Bekerja adalah sebuah usaha yang kita lakukan untuk mendapatkan penghasilan dan itu bisa dilakukan pada berbagai bidang termasuk bidang pertanian. Pada postingan kali ini saya akan membahas secara detail mengenai 10 sumber penghasilan tambahan pada bidang pertanian.

Apa itu Agribisnis?

Agribisnis

Sebelum kita bahas apa saja jenis 10 sumber penghasilan tambahan pada sektor pertanian, anda harus tahu dulu apa yang disebut dengan agribisnis. Secara definisinya agribisnis Itu adalah sebuah usaha yang berbasis pada bidang pertanian baik dari hulu yaitu sektor budidaya tanaman, kemudian sektor hilir atau biasa disebut juga dengan pengelolaan pasca panen tanaman, proses yang selanjutnya yaitu pendistribusian dan pemasaran hasil pertanian itu sendiri, serta bidang-bidang lainnya yang terkait pada tiga aspek yang tadi.

Nah, setelah kita mengetahui bahwa agribisnis itu bukan hanya pada sektor budidaya aja, artinya ada banyak banget potensi atau sumber penghasilan tambahan berbasis pada bidang pertanian. Dan ini dia 10 diantaranya.

10 IDE Usaha Berbasis Bidang Pertanian

  1. Pembudidayaan Tanaman. Pembudidayaan tanaman disini berlaku mulai dari pembibitan tanaman, misal: penjualan bibit cabe, jualan bibit tomat atau misalnya tanaman keras misalnya jualan bibit durian, bibit mangga atau bibit yang lainnya. Bisa juga budidaya secara keseluruhan misal anda membudidayakan tanaman mentimun, tanaman tomat dan lain sebagainya. Dalam menentukan tanaman budidaya anda harus cek dulu bagaimana kebiasaan konsumsi pada wilayah setempat. Misal pada suatu daerah ada kebiasaan perayaan Maulid Nabi Muhammad yang biasanya dilaksanakan sebulan penuh dan di bulan itu pastinya kebutuhan sayuran seperti tomat, cabe, mentimun, bawang merah, bawang putih pasti bakalan naik harganya karena kebutuhannya banyak.Anda juga harus sering-sering main ke toko-toko pertanian buat nyari tahu benih apa sih yang banyak dibeli sama orang. Ketika misalnya orang banyak beli benih kacang maka sebaiknya Anda beli benih yang lain yang berbeda dari orang-orang biar terhindar dari panen tanaman yang sama berbarengan.
    Perbanyak jejaring pertemanan anda dari suatu daerah ke daerah yang lain dan tanyakan tanaman apa yang banyak dibudidayakan di sana. Jika orang ternyata banyak menanam tanaman tertentu artinya Anda harus coba menanam tanaman yang berbeda agar terhindar dari panen yang barengan.
  2. Persewaan Alat Pendukung Budidaya Tanaman. Kalau anda pernah beli alat ukur PH tanah misalnya harganya Rp400.000 maka pemakaiannya cuman beberapa kali saja. Anda bisa menyewakkan alat ukur PH tanah ini misalkan sehari cuman Rp.10.000 saja. Ketika bisa tersewa sebanyak 40 hari, maka Rp.10.000 dikali 40 hari bisa menghasilkan Rp400.000 dan sudah balik modal. Dan ini berlaku juga untuk penyewaan alat yang lain misalnya cultivator, traktor, mesin perontok padi dan lain sebagainya.
  3. Jasa Evaluasi Lahan. Jika anda punya PH meter tanah dan PH meter air, bisa dicoba untuk membuka jasa evaluasi lahan. Hal ini lumrah karena sebagai profesional di bidang pertanian kita bisa memberikan pelayanan kepada yang membutuhkan dengan alat dan pengetahuan yang kita miliki sehingga para petani bisa mengetahui komposisi lahan mereka. Untuk tarif sendiri bisa disesuaikan dengan luas lahan dan medan yang akan di observasi.
  4. Jasa Pembelian Sarana Produksi Secara Online Sistem Pre-order. Misalnya kebutuhan akan hidrogen peroksida yang bisa di beli secara online dengan harga Rp20.000. Kemudian ongkos kirim misalnya ke tempat anda Rp4.000 per kilo untuk minimum 30 kg. Maka total nya jadi 20rb + 4rb = Rp.24.000. Anda bisa tawarkan saja ke teman-teman yang lain untuk pre-order hidrogen peroksida dengan harga Rp30.000. Karena kalau beli pakai ekspedisi Reguler seperti JNE itu ternyata bisa Rp50.000/kg nya. Artinya kalau ada 30 orang yang melakukan pre-order maka keuntungan anda 30 orang dikali keuntungan anda 6000 jadi Rp.180.000 dalam proses pembelian sarana produksi pertanian secara online. Dan begitu juga soal pembelian sarana produksi lain contohnya benih.
