Sahabat tanamanbuah.com, pernah tidak anda memperhatikan rumput yang tanahnya kering dan gersang hanya dalam waktu beberapa hari saja setelah terkena hujan maka dia langsung bisa tumbuh dengan subur. Kenapa bisa makin subur? Jawabannya adalah karena faktor air hujan. Oleh sebab itu pada postingan kali ini kita akan mengulas apa saja kandungan zat di dalam air hujan sehingga bisa bermanfaat bagi kehidupan khususnya bagi tanaman.

Manfaat Air Hujan

Manfaat Air Hujan

10 Manfaat Luar Biasa dari Air Hujan

  1. Air hujan memiliki kandungan nitrogen yang tinggi. Di dalam Al Quran surat Al Qaaf ayat 9 disebutkan bahwa air hujan dapat menumbuhkan pohon-pohon dan biji-biji buat kita semua. Dan kalau kita analisa lagi bahwa unsur hara yang sangat berperan pada saat masa pertumbuhan tanaman adalah unsur hara nitrogen.
    Maka ketika hujan dapat menyuburkan rerumputan yang semuanya gersang, kemudian menumbuhkan pepohonan dan juga biji-bijian buat kita semua artinya mulai saat ini anda bisa mengumpulkan air hujan kemudian dijadikan cadangan air buat nanti menyiram tanaman anda ketika sudah tidak lagi terjadi hujan supaya tanamannya tetap jadi lebih subur.
  2. Air hujan adalah air yang murni. Air murni yang saya maksud disini adalah air yang memiliki nilai TDS atau Total Dissolved Solid yang rendah di mana ketika TDS nya rendah artinya air tersebut sedikit bahkan tidak sama sekali mengandung padatan-padatan terlarut.
    TDS Air Hujan

    TDS Air Hujan

    Kualitas air yang dihasilkan air hujan ini menurut beberapa sumber sama murninya seperti air suling atau yang disebut dengan aquades. Jadi, air hujan itu sama seperti aquades yang dihasilkan melalui proses destilasi atau penyulingan. Artinya air hujan bisa dikatakan air yang tidak berbahaya buat digunakan untuk keperluan kita sehari-hari.

