hadapi saat ini. Karena pupuk organik biasanya berasal dari limbah, entah itu limbah makhluk hidup misalnya kotoran hewan, kemudian limbah pertanian misalnya sisa sayuran yang gak dipakai, atau sisa tanaman pertanian misalnya jerami padi atau bahkan gulma pengganggu tanaman contohnya enceng gondok atau kiambang.

Bahan Pupuk Organik dari Kiambang

Bahan Pupuk Organik dari Kiambang

5 Kekurangan Pupuk Organik Kohe

Nah, pada postingan kali ini saya tidak akan mengulas tentang pembuatan pupuk organik karena sudah dibahas di postingan yang lalu. Untuk itu, kita akan membahas mengenai kesalahan fatal dalam penggunaan pupuk organik terutama pupuk organik kotoran hewan yang belum matang. Apa saja kira-kira?

  1. Pupuk organik kotoran hewan yang masih belum matang itu masih terjadi proses dekomposisi oleh mikroorganisme sehingga akan menimbulkan panas. Ketika dalam keadaan panas ini langsung kita aplikasikan kepada lahan pertanian kita maka panas ini akan terbagi pada lahan pertanian kita. Dan bayangkan kalau saat itu ada tanamannya maka tanah akan menerima panas dari proses dekomposisi.Sementara kita tahu bahwa ketika terjadi yang namanya perubahan suhu maka bisa mengakibatkan tanaman kita yang tumbuh di atasnya menjadi stres. Kemudian pertumbuhannya berlangsung menjadi tidak normal, sakit, hingga berujung pada kematian tanaman.
    Pupuk Organik dari Kotoran Hewan

    Pupuk Organik dari Kotoran Hewan

    Itu baru soal perubahan suhu tanah, belum kalau seandainya kotoran hewan yang masih panas ini terkena tanaman kita. Itu sebabnya kalau kita memang melakukan pemberian pupuk organik kotoran hewan yang masih panas, dianjurkan sebelum tanam dan jauh-jauh hari. Agar proses dekomposisi itu menjadi lebih matang dan tanaman kita jadi lebih aman dari dampak negatif panas dari kotoran hewan yang belum matang.

  2. Kotoran hewan yang masih belum matang itu pastinya sangat bau. Dan kalau kita tanamnya di kebun yang jauh dari perumahan yang tidak masalah. Tapi bayangkan kalau kebun itu dekat dengan rumah kita apalagi samping rumah.
  3. Pupuk kandang yang masih belum matang itu kandungan unsur haranya juga belum banyak dan tidak sebanyak pupuk yang sudah matang. Selain unsur haranya yang belum banyak juga hama dan penyakit yang masih ada pada kotoran hewan itu belum pada mati karena proses dekomposisi. Dan nantinya pasti ke depan itu akan bermasalah pada pertumbuhan tanaman kita.
  4. Pupuk Kohe sapi yang proses dekomposisi nya belum matang maka biji gulma yang ada pada pupuk ini belum mati. Ketika langsung kita aplikasikan pada lahan pertanian kita bisa-bisa akan muncul gulma pada lahan pertanian kita. Gulma yang tumbuh ini susah dikendalikan dengan berbagai cara. Makanya dalam praktik pembuatan pupuk organik lebih baik menggunakan kotoran unggas yang sudah terfermentasi agar jadi lebih aman.
    Mungkin anda ada yang belum paham apa itu pupuk dingin dan apa itu pupuk panas. Pupuk dingin adalah pupuk yang proses dekomposisi atau penguraiannya berlangsung perlahan-lahan sehingga tidak menimbulkan panas. Kekurangan dari pupuk dingin ini adalah membutuhkan proses yang tidak sebentar bahkan ada yang sampai berbulan-bulan sampai pupuknya tersebut matang atau tidak lagi mengalami yang proses dekomposisi atau penguraian. Sedangkan pupuk panas adalah pupuk yang mengalami proses dekomposisi atau penguraian secara cepat sehingga menimbulkan yang panas. Kelebihan dari pokok panas adalah lebih cepat matang nya. Tetapi menurut berbagai jurnal, kekurangan dari pupuk panas ini adalah mudah menguap karean bahan organik itu tidak terurai secara sempurna sehingga banyak yang berubah menjadi gas.
    Mari kita lihat tabel dibawah ini:

    Tabel Kandungan Bahan

    Tabel Kandungan Bahan

    Pada tabel kandungan bahan diatas bisa kita lihat mana yang termasuk pupuk dingin, mana yang termasuk pupuk panas beserta kandungan-kandungan hara nya. Ada yang perlu kita garis bawahi di sini yaitu kotoran unggas dan dalam hal ini adalah kotoran ayam. Pada tabel diatas kotoran ayam termasuk pupuk dingin, akan tetapi banyak jurnal yang mengatakan bahwa pupuk ayam termasuk dalam kategori pupuk panas.

  5. Pupuk organik yang masih belum matang itu bisa jadi bersifat racun bagi tanaman kita. Pada proses dekomposisi oleh mikroorganisme akan dihasilkan yang namanya amoniak. Amoniak memiliki bau yang sangat menyengat. Kalau anda langsung aplikasikan pada tanaman, maka tanaman kita beresiko mati. Maka pakailah pupuk yang sudah matang, atau aplikasikanlah jauh-jauh hari sebelum anda tanam tanaman anda pada lahan pertanian.

Ciri pupuk organik kotoran hewan yang memang sudah matang itu adalah:

  1. Lebih kering. Artinya kadar air pada pupuk itu sudah berkurang.
  2. Tidak lagi mengeluarkan aroma tertentu.
  3. Ketika kita pegang maka suhunya itu udah tidak panas lagi atau udah lebih dingin seperti tanah pada umumnya.

Demikian pembahasan mengenai kekurangan pupuk organik kotoran hewan apabila proses dekomposisinya tidak sempurna. Semoga dengan adanya informasi berikut ini bisa menambah wawasan kita semua dan mengoptimalkan pembuatan pupuk sesuai dengan anjuran yang telah diteliti.

Baca Juga: Cara Buat Pupuk Kotoran Ayam