Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam planter Indonesia, pada kesempatan kali ini kita akan mengulas mengenai 5 hal yang akan terjadi jika kita memaksakan untuk panen buah kelapa sawit mentah. Buah mentah adalah sebuah kriteria kematangan yang tidak mbrondol sama sekali. Karena dalam kriteria kelapa sawit ditandai dengan lepasnya brondolan secara alami. Lepasnya brondolan secara alami gara-gara menggunakan mekanisme enzimatik menandakan bahwa kelapa sawit / tandan buah segar kita sudah masuk dalam kriteria matang.

Ketika kita memanen tanpa mbrondol sama sekali maka akan berefek kepada tanaman kita dan berefek pada pendapatan kita. Maka kita akan membahas 5 hal yang akan berpengaruh jika kita memaksakan diri untuk memanen buah mentah di ladang kita.

Brondol Kelapa Sawit

Brondol Kelapa Sawit

Beberapa perusahaan memiliki sebuah kriteria masak untuk tandan kelapa sawit berbeda-beda. Ada yang satu brondol / kg tbs, ada yang dua brondolan per kg tbs, intinya harus ada yang mbrondol dulu. Karena ketika keluar brondol satu, maka akan diikuti brondolan yang lain. Hal itu menandakana bahwa janjang itu sudah masak. Namun kalau tidak mbrondol jelas mentah.

Akibat Panen Kelapa Sawit Mentah

  1. Buah mentah ketika kita panen secara terus menerus berarti kita melakukan stressing pada tanaman kita sendiri. Karena secara fisiologis TBS belum matang dan siap untuk dipanen, maka hasilnya tanaman kelapa sawit akan mengalami stress dan memicu kondisi negatif.
  2. Ketika kita menanen buah mentah, berarti kita memotong jalur generatif nya, namun generatif dalam konteks kurang baik bagi tanaman. Dimana resikonnya adalah membentuk bunga jantan berlebih pada kelapa sawit.
  3. Bisa memotong jalur pendapatan kita / diskontinyu pendapatan. Karena memotong buah mentah pada dasarnya mempercepat waktunya panen saja, tidak mempercepat buah untuk masak. Ini akan menjadi masalah bagi para petani khusunya dalam hal pendapatannya.
  4. Jika kita memanen buah mentah, akan menyebabkan over prunning / pemotongan pelepah yang berlebihan. Karena biasanya ketika kita memanen janjangan, maka otomatis pelepah juga ikut terpotong. Akibatnya banyak pelepah yang hilang / over prunning. Pemotongan pelepah berlebih akan berdampak dari hasil fotosintesis pelepah yang ada. Sehingga dengan pelepah yang kurang jangan berharap penyerapan unsur hara dan air semakin besar.
  5. Konsekuensi dari poin 1-4 maka suatu saat nanti akan terjadi penurunan produksi secara perlahan yang berdampak kacau balaunya pendapatan kita.

Untuk itu jangan sampai kita memotong buah mentah secara berkesinambungan. Karena bisa berakibat penurunan produksi secara perlahan-lahan. Ketika titik puncak kelapa sawit itu berada di usia 17/15 namun di usia 10 tahun sudah tidak produktif lagi. Karena pelepah sudah berkurang, bunga jantan berlebih hal itu semua akan mengankibatkan produksi kelapa sawit semakin turun.

Semoga postingan kali ini bermanfaat bagi kita semua. Jangan panen buah kelapa sawit mentah, ikuti kriteria yang berlaku. Kita harus mulai berlatih membiasakan untuk memanen yang memiliki kriteria kematangan. Karena buah yang matang akan menghasilkan CPO atau minyak kelapa sawit mumpuni yang akan berdampak pula pada kelanjutan produksi minyak di pabrik kelapa sawit.

Jangan kita egois memotong buah mentah yang penting dapat duit hari ini, tapi kita mengabaikan keuntungan pabrik kelapa sawit. Ketika pabrik kelapa sawit keuntungannya turun maka serapan produksi akan turun juga yang berefek pada kita juga sebagai petani kelapa sawit.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga : Pemupukan Bibit Kelapa Sawit