  3. Air hujan sebagai alternatif pengencer bahan kimia. Ketika air hujan ini memiliki nilai TDS yang rendah, artinya air hujan itu bisa digunakan untuk mengencerkan bahan-bahan kimia. Tetapi khusus yang nomor 3 ini sebaiknya air hujan yang tidak dikumpulkan dari air hujan yang jatuh di atap rumah kita (yang melewati talang air) akan tetapi taruhlah ember dan kemudian biarkan hujan itu memenuhi ember anda. Jadi kalau anda ingin tingkat keberhasilan dalam membuat pupuk organik cair itu lebih tinggi, maka gunakanlah air hujan sebagai air pengencernya.
  4. Mencuci kandungan garam di dalam tanah. Air hujan memiliki nilai TDS yang rendah, maka ketika air hujan jatuh dan kemudian meresap ke dalam permukaan tanah maka akan mencuci kandungan garam pada tanah pertanian kita. Karena ketika kandungan garam pada tanah pertanian kita berlebihan maka resikonya dapat mengeraskan tanah. Jadi dengan adanya hujan yang kemudian mencuci kandungan garam tersebut maka tanah pertanian kita jadi lebih baik.
  5. Air hujan merupakan air yang disukai tanaman. Tanaman itu lebih menyukai air hujan karena air hujan itu merupakan air yang secara alami merupakan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup di dunia ini. Dibandingkan dengan air keran biasa, air hujan itu tidak mengandung bahan-bahan kimia yang mungkin bisa berbahaya atau beresiko bagi tanaman kita.
    Ada beberapa kasus kalau musim penghujan tumbuhan atau tanaman sering terkena penyakit. Hal ini tentu bukan masalah pada air hujannya, akan tetapi kelembaban yang tinggi yang pada akhirnya dapat memicu jamur penyebab penyakit tanaman kita. Maka untuk mengantisipasi hal ini perhatikanlah drainase pada lahan pertanian anda dan usahakan jangan sampai airnya menggenang.
  6. Air sampah organik bernutrisi untuk tanaman. Air hujan yang tertampung dalam sampah organik ternyata memiliki kandungan unsur hara yang bisa bermanfaat sebagai nutrisi bagi tanaman kita. Sebagai contoh air lindi atau air hasil ekstraksi material organik sampah yang terkena air hujan. Jadi air hujan itu jatuh dan membasahi tumpukan tumpukan sampah organik, kemudian dari tumpukan sampah organik itu ada yang sudah berhasil terdekomposisi atau terurai. Maka senyawa hasil uraian itu ketika ditetesi hujan maka senyawa itu akan larut di dalam hujan kemudian terbawa di dalam airnya. Sehingga air lindi dari sampah organik itu bisa bermanfaat buat tanaman kita.
  7. Air alternatif pengencer pestisida. Air hujan adalah air yang baik sebagai pengencer pestisida. Mayoritas jenis bahan aktif pestisida bakalan cepat mengalami yang namanya hidrolisis ketika bertemu air yang pH larutannya itu netral atau bahkan lebih basa atau lebih tinggi. Hidrolisis adalah terpecahnya suatu bahan aktif menjadi bentuk yang lebih kecil lagi. Dan ketika hidrolisis terjadi pada suatu bahan aktif maka bahan yang tadinya aktif menjadi tidak aktif lagi.
  8. Air hujan dapat membantu proses fotosintesis. Air hujan dapat lebih sempurna membantu tanaman kita dalam melakukan proses fotosintesis. Fotosintesis terdiri dari 2 kata yaitu foto dan sintesis di mana foto itu artinya cahaya dan sintesis itu adalah pembentukan. Maka fotosintesis artinya proses pembentukan energi bagi tanaman kita yang dibantu oleh adanya cahaya matahari.
    Fotosintesis terjadi ketika tanaman kita menyerap air dan juga karbondioksida sehingga menghasilkan energi dan juga oksigen. Maka kalau anda sering melihat tanaman tiba-tiba kurus, kering, tidka subur kemudian daunnya menguning itu bisa jadi penyebabnya karena kekurangan air. Tanaman yang kekurangan air otomatis dia tidak bisa berfotosintesis. Jadi evaluasi dulu jangan-jangan tanaman anda bukan masalah kekurangan unsur hara tapi bisa jadi kekurangan air.
  9. Air hujan dapat membantu proses penyerbukan. Beberapa jenis tumbuhan tertentu ternyata penyerbukan dapat terjadi hanya dengan bantuan air sebagai perantaranya. Saat tanaman kita terkena hujan maka membuat serbuk sari rontok, kemudian membawa serbuk sari berada mendekati kepala putik. Penyerbukan dengan media perantara air ini disebut dengan istilah hidrogami.
  10. Air hujan dapat diolah menjadi pupuk dan pestisida alami. Berdasarkan referensi di Internet, ada komunitas yang namanya Banyu Bening yang dapat memanfaatkan air hujan menjadi pupuk dan pestisida alami yang dinamakan dengan pupuk Kalpataru.
    Ramuan ini berbahankan lumut, bawang merah, kapur sirih, micin, garam, air kelapa muda, madu dan pastinya air hujan. Dan penggunaan pupuk Kalpataru ini tidak hanya berdampak pada produktivitas tanaman tetapi juga bisa membuat tanaman kita terhindar dari jenis hama dan juga penyakit. Jadi selain berfungsi sebagai pupuk alami juga sekaligus berfungsi sebagai pestisida alami.

Demikian 10 manfaat luar biasa dari air hujan dan mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan anda. Jangan lupa untuk bookmark/simpan web www.tanamanbuah.com agar tidak ketinggalan informasi pertanian lainnya.

Baca Juga: Tips Pemupukan Musim Penghujan