Assalamu’alaikum.. Halo sobat planter Indonesia, pada postingan kali ini kita akan membahas 10 fakta yang berkaitan dengan KCL atau MOP (Muriate of potash). Apa saja ciri-ciri, manfaat dan hal penting lainnya dari KCL / MOP ini ? Mari kita simak secara detail berikut ini.

pupuk KCL MOP

pupuk KCL MOP

  1. KCL atau MOP merupakan salah satu pupuk yang utama di tanaman kelapa sawit dengan kadar 60 sampai 62% K2O. Kenapa kalium selalu menggunakan kadar K2O? Karena kalium dalam kondisi yang bebas, dia akan stabil ketika menggandeng oksida.
  2. Manfaat dari KCL sendiri adalah sebagai pembentuk karbohidrat dan gula pada buah. Sehingga didalam kelapa sawit pembentuk utama janjangan ataupun tandan buah segar adalah kalium. Sehingga manfaat dari KCL itu sendiri adalah KCL akan merangsang metabolisme karbohidrat.

    KCL atau MOP akan berkaitan dengan penyokongan batang di dalam kelapa sawit sehingga memperkokoh tanaman kelapa sawit. Sehingga kalium ini diberikan mulai dari kecil karena ada faktor bagian dari meristematik dan merupakan bagian penyokong dari ketahanan batang kelapa sawit itu sendiri.

  3. KCL terbuat dari 4 jenis batuan yaitu fosfat, illit, vermikulit dan moskovitz yang mana kandungan ini di Indonesia relatif sangat sedikit dan yang paling banyak adalah di daerah Rusia, Belarusia dan Jerman. Sehingga jangan kaget kalau produk-produk KCL atau MOP ini banyak produk impor dari luar negeri terutama Jerman ataupun Rusia.
  4. Yang keempat bahwa kalium itu bukannya tanpa musuh tapi di dalam tanah kalium juga memiliki faktor antagonistik dengan unsur hara yang lain. Sehingga kalium memiliki antagonistik dengan kalsium, natrium, dan magnesium. Sehingga dengan kadar Kalium yang tinggi (pemupukan KCL) yang terlalu tinggi, maka akan menekan konsentrasi jumlah magnesium di dalam tanah itu.
  5. KCL atau MOP tergolong pupuk yang relatif mahal dibandingkan pupuk tunggal yang lainnya. Karena faktor bahan impor dari luar negeri sehingga memberikan harga yang relatif mahal dibandingkan dengan pupuk yang lainnya.
  6. Kandungan kalium pada kondisi tanah itu sangat berbanding terbalik dengan kedalamannya. Di mana kandungan tanah yang semakin dalam maka Kalium relative sedikit. Sehingga ini menjadi catatan bagi para petani kelapa sawit di daerah terasan. Daerah terasan merupakan daerah bergeografi dalam, sehingga kandungan kaliumnya semakin dalam tanah maka semakin rendah. Hal ini menjadi sebuah perhatian kepada para petani sawit jika berada di daerah terasan.
  7. KCL atau MOP diserap oleh tanaman dalam bentuk K+. Sehingga ion ini diserap oleh tanaman melalui larutan tanahnya.
  8. KCL atau MOP dibutuhkan dalam jumlah besar pada kelapa sawit dalam kondisi menghasilkan. Sehingga harus diperhatikan jangan sampai lupa kita harus memberikan KCL dalam jumlah relatif besar yang angkanya hampir mendekati atau setara dengan urea itu sendiri.
  9. Kekurangan Kalium membentuk Spot Orange (Confluent Orange Spotting). Ketika kelapa sawit kekurangan KCL dimana produksi kita ambili terus namun kondisinya tidak ada pemberian unsur kalium, maka yang terjadi adalah tanaman akan mengalami gejala kekurangna kalium yang ditandai dengan bintik-bintik kuning yang lama-lama akan membentuk Confluent Orange Spotting yang tidak bisa disembuhkan. Confluent Orange Spotting ini jika dibiarkan terlalu lama maka akan terjadi pengeringan pelepah dimulai dari pelepah paling bawah.
  10. Kalium merupakan pupuk yang sering mudah larut. Kalium memiliki senyawa garam yang mana mempunyai sifat mudah larut. KCL tidak hanya digunakan untuk pertanian saja, namun juga digunakan untuk laboratorium. Kalium / KCL yang digunakan di pertanian berwarna merah muda, namun untuk penggunaan laboratorium berwarna relatif putih / kristal putih.

Yang paling penting, penggunaan KCL yang terlalu tinggi juga akan menekan unsur hara yang lain seperti magnesium. Maka hal inilah yang perlu diperhatikan yaitu penggunaan KCL harus berimbang dengan penggunaan dolomit sehingga jangan sampai pemberian kalium yang tinggi justru akan menekan magnesium yang berada pada daerah perakaran kelapa sawit. Akibatnya akan njomplang (tidak seimbang) antara Kalium yang berlebih tetapi kekurangan magnesium.

Mungkin itu saja dulu yang dapat kami sampaikan melalui postingan di blog ini yaitu 10 hal yang berkaitan dengan KCL ini. Mohon diperhatikan jangan sampai salah perhitungan yang akan menjadikan kelapa sawit kita tidak mendapatkan hak atas unsur hara kalium sebagai unsur penyusun didalam TBS kelapa sawit.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga : Pemupukan KCL Kelapa Sawit