  5. Kulakan Hasil Pertanian. Percaya atau tidak ada beberapa petani yang males buat membawa hasil pertaniannya buat dijual di pasar meskipun dia tahu ada selisih harga kira-kira Rp.2000 sampai Rp5.000 antara dijual di sana sama dibawa ke pasar terutama komoditi misal tanaman cabe. Dan kondisi ini bisa dimanfaatkan misalnya saat itu beli cabe harganya Rp30.000 tingkat petani. Kemudian dibeli lah misal dari beberapa petani itu terkumpul sebanyak 100kg cabe. Kemudian dia bawa ke pasar dan di pasar dijual kepada grosiran-grosiran pedagang pasar dengan harga Rp.32000. Artinya jasa dia membawa atau mendistribusikan barang tersebut dari tempat dia tinggal kemudian ke pasar itu bisa untung Rp.200.000.
  6. Jualan Pupuk Organik. Anda juga bisa memanfaatkan limbah sekitar untuk diolah menjadi pupuk organik. Silakan baca-baca postingan kemarin yang membahas mengenai cara pembuatan pupuk organik cair misalnya Jakaba, POC Paling Kuat, POC Generatif dan lain sebagainya. Sudah banyak sekali testimoninya bahwa pupuk tersebut ternyata mantap hasilnya.
  7. Bisnis White Label. Pernah dengar apa itu bisnis white label? Bisnis white label adalah pembelian produk tanpa label dan kemudian kita jual dengan label atau merek kita. Maka selisih dari harga beli yang tanpa label dengan harga jualnya itu adalah keuntungan tambahan buat kita. Karena produk tersebut memiliki merek sesuai yang kita inginkan, maka hal tersebut bisa menguatkan branding untuk kita.
  8. Pelatihan Bidang Pertanian. Jika anda memiliki kemampuan berbicara atau public speaking yang bagus dan ahli dalam suatu bidang misal bercocok tanam, maka bisa membuat pelatihan-pelatihan berbayar misal seputar budidaya tanaman. Caranya anda bisa buatkan brosur secara digital kemudian Anda sebarin melalui promosi secara social media. Anda juga bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat. Karena biasanya itu Dinas Pertanian setempat itu pasti ada program pelatihan untuk petani-petani lainnya. Nah, siapa tahu dengan bekerja sama bisa menjadi peluang tambahan penghasilan buat anda semua.
  9. Youtuber. Nah ini dia yang jarang sekali disadari kebanyakan orang bahwa ternyata dia memiliki potensi untuk menjadi Youtuber. Karena bisa dilakukan sambil Anda kerja. Caranya adalah setiap proses demi proses pekerjaan anda di lapangan maka direkam menggunakan Handphone. Kemudian diolah atau diedit sedikit demi sedikit dan di upload di Youtube. Jika memang beruntung dan banyak yang suka maka video Anda bakal viral dan banyak penonton. Untuk menjadi Youtuber anda bisa mengikuti program YouTube partner. Maka anda secara otomatis bakalan dapat bagi hasil dari penayangan iklan di YouTube. Tips dari saya, maka pada saat syuting jangan sampai goyang-goyang handphonenya. Untuk itu minimal anda harus punya tripod. Dan satu lagi yang penting, jangan sampai suara musik itu lebih nyaring daripada suara anda.
  10. Membuat Olahan Rumah Tangga. Anda bisa membuat produk olahan rumah tangga dengan membuat produk misal susu kedelai. Logikannya, harga kedelai kualitas bagus Rp. 15.000 per kilo. Kemudian anda bisa bikin susu kedelai sampai 8 liter. Anggaplah harga susu kedelai 6 ribu rupiah per liter nya. Jadi 6 rb rupiah dikali dengan 8 liter maka menjadi Rp. 48.000. Ketika suatu produk pertanian diolah sedemikian rupa pada bentuk berbeda lagi dan siap untuk dikonsumsi, maka anda harus tahu bahwa untungnya itu pasti berkali-kali lipat. Misalnya, ketika panen pisang, daripada dijual mentah kenapa tidak diolah dulu menjadi keripik pisang. Buah nangka juga bisa, anda bisa mengolah buah nangka menjadi kue. Atau jika ada modal lebih, anda bisa membeli alat Vacuum Fryer yang bisa membuat buah-buahan mentah menjadi kripik. Misal keripik pisang, apel, salak dan lain sebagainya.

Oke, demikian pembahasan tentang 10 sumber penghasilan tambahan pada bidang pertanian. Jika anda menyukai postingan ini, maka bagikan ke teman atau saudara yang membutuhkan.

Baca Juga : Cara Membuat PSB